Cerita tentangku, tentang orang lain, suka, duka, puisi, kiasan, bahasa indah, petualangan akan kucoba tulis. Untuk menghibur dan semoga bisa menguatkan Aku dan yang mau baca...
Kids
Welcome to my stories..
Just tell me...
Love just for everybody who love each other
Inspiring me very much
Monday, August 11, 2008
Reuni part 1
Kupegang hp, kumainkan dengan tanganku,...
Hingga akhirnya ku pencet tombol kanan atasnya, pada menu pesan, ku pilih ketik pesan..
Dan mulai jempolku menari...
" Hai guys... ku pulang Surabaya dari tanggal 6 - 9 Agustus.. ngumpul yok, kangen neh makan krengsengan di taman surya depan Grahadi.. " terus ku pilih tombol selesai, pilih di address phone book, ku cari nomornya Dayat, Vicky, Celine, Ria, Citra, Mbon, Jember, Reni, Anne , tatang dan beberapa nama lain ..
2 menit setelah ku masukkan hp ke dalam tasku, mulai hpku bergetar beberapa kali beberapa saat.
Kubiarkan sejenak, karena ku lagi di atas bis, yang kurasa belum aman untuk mempertontonkan hpku yang kusayang-sayang hehhe.. karena beli lagi udah mikir 1000 kali...
1 message masuk...
Dari Anne.. Welcome home pit, gimana kalau tanggal 3 -4 malam, ku harus ke Jakarta after that, ku mulai berada di 2 tempat, jakarta dan Surabaya...
Wah sudah sukses deh jadi bosnya detailer,, gumamku...
sms ke-2 ku buka..
Dari Dayat, okey aja.. ku kumpulin teman2 tanggal 6 sore ngumpulnya diMc D Basrah aja yaa...
Sms ke-3 dari Reni.. wah ku tak bisa nehh.. sekarang masih di Tuban, dan ada persiapan 17an, maklum ikutan main voli di kantor suami dan di kampung....
Sms ke-4 dari Mas Adit... Mama besok di jemput jam berapa, mas pulang sekolahnya jam 10 siang.. ati-ati ya ma.
Akhirnya ku mainkan kembali jempolku dengan menjawab sms ke-4 dari Jagoanku..
" hai sayang, mama baru pulangnya hari Selasa tanggal 5, karena masih ada kerjaan di kantor. Sampai Surabaya tanggal 6 pagi. mama naik bis aja, jadi mas Adith ndak usah jemput...
Kemudian, ku mainkan kembali tuts di hpku, ku kembali mencari sms dari Dayat...
Dayat is my best friend... Dulu kita senasib kerja jadi daily Worker di Garden Palace Hotel, termasuk tim DW andalannya mas Ali heheh.. karena bisa kerja 3 shif... dari set up, event hingga clear up disabet habis...
sehari semalam bisa nginep di hotel deh....
" Sip deh Yat... ajakin teman2 yaa.. aku kangen juga sama semua... suruh bawa anak n istri n cicitnya sekalian"
to be continue.....
Friday, August 01, 2008
Pamer artikel
Untuk Artikel Majalah Komet di Rublik Antara kita..
hasil jiplakan dari Proposal dan senemu-nya ideku untuk diketik hehehhe...
Sebagai reaksi atas tema perayaan tahun ini, Komunitas WK (Wounded Knee) mengadakan kegiatan lingkungan hidup di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 31 Mei 2008.
Nama acara ini adalah “Rumahku Bumiku", yang menjadi rangkaian kegiatan sosial rutin WK bertajuk Eson Pahatonka IV, didukung oleh beberapa komunitas yang peduli terhadap lingkungan hidup, diantaranya pangrango.com, Nattrek Indonesia, I merbabu.com, High Camp the Adventure, forum pendaki, dan Forum Komunikasi Pecinta Alam Bekasi (FKPAB). Diantaranya bergabung juga Karyawan PT Kalbe Farma yaitu Angel MSD, Roma MSD, Shelly Finance, Ika Pembelian, Ika PGA, Heni PGA, dan Pitasari IT

Kegiatan ini didukung pula oleh PT Sakafarma dengan gimik-gimiksnya terima kasih buat Pak Bonny atas supportnya, serta rekan-rekan karyawan yang berpartisipasi mendukung kegiatan ini.
WHY TO MOVE
WHY TO MOVE
Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering
ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang
berjudul Azim Premji, "Bill Gates" dari India (terbitan Mizania 2007).
Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap
Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi
perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang
merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India. Dia
urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal
sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana.
Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak
betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tinkat turn-over
(kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih
tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS.
Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?
Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat
pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu.
Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang
lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar
alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini.
Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer
software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan
internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India
sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay
telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik
yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya.
Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan
yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan
sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.
Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar
negeri untuk pelatihan. "Saya sekarang menguasai pengetahuan yang
paling baru", katanya tak lama setelah bergabung.
Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir.
Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu.
Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidakbisa bekerja di sana lagi.
Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini.
Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan.
Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka.
Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi.
Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ?
Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi.
Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization.
Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules.
Penemuannya adalah sebagai berikut:
Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan
langsung/tertinggi di departemen mereka.
Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi.
Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka.
Biasanya langsung ke pesaing. Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis
Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.
Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus - dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya,
penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer.
Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan
tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.
Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus.
Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan
bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan
yang sulit.
Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah.
Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan.
Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima.
Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah
tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat.
Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain.
Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.
Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah.
Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu.
Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda:
dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam.
Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas.
Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti - biasanya karena masalah yang
tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang
lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya
bisa mencari puluhan orang seperti kamu.
Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk
sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya
untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena
tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara
waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang
tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia
perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada
perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan.
Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya,
entah tentang kebaikan atau keburukan.
Demikian pesan Azim Premji. Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan
maupun atasan) ?
Suksessssss yaaa...
Elizabeth Joze...ya gpp sori jg td aku mesti ngajarin org baru
Pitasari Dewi ...pindah kemana...??
Elizabeth Joze...cuma hr ini wktnya
Pitasari Dewi ...mengerti...
Elizabeth Joze...org marfin pd heboh tuh
Pitasari Dewi ...koq ndak ada ceritanya sih mba... tahu2 resign...
Elizabeth Joze...aku ksh tau cuma sm tmn deket ku aj yo wes.. aku mo ke xxxxx kamu cukup tau aj ya...
nanti klu ada org heboh ngomongin aku,kamu pura2 ga tau aj ya...
Pitasari Dewi ...ngapain ke xxxxxx .....??
Elizabeth Joze...kerja lah... masa nganggur..?
Pitasari Dewi ...ya iya lha.. mba...
Elizabeth Joze...hahaha
Pitasari Dewi ...yeee..
Elizabeth Joze...ngumpulin modal buat usaha
Pitasari Dewi ...kerja di mana maksudku... bukan jadi TKI khan..?
hehheheh
Elizabeth Joze...nanti klu aku uda punya usaha sendiri,kamu ku ajak
Pitasari Dewi ...asal masih inget aja hehehhe...
Elizabeth Joze...tetep TKI lah namanya mo gw kerja dimana pun yg penting gw cari duit halal itu aj
Pitasari Dewi ...setuju...
Elizabeth Joze...terserah org mo ngomong apa
Pitasari Dewi ...tapi gimana ceritanya dapet channelnya gimana..?? mau dong...
Elizabeth Joze...ya,aku kan pernah kesana trus ada tmn deket ku yg ksh tau
krn aku msh single dan aku seneng melanglang buana jd aku terima aj
aku uda berdoa dan Tuhan uda ksh jlnpdhal aku ga punya duit sama sekali
kamu tau kan?
Pitasari Dewi ...iya...
Elizabeth Joze...tp itulah klu uda rencana Tuhan,tiada siapapun dpt menghalangi
sampe soal duit sekalipun
Pitasari Dewi ...mba.. malaysia tuh keras lho yaaa...
Elizabeth Joze...ga ah!
Pitasari Dewi ...yang ati2 yaa
Elizabeth Joze...aku kan uda pernah kesana
Pitasari Dewi ...tapi tetep ati2 yaa..
Elizabeth Joze...itu kan cuma berita2 utk urusan org2 yg ilegal aj
Pitasari Dewi ...eh kalau kangen sama aku.. buka internet aja yaa...
Elizabeth Joze...kan aku uda berdoa sarii...
Pitasari Dewi ...www.ayiek.blogsport.com
Elizabeth Joze...klu Tuhan uda ksh jln pasti Tuhan akan melindungi kita dimanapun kita berada
Pitasari Dewi ...iya mba.. aku juga doain mba koq...
Elizabeth Joze...ya,aku jg doain kamu supaya kamu jg bs berhasil disini
nanti klu aku uda punya usaha sendiri,aku kan bs bantu tmn2 ato sodara2 ku yg ga mampu
Pitasari Dewi ...Setuju!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Elizabeth Joze...klu kamu uda bosen kerja dikalbe,kamu bs kerja sm aku hehehehe... doain aj ya...
Pitasari Dewi ...sekarang udah bosen nehhh..
Elizabeth Joze...hahaha sabarr... tggu wktnya Tuhan 3 thn ga lama sar...
klu aku disini terus,aku ga bs liat masa dpn ku 3 thn ke dpn
tp klu disana,aku uda yakin bgt
kan Tuhan uda ksh jln buat aku
rajin2 dtng ke tiberias ya sariii...
klu hr senin ato mggu
krn aku di tiberias itulah...iman ku bertumbuh
aku tambah semangat
kita tggl imani yg baik2 aj
sambil doa dan usaha
ok sar!
Pitasari Dewi ...tapi sepi ndak ada mba...
Thursday, July 31, 2008
Kepemimpinan yang Melayani
Kepemimpinan yang Melayani
Sebuah ulasan yang menarik pada edisi 8 Februari 2002 di harian ini, di halaman depan, tentang wakil rakyat yang enggan turun ke wilayah yang dilanda bencana banjir.
Ketika banjir melanda Jakarta, dan ketika masyarakat kedinginan dan perut kelaparan karena banjir, kita melihat betapa angkuhnya para politisi dan pemimpin kita tersebut yang bergeming sekalipun rakyatnya menderita akibat bencana banjir.
Bahkan dikatakan bahwa rakyat harus kembali mengurut dada menelan kekecewaan, ketika ada komentar wakil rakyat yang dengan masa bodoh mengatakan, “Musibah banjir bukan hanya di Jakarta atau di Indonesia saja.
Di luar negeripun ada banjir.”Pengelola rubrik: Aribowo Prijosaksono dan Roy Sembel Topik Mandiri kali ini sengaja dipilih untuk merenungkan kembali makna kepemimpinan yang sejati.
Kepemimpinan sering diartikan dengan jabatan formal, yang justru menuntut untuk mendapat fasilitas dan pelayanan dari konstituen yang seharusnya dilayani.
Meskipun banyak di antara pemimpin atau pejabat yang ketika dilantik mengatakan bahwa jabatan adalah sebuah amanah, namun dalam kenyataannya sedikit sekali atau bisa dikatakan hampir tidak ada pemimpin yang sungguh-sungguh menerapkan kepemimpinan dari hati, yaitu kepemimpinan yang melayani.
Sebuah buku yang menarik tentang kepemimpinan yang melayani (servant leadership) ditulis oleh Dr. Kenneth Blanchard dan kawan kawan, berjudul Leadership by The Book (LTB).
Ken Blanchard adalah juga co-author dari buku-buku manajemen yang sangat laris, seperti The One Minute Manager, Raving Fans, Gung Ho, dan Everyone’s Coach.
Buku LTB mengisahkan tentang tiga orang karakter yang mewakili tiga aspek kepemimpinan yang melayani, yaitu seorang pendeta, seorang professor, dan seorang profesional yang sangat berhasil di dunia bisnis.
Tiga aspek kepemimpinan tersebut adalah HATI yang melayani (servant HEART), KEPALA atau pikiran yang melayani (servant HEAD), dan TANGAN yang melayani (servant HANDS).
Hati Yang Melayani (Karakter Kepemimpinan)Kepemimpinan yang melayani dimulai dari dalam diri kita. Kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter.
Kepemimpinan sejati dimulai dari dalam dan kemudian bergerak ke luar untuk melayani mereka yang dipimpinnya.
Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin sejati dan diterima oleh rakyat yang dipimpinnya.
Kembali betapa banyak kita saksikan para pemimpin yang mengaku wakil rakyat ataupun pejabat publik, justru tidak memiliki integritas sama sekali, karena apa yang diucapkan dan dijanjikan ketika kampanye dalam Pemilu tidak sama dengan yang dilakukan ketika sudah duduk nyaman di kursinya.
Paling tidak menurut Ken Blanchard dan kawan-kawan, ada sejumlah ciri-ciri dan nilai yang muncul dari seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani, yaitu:Tujuan paling utama seorang pemimpin adalah melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya.
Orientasinya adalah bukan untuk kepentingan diri pribadi maupun golongannya tetapi justru kepentingan publik yang dipimpinnya. Entah hal ini sebuah impian yang muluk atau memang kita tidak memiliki pemimpin seperti ini, yang jelas pemimpin yang mengutamakan kepentingan publik amat jarang kita temui di republik ini.Seorang pemimpin sejati justru memiliki kerinduan untuk membangun dan mengembangkan mereka yang dipimpinnya sehingga tumbuh banyak pemimpin dalam kelompoknya.
Hal ini sejalan dengan buku yang ditulis oleh John Maxwell berjudul Developing the Leaders Around You. Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung dari kemampuannya untuk membangun orang-orang di sekitarnya, karena keberhasilan sebuah organisasi sangat tergantung pada potensi sumber daya manusia dalam organisasi tersebut.
Jika sebuah organisasi atau masyarakat mempunyai banyak anggota dengan kualitas pemimpin, organisasi atau bangsa tersebut akan berkembang dan menjadi kuat.
Pemimpin yang melayani memiliki kasih dan perhatian kepada mereka yang dipimpinnya. Kasih itu mewujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan, impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya.Ciri keempat seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani adalah akuntabilitas (accountable).
Istilah akuntabilitas adalah berarti penuh tanggung jawab dan dapat diandalkan. Artinya seluruh perkataan, pikiran dan tindakannya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik atau kepada setiap anggota organisasinya. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar.
Mau mendengar setiap kebutuhan, impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya.Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikan ego dan kepentingan pribadinya melebihi kepentingan publik atau mereka yang dipimpinnya.
Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat. Seorang pemimpin sejati selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri dan tidak mudah emosi.
Kepala Yang Melayani (Metoda Kepemimpinan)Seorang pemimpin sejati tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter semata, tetapi juga harus memiliki serangkaian metoda kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif.
Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas dari aspek yang pertama, yaitu karakter dan integritas seorang pemimpin, tetapi ketika menjadi pemimpin formal, justru tidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metoda kepemimpinan yang baik.
Contoh adalah para pemimpin karismatik ataupun pemimpin yang menjadi simbol perjuangan rakyat, seperti Corazon Aquino, Nelson Mandela, Abdurrahman Wahid, bahkan mungkin Mahatma Gandhi, dan masih banyak lagi menjadi pemimpin yang tidak efektif ketika menjabat secara formal menjadi presiden.
Hal ini karena mereka tidak memiliki metoda kepemimpinan yang diperlukan untuk mengelola mereka yang dipimpinnya.
Tidak banyak pemimpin yang memiliki kemampuan metoda kepemimpinan ini. Karena hal ini tidak pernah diajarkan di sekolah-sekolah formal.
Oleh karena itu seringkali kami dalam berbagai kesempatan mendorong institusi formal agar memperhatikan ketrampilan seperti ini yang kami sebut dengan softskill atau personal skill.
Dalam salah satu artikel di economist.com ada sebuah ulasan berjudul Can Leadership Be Taught. Jelas dalam artikel tersebut dibahas bahwa kepemimpinan (dalam hal ini metoda kepemimpinan) dapat diajarkan sehingga melengkapi mereka yang memiliki karakter kepemimpinan.
Ada tiga hal penting dalam metoda kepemimpinan, yaitu:Kepemimpinan yang efektif dimulai dengan visi yang jelas.
Visi ini merupakan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinya proses ledakan kreatifitas yang dahsyat melalui integrasi maupun sinergi berbagai keahlian dari orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut.
Bahkan dikatakan bahwa nothing motivates change more powerfully than a clear vision. Visi yang jelas dapat secara dahsyat mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi.
Seorang pemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner, yaitu memiliki visi yang jelas kemana organisasinya akan menuju.
Kepemimpinan secara sederhana adalah proses untuk membawa orang-orang atau organisasi yang dipimpinnya menuju suatu tujuan (goal) yang jelas.
Tanpa visi, kepemimpinan tidak ada artinya sama sekali. Visi inilah yang mendorong sebuah organisasi untuk senantiasa tumbuh dan belajar, serta berkembang dalam mempertahankan survivalnya sehingga bisa bertahan sampai beberapa generasi.
Ada dua aspek mengenai visi, yaitu visionary role dan implementation role.
Artinya seorang pemimpin tidak hanya dapat membangun atau menciptakan visi bagi organisasinya tetapi memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan visi tersebut ke dalam suatu rangkaian tindakan atau kegiatan yang diperlukan untuk mencapai visi itu.
Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang yang sangat responsive. Artinya dia selalu tanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan dan impian dari mereka yang dipimpinnya.
Selain itu selalu aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi organisasinya.
Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pelatih atau pendamping bagi orang-orang yang dipimpinnya (performance coach).
Artinya dia memiliki kemampuan untuk menginspirasi, mendorong dan memampukan anak buahnya dalam menyusun perencanaan (termasuk rencana kegiatan, target atau sasaran, rencana kebutuhan sumber daya, dan sebagainya), melakukan kegiatan sehari-hari (monitoring dan pengendalian), dan mengevaluasi kinerja dari anak buahnya.
Tangan Yang Melayani (Perilaku Kepemimpinan)Pemimpin sejati bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas, serta memiliki kemampuan dalam metoda kepemimpinan, tetapi dia harus menunjukkan perilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin.
Dalam buku Ken Blanchard tersebut disebutkan ada empat perilaku seorang pemimpin, yaitu:Pemimpin tidak hanya sekedar memuaskan mereka yang dipimpinnya, tetapi sungguh-sungguh memiliki kerinduan senantiasa untuk memuaskan Tuhan.
Artinya dia hidup dalam perilaku yang sejalan dengan Firman Tuhan. Dia memiliki misi untuk senantiasa memuliakan Tuhan dalam setiap apa yang dipikirkan, dikatakan dan diperbuatnya.
Pemimpin sejati fokus pada hal-hal spiritual dibandingkan dengan sekedar kesuksesan duniawi. Baginya kekayaan dan kemakmuran adalah untuk dapat memberi dan beramal lebih banyak.
Apapun yang dilakukan bukan untuk mendapat penghargaan, tetapi untuk melayani sesamanya. Dan dia lebih mengutamakan hubungan atau relasi yang penuh kasih dan penghargaan, dibandingkan dengan status dan kekuasaan semata.
Pemimpin sejati senantiasa mau belajar dan bertumbuh dalam berbagai aspek, baik pengetahuan, kesehatan, keuangan, relasi, dan sebagainya.Setiap hari senantiasi menselaraskan (recalibrating) dirinya terhadap komitmen untuk melayani Tuhan dan sesama.
Melalui solitude (keheningan), prayer (doa) dan scripture (membaca Firman Tuhan).
Demikian kepemimpinan yang melayani menurut Ken Blanchard yang menurut kami sangat relevan dengan situasi krisis kepemimpinan yang dialami oleh bangsa Indonesia.
Bahkan menurut Danah Zohar, penulis buku Spiritual Intelligence: SQ the Ultimate Intelligence, salah satu tolok ukur kecerdasan spiritual adalah kepemimpinan yang melayani (servant leadership).
Bahkan dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Gay Hendrick dan Kate Luderman, menunjukkan bahwa pemimpin-pemimpin yang berhasil membawa perusahaannya ke puncak kesuksesan biasanya adalah pemimpin yang memiliki SQ yang tinggi.
Mereka biasanya adalah orang-orang yang memiliki integritas, terbuka, mampu menerima kritik, rendah hati, mampu memahami orang lain dengan baik, terinspirasi oleh visi, mengenal dirinya sendiri dengan baik, memiliki spiritualitas yang tinggi, dan selalu mengupayakan yang terbaik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain.

The LORD is my shepherd.... (Psalms)
Kita akan segera mengerti benar bahwa ternyata "Pekerjaan" hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.
Tetapi empat bola lainnya! Keluarga, kesehatan, teman, dan spirit terbuat dari gelas.
Dan jika menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping. Dan ingatlah "Mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya".
Kita harus memahami benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya,
CARANYA….
1. Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing2 diri kita special.
2. Jangan tetapkan tujuan dan sasaran kita dengan mengacu pada apa yang orang lain anggap itu penting. Hanya kita yang mengerti dan dapat merasakan "Apa yang terbaik untuk kita".
3. Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup menjadi kurang berarti.
4. Jangan biarkan hidup kita terpuruk dengan hidup di "masa lampau" atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti… hidup untuk seluruh waktu hidupmu.
5. Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar2 kalah sampai kita berhenti berusaha.
6. Jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.
7. Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.
8. Jangan berusaha untuk mengunci cinta memasuki hidupmu dengan berkata "Tidak mungkin saya temukan". Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya. Cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya "sayap"
9. Janganlah berlari, meskipun hidup tampak sangat cepat, sehingga kita lupa darimana kita berasal dan juga lupa sedang menuju kemana kita.
Terakhir……
Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai. Jangan takut untuk belajar sesuatu. Jangan gunakan waktu dan kata-kata dengan sembrono, karena keduanya tidak mungkin kita ulang kembali jika kita lewat. Jangan takut untuk belajar berubah, karena hidup bukanlah pacuan yang harus berlari lurus melainkan suatu perjalanan dimana setiap tahap sepanjang jalannya harus dinikmati.
Untuk perubahan itu sendiri……..
Tiada kata terlambat untuk melakukan suatu PERUBAHAN,
meskipun hal itu menjadi sulit dilakukan.
Jikalau mau dimulai dengan kerendahan hati seorang akan yang lain,
maka PERUBAHAN itu akan terjadi.....
Katakanlah saya mau memulai diri...
Bukan dia atau siapa pun kamu….
PERUBAHAN dimulai dengan memahami, terbuka, pengampunan.....
PERUBAHAN akan diiringi dengan terluka, sakit ,sulit dan
bahkan penderitaan.......
Namun PERUBAHAN akan diakhiri dengan sukacita, kemenangan,
cinta yang semakin mendalam.....
Jikalau engkau mau orang lain berubah...
Mulailah dari diri sendiri.....
Selamat mengalami perubahan, teman2ku tersayang dan selamat belajar mengenal arti hidup dan perubahan itu sendiri
Dan akhirnya resapilah….
SAAT ini adalah KARUNIA
Mari melakukan perubahan dan melayani Tuhan dengan lebih sungguh lagi dengan semua yang kamu miliki.....
With smile, hope, love, faith and pray...
Monday, July 28, 2008
Gunung Halimun

Lupa dari mana ngambilnya...
Wikipedia kaleeee...
Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) berada di tengah Jawa bagian barat. Wilayah tersebut terletak di dalam 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Sukabumi dan Lebak. TNGH mempunyai wilayah seluas 40.000 ha dengan ketinggian pada 500-1929 meter di atas permukaan laut.
Sebagian besar hutan di TNGH berada pada ketinggian 1000-1400 m di atas permukaan laut. Jadi sebagian hutannyatipe sub-montane yang didominasi oleh pohon-pohon raksasa jenis rasamala (Altingia excelsa), puspa (Schima walichii) dan jati (Lithocarpus spp.). Puncak Gunung Halimun sendiri berada pada ketinggian 1.929 m di atas permukaan laut, sehingga selalu ditutupi oleh halimun (kabut, bahasa Sunda).
Taman Nasional Gunung Halimun diresmikan sebagai sebuah taman nasional pada tahun 1992. Taman Nasional ini adalah yang terbaik dan satu-satunya yang mempunyai hutan lengkap di Pulau Jawa. Hewan-hewan langka yang dapat dilihatdi TNGH adalah owa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata), macan tutu! (Panthera pardus), dan elang jawa (Spizaelus barteisi).
TNGH dapat dikunjungi oleh umum dengan meminta izin terlebih dahulu kepada:Balai Taman Nasional Gunung Halimun JIn. Raya Cipanas-Kecamatan Kabandungan Sukabumi Telepon : 266-621256 Fax : 266-621257 Surat : Kotak Pos 2, Parung Kuda Sukabumi 43157. Setelah kontak diperoleh pengunjung dapat meminta keterangan secara lengkap dari Balai TNGH mengenai: Tarif masuk, peraturan yang harus ditaati, barang-barang yang harus dibawa dan yang dilarang untuk dibawa, jalan masuk, fasilitas dll.
Untuk menuju Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) dapat di tempuh dari tiga pintu masuk yakni dari sebelah utara Leuwijamang, dari sebelah timur Pangguyangan, atau dari Kabandungan dimana terdapat kantor pusat TNGH. Terdapat akomodasi berupa wisma tamu yang memang disediakan untuk pengunjung yang ingin berwisata ke taman nasional. Di samping itu ketiga pintu masuk tersebut dapat diakses mobil. Dari Jakarta menuju arah Sukabumi turun di Parungkuda yang terletak tiga kilometer sebelum Cibadak, Sukabumi. Di sini terpampang papan petunjuk Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH). Dari Parungkuda dilanjutkan ke Kabandungan, sejauh 30 kilometer, melalui jalan aspal mulus. Sepanjang perjalanan terdapat perkebunan kelapa, perkebunan teh, perkebunan rakyat, dan perkampungan. Dari terminal Parung Kuda terdapat kendaraan umum yang menuju Cipeuteuy. Setelah itu pengunjung harus menggunakan ojek sampai ke Cikaniki atau Citalahab.
Kabandungan ialah desa di mana kantor pusat TNGH berada, sekaligus merupakan salah satu pintu masuk ke taman nasional ini. Di kantor taman nasional ini kita dapat mengurus keperluan administrasi seperti tiket masuk dan sebagainya (bagi yang sudah melakukan reservasi, konfirmasikan kedatangan Anda). Namun, yang sangat penting adalah mendapatkan informasi yang sangat lengkap. Di kantor pusat Kabandungan, kita dapat melihat foto obyek yang ada di seluruh bagian taman nasional, maket tiga dimensi, dan juga video.Perjalanan dimulai menuju Cikaniki sejauh 18 kilometer ditempuh dengan mobil selama lebih kurang dua jam. Jalan aspal hanya sampai Cipeuteuy, karena seterusnya pengunjung harus harus melewati jaln berbatu. Pengunjung umum biasanya meneruskan perjalanan ke Citalahab yang tidak terlalu jauh dari Cikaniki. Di Citalahab tersedia "guest house" yang bisa digunakan oleh pengunjung, terdapat juga bumi perkemahan.
Cikaniki (950 meter dpl) adalah sebuah stasiun penelitian dan di tempat ini juga terdapat wisma tamu. Lokasinya di tengah hutan, namun dilengkapi fasilitas modern. Diawali dengan persawahan, jalan kemudian mendaki sedikit dan masuk hutan. Suasana berganti menjadi teduh, hijau, dan sejuk. Di dalam hutan ini kita melalui sebuah kawasan habitat owa jawa (Hylobates moloch), yaitu sejenis kera berwarna abu-abu yang sudah cukup langka saat ini. Dalam perjalanan ini kita akan menjumpai beberapa sungai kecil yang jernih airnya.Wisma tamu Cikaniki sendiri merupakan bangunan yang memiliki empat kamar tidur, satu dapur, serta kamar mandi. Di wisma ini juga disediakan sebuah ruang makan. Anda harus membawa bahan makanan sendiri. Untuk memasaknya bisa dimintakan kepada tukang masak yang ada. Adapun gas, peralatan masak dan peralatan makan sudah disediakan.
Selanjutnya kita dapat menengok Sungai Cikaniki yang indahnya luar biasa. Sungai kecil dengan air sangat jernih dan bebatuan alam. Keasliannya sangat terjaga. Nyaris tidak ada tanda-tanda sentuhan manusia. Kemudian kita dapat mengunjungi Curug Macan (dahulu merupakan salah satu habitat macan tutul Panthera pardus). Sebuah air terjun kecil yang juga sangat indah. Airnya berasal dari sebuah sungai yang berada di atas Sungai Cikaniki. Lokasi air terjun ini hanya sekitar 300 meter dari wisma tamu. TNGH memang terkenal menyimpan beragam air terjun yang indah. Beberapa yang lain di antaranya Air Terjun Piit, Walet, Cikudapaeh, Cihanjawar, Ciberang, dan Citangkolo.Kegiatan lain adalah canopy walk, yaitu berjalan di sebuah jalan atau jembatan yang melintas dari satu pohon ke pohon lainnya dengan ketinggian 30 meter dari permukaan tanah. Jalan ini terikat kawat baja ke batang-batang pohon besar yang telah berusia ratusan tahun. Jembatan ini agak berayun sedikit pada waktu kita berjalan. Cukup mendebarkan juga, tetapi tetap mengasyikkan. Dengan berada di atas kanopi, kita dapat menikmati pemandangan dengan perspektif berbeda. Mungkin sama dengan aneka satwa yang hidup di atas pohon. Canopy walk ini juga melintas di atas Sungai Cikaniki.Kegiatan menarik lainnya adalah berjalan masuk hutan. Untuk itu telah dibuat sebuah jalan setapak yang disebut loop trail, yang panjangnya 3,8 kilometer dan dilengkapi papan petunjuk serta shelter. Sepanjang loop trail ini, pengunjung dapat menikmati suasana hutan yang masih asli dengan beraneka makhluk hidup yang ada di dalamnya. Bila Anda beruntung, Anda bisa bertemu dengan owa jawa, kera berbulu abu-abu.Selanjutnya kita dapat pergi ke Kebun Teh Nirmala. Jaraknya hanya sekitar 500 meter dari wisma tamu. Di sini kita dapat menikmati pemandangan luas berupa hamparan hijaunya perkebunan teh serta gunung yang berada di taman nasional ini. Di samping pemandangan yang indah, Kebun Teh Nirmala ini juga baik untuk pengamatan elang jawa. Burung ini sudah cukup langka, namun masih relatif mudah dijumpai di TNGH. Terdapat sejenis jamur yang berpendar pada malam hari, seperti lampu hias. Sungguh indah dan luar biasa.
Perjalanan selanjutnya adalah menuju Gunung Botol. Dari Cikaniki atau dari Citalahab perjalanan dilanjutkan dengan melalui perkebunan Nirmala hingga di Pasir Banten. Dari Pasir Banten sampai ke Gunung Botol perjalanan harus dilakukan dengan jalan kaki.
Disela waktuku, kudapatkan sebuah tulisan dari milis Ikatan Alumni UPN, melihat isinya aku tersenyum.
Karena begitu banyak pergolakan di Depertemenku, sehingga kuputuskan tidak menuliskan Judul artikel yang aslinya adalah "Selalu ada alasan untuk RESIGN????" ku ganti dengan Just Smile
Artikelnya sbb :
Selalu ada alasan untuk RESIGN????
Alkisah ada seorang engineer kenthir bernama Karyawan ,ST yg bekerja di pabrik manufaktur Jepang, ni orang baru aja lolos tes perusahaan BUMN yg mengelola gas alam (jelas gede duitnya) dan mau resign,berikut ini perdebatannya dengan manajernya
kita singkat aja ya, manajer = M, dan Karyawan = K
M = edan kowe yo , lagi ES-2 * dah mau resign, dimana morality kmu?
K = morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yg nyuruh karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah ampe sakit tapi tunjangan kesehatan gak full
(* ES2 tu tahapan untuk model baru sebelum mass production)
M = sebenernya mau kmu apa? dimana2 kerja itu sama. Saya udah menjalani 2 company sebelum ini
K = karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya gak ragu resign pak, wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho.... ya saya pilih yg rewardnya lebih
M = kenapa kmu gak mencoba profesional disini aja, klo alasannya reward, kan nanti karir serta salary kmu juga bakal naik klo kmu bertahan
K = kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg nawarin itu skarang?
M = tapi sayang sekali, saya pandang kmu yg paling berpotensi diantara yg lain
K= bapak udah ngomong gitu ke semua engineer yg resign sebelum saya
M = tidak, ini serius, kmu memiliki potensi besar, disini kmu bisa sukses! daripada kmu memulai lagi dari bawah di company lain yg blum ketauan ntar disana kmu bakal sukses ato gak
K = disini juga sama aja saya blum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok. Sama2 gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg lebih baik dunk......
M = maksud kmu lebih baik itu apa? money? uang itu bukan segala2nya
K = klo emang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya uang segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer
M = Kta kan tidak hanya mengejar uang. Klo orientasi kmu hanya uang, kmu hanya mengejar "live". No difference with kambing, Bekerja hanya untuk bertahan hidup, Kmu itu engineer!!!! harus berorientasi pada yg lebih mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri
K = saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari orientasi "live" klo tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran
kos, pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa skarang ada company yg nawarin itu, salary yg membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang "live exixtency". So, boleh dunk saya ambil untuk menaikkan derajat pekerjaan saya
M = Mas K .... klo kmu ngejar yg lebih baik, gak akan abis2....selalu ada yg lebih baik. saya sudah mengalaminya di 2 company terdahulu
K = emang gak bakal abis pak.... karena itu, ngapain saya abisin disini? mending saya terus2an dapet yg lebih baik ampe brenti karena cape. lagian Bapak juga nyatanya bisa brenti kan ?
M = Nyatanya itu si pak Bambang bisa sukses disini sampe level Director, itu karena dia sabar disini
K = pantesan pak Bambang tampangnya kaya gitu. Dah nyingkirin brapa orang dia pak buat ke posisi itu? Iya jabatan si Director, tapi mobilnya
sama ma manajer di company baru saya. mendingan saya jadi GM disana dunk daripada jadi director disini
M = inilah yg membuat bangsa kta gak maju2. Oportunis. Orang jepang maju karena loyal
K = loyalitas tu kata2 pembenaran buat ngegaji orang dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah, terjadi ketimpangan
karir antara lelaki dan wanita. karena lelakinya gila kerja semua, mereka jarang menemui anaknya, akibatnya istri2 mereka harus mengimbanginya, ngalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak yg hilang untuk anak2nya karena bokapnya lebih cinta kerja daripada mereka. Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang tu paling gak romantis. Ce bawa tas berat aja dicuekin
M = tapi dimana responsibility kmu?
K = responsibility tu apa pak? perasaan dulu saya pernah punya, pas awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan pembenaran untuk
menindas saya. Atas nama responsibility, saya mengorbankan kesehatan untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2 merupakan percepatan uang masukke kantong pemilik saham. Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling utama? keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari Yg Diatas.
M = kmu kurang bersyukur, masih banyak orang yg susah dapet kerjaan
K = saya dah diterima Pak, itu rejeki dari Yg Diatas, Klo gak saya ambil, itu yg namanya gak bersyukur. Yg Diatas itu tau kebutuhan kta.
Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya meningkat. Selain itu, Yg Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini setelah resign
M = EDAN KOWE Karyawan!!!!! nek ngono aku yo melu resign..........
K = raiso pak.... kowe wis tuwo. Cuma bisa ngelamar ke yg sesuai background. Cuma terbatas di sesama manufaktur elekronik hehehhee cacingan deh lo.....
*INTINYA, SELALU ADA ALASAN LEBIH BAIK UNTUK RESIGN DARIPADA SETTLE*
2 jam berlalu, ada balasan dari Dave
Hmmm,
Apakah ini berarti ada yang resign lagi selain teman saya yang per awal bulan depan ?? :P:P
buat ybs, semoga berhasil di tempat baru, semoga kita semua mendapatkan yang terbaik ( . - . / . / . . . / . . / - -. / - . )
br,
Dave
07/15/2008 10:01 AM
semua orang di kalbe pasti resign....entah itu mengundurkan diri, meninggal dunia, atau pensiun..heheh...peace man, its matter of time, tinggal tunggu waktu kita "resign" dari kalbe. kecuali kita jadi pemilik kalbe.
the most important are delivering value as much as possible whenever/wherever we are. Positive thinking, sincere (tulus) dan mengerjakan segala hal yang terbaik, dimanapun berada, "balasannya" pasti ada, rejeki yang memberi itu Tuhan, bukan atasan.
Our job consume 30-50% of our life, so we must excel at what we've done. istilahnya Steve Jobs...we must damned good, good enough is not enough..
kok lama-lama jadi konsultan karir yah gw?! .... kebanyakan dengerin carrer coach di hardrock FM 87.6 tiap selasa sore nih..:)
regards
dari bagian HRD eh salah...IT security...
1 jam 23 menit selanjutnya, muncul lagi komentar :
Just a thought......
Beberapa kamus mendefinisikan makna yang terkandung dalam kata "Resign" sesuai konteksnya.
To accept defeat before the end of the game
www.backgammon-directory.info/dictionary/R/Terms-starting-with-R.php
To give up a game.
slovotolk.com/society/sport/ibm-chess.html
When a player officially gives up a game.
www.askthechessmaster.com/glossary.html
To submit; to give up as hopeless or inevitable
en.wiktionary.org/wiki/resign
Leave job: to give up a paid or unpaid position voluntarily - Microsoft® Encarta® 2006.
Jadi kata "Resign" mengandung makna "Give Up" atau "Menyerah" sebelum menyelesaikan pertandingan sampai finish (atau sampai benar-benar kalah, dalam konteks permainan Catur misalnya).
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Menurut saya kata yang paling cocok utk orang yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik dan memutuskan utk mengundurkan diri adalah "Culmination" ketimbang "Resign". Coba kita perhatikan arti kata Culmination menurut beberapa kamus.
The time and event when any object reaches its highest altitude (least zenith distance) for the day (or roughly a one-day period). ...
users.aol.com/SolarAlmanac/glossary.html
highest point: the highest, most important, or final point of an activity - Microsoft® Encarta® 2006.
finish spectacularly: to come or bring something to an end, especially a climactic one - Microsoft® Encarta® 2006.
Jadi.....apakah kita ingin dikenal sbg seorang yg "Give-Up" atau "Culmination" (menuju titik pencapaian akhir yang penuh) ketika kita mengundurkan diri?
Wassalam,
Ronald
07/15/2008 02:59 PM
hehehe...makin menarik..
lets play with words.
menurut oxford & wordnet definisi resign adalah:
-------
<--- Oxford Advanced Learner's Dictionary --->
resign
verb
~ (from sth) ~ (as sth) to officially tell sb that you are leaving your job, an organization, etc:
[V] He resigned as manager after eight years. * Two members resigned from the board in protest. * [VN] My father resigned his directorship last year.
PHRASAL VERBS
resign yourself to sth to accept sth unpleasant that cannot be changed or avoided:
She resigned herself to her fate. * [+ -ing] We had to resign ourselves to making a loss on the sale.
<--- WordNet --->
resign
resign
v 1: leave (a job, post, post, or position) voluntarily; "She
vacated the position when she got pregnant"; "The
chairman resigned when he was found to have
misappropriated funds" [syn: {vacate}, {renounce}, {give
up}]
2: give up or retire from a position; "The Secretary fo the
Navy will leave office next month"; "The chairman resigned
over the financial scandal" [syn: {leave office}, {quit},
{step down}] [ant: {take office}]
3: part with a possession or right; "I am relinquishing my
bedroom to the long-term house guest"; "resign a claim to
the throne" [syn: {release}, {relinquish}, {free}, {give
up}]
4: accept as inevitable; "He resigned himself to his fate"
[syn: {reconcile}, {submit}]
___________________
resign, whatever alasannya, adalah "pergi" meninggalkan company. My point of view is, resign adalah "meninggalkan", bukan "menyerah". kl menyerah ditempat ini, untuk mendapatkan gaji ditempat lain yang lebih tinggi, itu bukan menyerah kan? (betul bukan felix?...hehehe).
Semakin seru hari ini.....
Yup betul, satu kata memang bisa dilihat dari perspektif yang berbeda, istilah pak Hananto "point of view". Ok, mari kita simpulkan :
Resign dapat mengandung dua makna yang berbeda : 1. Give Up (dalam konteks "game", berhenti sebelum permainan selesai ) dan 2. Leave (pergi atau meninggalkan sesuatu) tidak soal apapun alasannya. Dan btw. kedua makna tersebut sah-sah saja menurut saya, gak ada yang lebih benar atau lebih salah. Karena itulah saya kasih satu alternatif istilah lain "Culmination" - suatu titik pencapaian penuh dan maksimal yang tidak mungkin dilewati lagi.
Masukan dari Ronal lagi.
Hingga hari ini, artikelku masih belum berlanjut setelah adanya komentar dari Felik sbb :
Waw....
gile... dalem2 banget artinya....
pemikir2 sejati....ini nih baru mantapz.....
kl buat gw
to resign or to stay it's all about choice...
Life is about choice
Hidup adalah pilihan,
Kita mo pilih resign, or kita mo pilih stay...
kita mo pilih belajar hal baru, or kita pilih untuk tetap keukeuh pada pemikiran kita...
Kita pilih si A, ato kita pilih si B, ato C, ato malah pilih si D (milih pacar =p hihihi)
kita mo pilih untuk humble ourself to listen to others, or we just ignore what others said
kita pilih mo olah raga, ato kita pilih makan enak (hihihi... sedap....)
Kita mo plih jalan2 keliling mall ato mo pilih nonton bioskop
apa yang kita pilih, effectnya macem2, bisa for the whole new future or just for this time
tapi satu yang pasti, we choose our choice dengan harapan itulah pilihan yang terbaik, pilihan yang paling rasional, or pilihan yang ga usah pusing..
tapi kita ga tau, pilihan kita saat ini benar atau salah...
we just trust our instinct....(ato bahasa lainnya we just trust our Creator)
n biarlah masa depan yang menentukan jawabannya (ceile..... =p, tzah....)
one thing we've got to put in our mind
whereever you are, whenever you are, always give your best to what you 're doing
i believe that the law "Give and it will come back to you" -> it is always true...
n remember to be positive all the time...(persis kata boz hananto...)
Best Regards,
Felix Amando H
Heheheh.. jadi panjang khan...
Tinggal bagaimana kita menilai , menganalisa, hingga akhirnya memutuskan mengayuhkan langkah, memijakkan kaki tempat lain?? atau hanya berdiri diam melihat yang sudah ada...
Selain berharap dan bertanya kepada Tuhan mana yang terbaik untukku, untukmu, dan untuk kita semua
" Iek in hope to go back home"
Wednesday, July 23, 2008
The ROOM
Cerita di bawah ini tentang Brian Moore yang berusia 17 tahun, ditulis olehnya sebagai tugas sekolah. Pokok bahasannya tentang sorga itu seperti apa. "Aku membuat mereka terperangah," kata Brian kepada ayahnya, Bruce. "Cerita itu bikin heboh. Tulisan itu seperti sebuah bom saja. Itulah yang terbaik yang pernah aku tulis." Dan itu juga merupakan tulisannya yang terakhir.
Orangtua Brian telah melupakan esai yang ditulis Brian ini sampai seorang saudara sepupu menemukannya ketika ia membersihkan kotak loker milik remaja itu di SMA Teays Valley, Pickaway County , Ohio .
Brian baru saja meninggal beberapa jam yang lalu, namun orangtuanya mati-matian mencari setiap barang peninggalan Brian: surat-surat dari teman-teman sekolah dan gurunya, dan PR-nya. Hanya dua bulan sebelumnya, ia telah menulis sebuah esai tentang pertemuannya dengan Tuhan Yesus di suatu ruang arsip yang penuh kartu-kartu yang isinya memerinci setiap saat dalam kehidupan remaja itu. Tetapi baru setelah kematian Brian, Bruce dan Beth, mengetahui bahwa anaknya telah menerangkan pandangannya tentang sorga.
Tulisan itu menimbulkan suatu dampak besar sehingga orang-orang ingin membagikannya. "Anda merasa seperti ada di sana ," kata pak Bruce Moore. Brian meninggal pada tanggal 27 Mei, 1997, satu hari setelah Hari Pahlawan Amerika Serikat. Ia sedang mengendarai mobilnya pulang ke rumah dari rumah seorang teman ketika mobil itu keluar jalur Jalan Bulen Pierce di Pickaway County dan menabrak suatu tiang. Ia keluar dari mobilnya yang ringsek tanpa cedera namun ia menginjak kabel listrik bawah tanah dan kesetrum.
Keluarga Moore membingkai satu salinan esai yang ditulis Brian dan menggantungkannya pada dinding di ruang keluarga mereka. "Aku pikir Tuhan telah memakai Brian untuk menjelaskan suatu hal. Aku kira kita harus menemukan makna dari tulisan itu dan memetik manfaat darinya," kata Nyonya Beth Moore tentang esai itu.
Nyonya Moore dan suaminya ingin membagikan penglihatan anak mereka tentang kehidupan setelah kematian. "Aku bahagia karena Brian. Aku tahu dia telah ada di sorga. Aku tahu aku akan bertemu lagi dengannya."
Inilah esai Brian yang berjudul "Ruangan".
Di antara sadar dan mimpi, aku menemukan diriku di sebuah ruangan. Tidak ada ciri yang mencolok di dalam ruangan ini kecuali dindingnya penuh dengan kartu-kartu arsip yang kecil. Kartu-kartu arsip itu seperti yang ada di perpustakaan yang isinya memuat judul buku menurut pengarangnya atau topik buku menurut abjad.
Tetapi arsip-arsip ini, yang membentang dari dasar lantai ke atas sampai ke langit-langit dan nampaknya tidak ada habis-habisnya di sekeliling dinding itu, memiliki judul yang berbeda-beda.
Pada saat aku mendekati dinding arsip ini, arsip yang pertama kali menarik perhatianku berjudul "Cewek-cewek yang Aku Suka". Aku mulai membuka arsip itu dan membuka kartu-kartu itu. Aku cepat-cepat menutupnya, karena terkejut melihat semua nama-nama yang tertulis di dalam arsip itu. Dan tanpa diberitahu siapapun, aku segera menyadari dengan pasti aku ada dimana.
Ruangan tanpa kehidupan ini dengan kartu-kartu arsip yang kecil-kecil merupakan sistem katalog bagi garis besar kehidupanku. Di sini tertulis tindakan-tindakan setiap saat dalam kehidupanku, besar atau kecil, dengan rincian yang tidak dapat dibandingkan dengan daya ingatku. Dengan perasaan kagum dan ingin tahu, digabungkan dengan rasa ngeri, berkecamuk di dalam diriku ketika aku mulai membuka kartu-kartu arsip itu secara acak, menyelidiki isi arsip ini. Beberapa arsip membawa sukacita dan kenangan yang manis; yang lainnya membuat aku malu dan menyesal sedemikian hebat sehingga aku melirik lewat bahu aku apakah ada orang lain yang melihat arsip ini.
Arsip berjudul "Teman-Teman" ada di sebelah arsip yang bertanda "Teman-teman yang Aku Khianati". Judul arsip-arsip itu berkisar dari hal-hal biasa yang membosankan sampai hal-hal yang aneh. "Buku-buku Yang Aku Telah Baca". "Dusta-dusta yang Aku Katakan". "Penghiburan yang Aku Berikan". "Lelucon yang Aku Tertawakan". Beberapa judul ada yang sangat tepat menjelaskan kekonyolannya: "Makian Buat Saudara-saudaraku".
Arsip lain memuat judul yang sama sekali tak membuat aku tertawa: "Hal-hal yang Aku Perbuat dalam Kemarahanku.", "Gerutuanku terhadap Orangtuaku". Aku tak pernah berhenti dikejutkan oleh isi arsip-arsip ini. Seringkali di sana ada lebih banyak lagi kartu arsip tentang suatu hal daripada yang aku bayangkan. Kadang-kadang ada yang lebih sedikit dari yang aku harapkan. Aku terpana melihat seluruh isi kehidupanku yang telah aku jalani seperti yang direkam di dalam arsip ini.
Mungkinkah aku memiliki waktu untuk mengisi masing-masing arsip ini yang berjumlah ribuan bahkan jutaan kartu? Namun setiap kartu arsip itu menegaskan kenyataan itu. Setiap kartu itu tertulis dengan tulisan tanganku sendiri. Setiap kartu itu ditanda-tangani dengan tanda tanganku sendiri.
Ketika aku menarik kartu arsip bertanda "Pertunjukan- pertunjukan TV yang Aku Tonton", aku menyadari bahwa arsip ini semakin bertambah memuat isinya. Kartu-kartu arsip tentang acara TV yang kutonton itu disusun dengan padat, dan setelah dua atau tiga yard, aku tak dapat menemukan ujung arsip itu. Aku menutupnya, merasa malu, bukan karena kualitas tontonan TV itu, tetapi karena betapa banyaknya waktu yang telah aku habiskan di depan TV seperti yang ditunjukkan di dalam arsip ini.
Ketika aku sampai pada arsip yang bertanda "Pikiran-Pikiran yang Ngeres", aku merasa merinding di sekujur tubuhku. Aku menarik arsip ini hanya satu inci, tak mau melihat seberapa banyak isinya, dan menarik sebuah kartu arsip. Aku terperangah melihat isinya yang lengkap dan persis. Aku merasa mual mengetahui bahwa ada saat di hidupku yang pernah memikirkan hal-hal kotor seperti yang dicatat di kartu itu. Aku merasa marah.
Satu pikiran menguasai otakku: Tak ada seorangpun yang boleh melihat isi kartu-kartu arsip in! Tak ada seorangpun yang boleh memasuki ruangan ini! Aku harus menghancurkan arsip-arsip ini! Dengan mengamuk bagai orang gila aku mengacak-acak dan melemparkan kartu-kartu arsip ini. Tak peduli berapa banyaknya kartu arsip ini, aku harus mengosongkannya dan membakarnya. Namun pada saat aku mengambil dan menaruhnya di suatu sisi dan menumpuknya di lantai, aku tak dapat menghancurkan satu kartupun. Aku mulai menjadi putus asa dan menarik sebuah kartu arsip, hanya mendapati bahwa kartu itu sekuat baja ketika aku mencoba merobeknya. Merasa kalah dan tak berdaya, aku mengembalikan kartu arsip itu ke tempatnya. Sambil menyandarkan kepalaku di dinding, aku mengeluarkan keluhan panjang yang mengasihani diri sendiri.
Dan kemudian aku melihatnya. Kartu itu berjudul "Orang-orang yang Pernah Aku Bagikan Injil". Kotak arsip ini lebih bercahaya dibandingkan kotak arsip di sekitarnya, lebih baru, dan hampir kosong isinya. Aku tarik kotak arsip ini dan sangat pendek, tidak lebih dari tiga inci panjangnya. Aku dapat menghitung jumlah kartu-kartu itu dengan jari di satu tangan. Dan kemudian mengalirlah air mataku. Aku mulai menangis. Sesenggukan begitu dalam sehingga sampai terasa sakit. Rasa sakit itu menjalar dari dalam perutku dan mengguncang seluruh tubuhku. Aku jatuh tersungkur, berlutut, dan menangis. Aku menangis karena malu, dikuasai perasaan yang memalukan karena perbuatanku. Jajaran kotak arsip ini membayang di antara air mataku. Tak ada seorangpun yang boleh melihat ruangan ini, tak seorangpun boleh.
Aku harus mengunci ruangan ini dan menyembunyikan kuncinya. Namun ketika aku menghapus air mata ini, aku melihat Dia.
Oh, jangan! Jangan Dia! Jangan di sini. Oh, yang lain boleh asalkan jangan Yesus! Aku memandang tanpa daya ketika Ia mulai membuka arsip-arsip itu dan membaca kartu-kartunya. Aku tak tahan melihat bagaimana reaksi-Nya. Dan pada saat aku memberanikan diri memandang wajah-Nya, aku melihat dukacita yang lebih dalam dari pada dukacitaku. Ia nampaknya dengan intuisi yang kuat mendapati kotak-kotak arsip yang paling buruk.
Mengapa Ia harus membaca setiap arsip ini? Akhirnya Ia berbalik dan memandangku dari seberang di ruangan itu. Ia memandangku dengan rasa iba di mata-Nya. Namun itu rasa iba, bukan rasa marah terhadapku. Aku menundukkan kepalaku, menutupi wajahku dengan tanganku, dan mulai menangis lagi. Ia berjalan mendekat dan merangkulku. Ia seharusnya dapat mengatakan banyak hal. Namun Ia tidak berkata sepatah katapun. Ia hanya menangis bersamaku.
Kemudian Ia berdiri dan berjalan kembali ke arah dinding arsip-arsip. Mulai dari ujung yang satu di ruangan itu, Ia mengambil satu arsip dan, satu demi satu, mulai menandatangani nama-Nya di atas tanda tanganku pada masing-masing kartu arsip. "Jangan!" seruku bergegas ke arah-Nya. Apa yang dapat aku katakan hanyalah "Jangan, jangan!" ketika aku merebut kartu itu dari tangan-Nya. Nama-Nya jangan sampai ada di kartu-kartu arsip itu. Namun demikian tanpa dapat kucegah, tertulis di semua kartu itu nama-Nya dengan tinta merah, begitu jelas, dan begitu hidup. Nama Yesus menutupi namaku. Kartu itu ditulisi dengan darah Yesus! Ia dengan lembut mengambil kembali kartu-kartu arsip yang aku rebut tadi. Ia tersenyum dengan sedih dan mulai menandatangani kartu-kartu itu. Aku kira aku tidak akan pernah mengerti bagaimana Ia melakukannya dengan demikian cepat, namun kemudian segera menyelesaikan kartu terakhir dan berjalan mendekatiku. Ia menaruh tangan-Nya di pundakku dan berkata, "Sudah selesai!"
Aku bangkit berdiri, dan Ia menuntunku ke luar ruangan itu. Tidak ada kunci di pintu ruangan itu. Masih ada kartu-kartu yang akan ditulis dalam sisa kehidupanku.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)
Jika anda ingin meneruskan pesan ini kepada sebanyak mungkin orang-orang sehingga kasih Tuhan Yesus akan menjamah hidup mereka, forwardlah email ini! Arsip "Orang-Orang yang Aku Bagikan Injil" milikku akan makin bertambah besar, bagaimana dengan milik anda?
(A good and useful message is always so close to those who need to hear it, but it needs your help to get to them. Only one click! I encourage you to share this one; only a click and the message shall be delivered!)
My Blog List
-
Semangat - Waduh... udah kls 6 .. Ada Unas Nih . Harus semangat, belajar terus . Kalau gk Belajar gk bisa Lulus Sd .12 years ago
-
Gunung Salak - Gunung SalakDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Gunung Salak Gunung Salak, dilihat dari arah Bogor Ketinggian 2.221 m Lokasi Lokasi Jawa Ba...14 years ago
-
Rabu, 12 January 2011 Berani Hidup - Berani Hidup Baca: Filipi 1:20-26 Ayat Mas: Filipi 1:21 Bacaan Alkitab Setahun: Zefanya 1-3 Seorang pemuda Palestina melilit tubuhnya dengan rangkaian bom....15 years ago
-
Awal berkarya - Cafe Siluet... Nama Cafe ini kami dapatkan dari masukan beberapa teman yang berkumpul di rumah pada bulan November 2009. Siluet menurut artinya adalah ...16 years ago
-
Andrew Awal December 2009 - Andrew semakin hari semakin besar, sudah mulai pintar berdebat. Apa karena kita orang tua yang terlalu demokratis.. Minggu 1 di December, Andrew udah mulai ...16 years ago
-
-