Kids

Kids

Welcome to my stories..

Sweet, hate, crying, laugh, smile... angry..
Just tell me...
Love just for everybody who love each other

Inspiring me very much

Hidup ini adalah serangkaian masalah : Bila saat ini kita sedang bergumul dengan sebuah masalah, sebenarnya kita baru saja keluar dari suatu masalah, atau kita sedang bersiap bertemu masalah yang baru. Allah lebih tertarik membuat hidup kita Kudus ketimbang membuat hidup kita bahagia

Monday, August 31, 2009

Titik Hitam di atas Kertas Putih ...

POstingan iek...
Dari emailnya Judist.. thanks yaa....



Bertahun-tahun yang lalu hingga sekitar beberapa bulan yang lalu, terus terang saya menjadi seorang yang merasa kehidupan dunia ini datar-datar saja, tidak ada yang istimewa dan layak disyukuri. Bagi saya saat tidurlah suatu kebahagiaan terindah. Entahlah, saya begitu menyesal atas apa yang saya miliki, istri, pekerjaan, kehidupan, kemampuan serta fisik yang saya miliki sepertinya tidak sesuai harapan. Saya selalu merasa menjadi orang yang KEKURANGAN di dunia ini. Semakin kuat saya berusaha untuk merubah keadaan, yang saya terima adalah semakin banyak kekecewaan. Saya tidak tahu harus memulai dari mana, hingga suatu saat seorang sahabat memberikan suatu nasehat yang sungguh luar biasa dan memberikan suatu gambaran utuh tentang sebuah arti syukur dalam kehidupan. Di suatu tempat aku dan sahabatku berbincang-bincang :

Ya...aku mengerti apa yang kau alami, tidak hanya kamu akupun sendiri pernah mengalami dan mungkin banyak orang lainnya, sekarang aku akan ambil satu kertas putih kosong dan aku tunjukkan padamu, apa yang kamu lihat ?, ucap sahabatku.

Aku tidak melihat apa-apa semuanya putih, jawabku lirih.

Sambil mengambil spidol hitam dan membuat satu titik ditengah kertasnya, sahabatku berkata
"Nah..sekarang aku telah beri sebuah titik hitam diatas kertas itu, sekarang gambar apa yang kamu lihat?".

"Aku melihat satu titik hitam", jawabku cepat.

"Pastikan lagi !", timpal sahabatku.

"titik hitam", jawabku dengan yakin.

"Sekarang aku tahu penyebab masalahmu. Kenapa engkau hanya melihat satu titik hitam saja dari kertas tadi? Cobalah rubah sudut pandangmu, menurutku yang kulihat bukan titik hitam tapi tetap sebuah kertas putih meski ada satu noda didalamnya, aku melihat lebih banyak warna putih dari kertas tersebut sedangkan kenapa engkau hanya melihat hitamnya saja dan itu pun hanya setitik ?". Jawab Sahabatku dengan lantang,

"Sekarang mengertikah kamu?, Dalam hidup, bahagia atau tidaknya hidupmu tergantung dari sudut pandangmu memandang hidup itu sendiri, jika engkau selalu melihat titik hitam tadi yang bisa diartikan kekecewaan, kekurangan dan keburukan dalam hidup maka hal-hal itulah yang akan selalu hinggap dan menemani dalam hidupmu".

"Cobalah fahami, bukankah disekelilingmu penuh dengan warna putih, yang artinya begitu banyak anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kamu, kamu masih bisa melihat, mendengar, membaca, berjalan, fisik yang utuh dan sehat, anak yang lucu-lucu dan begitu banyak kebaikan dari istrimu daripada kekurangannya, berapa banyak suami-suami yang kehilangan istrinya?
Juga begitu banyak kebaikan dari pekerjaanmu dilain sisi banyak orang yang antri dan menderita karena mencari pekerjaan. Begitu banyak orang yang lebih miskin bahkan lebih kekurangan daripada kamu, kamu masih memiliki rumah untuk berteduh, aset sebagai simpananmu di hari tua, tabungan, asuransi dan teman-teman yang baik yang selalu mendukungmu. Kenapa engkau selalu melihat sebuah titik hitam saja dalam hidupmu ?" dan juga........

Itulah kamu, betapa mudahnya melihat keburukan orang lain, padahal begitu banyak hal baik yang telah diberikan orang lain kepada kamu.

Itulah kamu, betapa mudahnya melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, sedangkan kamu lupa kelemahan dan kekurangan diri kamu.

Itulah kamu, betapa mudahnya kamu menyalahkan dan mengingkari-Nya atas kesusahan hidupmu, padahal begitu besar anugerah dan karunia yang telah diberikan oleh-Nya dalam hidupmu.

Itulah kamu betapa mudahnya menyesali hidup kamu padahal banyak kebahagiaan telah diciptakan untuk kamu dan menanti kamu .

"Mengapa kamu hanya melihat satu titik hitam pada kertas ini? PADAHAL SEBAGIAN KERTAS INI BERWARNA PUTIH ?, sekarang mengertikah engkau?", ucap sahabatku sambil pergi (entah kemana).

"Ya aku mengerti", ucapku lirih.

Kertas itu aku ambil, aku buatkan satu pigora indah dan aku gantung di dinding rumahku. Bukan untuk SESEMBAHAN bagiku tapi sebagai PENGINGAT dikala lupa, ...lupa...bahwa begitu banyak warna putih di hidupku daripada sebuah titik hitam.
Sejak itu aku mencintai HIDUP ini. Bisa Hidup adalah suatu anugerah yang paling besar yang diberikan kepada kita oleh Perekayasa Agung...
Aku tidak akan menyia-nyiakannya. Pak Mario pun juga pernah berpesan kepadaku :

Kadang-kadang Tuhan menaruh kita pada tempat yang sulit supaya kita tahu dan menyadari bahwa tidak ada yang sulit bagi Tuhan

Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu ...
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI oleh karena itu AKU SELALU
MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN........

Wednesday, August 12, 2009

Tetap tersenyum ya Bu..


POstingan iek...


4 Agustus 2009


3 tahun sudah bapakku terkasih Andreas Herman Soemantoko berpulang ke pangkuan Bapa disurga. Ku diajar untuk mengucap syukur untuk segala sesuatu yang terjadi.

Kepulangan bapakku ke Surga, ku yakini dengan ucapan syukur.


Bersyukur karena beliau tidak merasakan lagi derita sakit kanker yang sudah diidapnya hampir 2 tahun sebelum beliau meninggal. Bersyukur pula karena ibuku tidak lagi mendapatkan beban untuk kepenatan, rasa gelisah dan kesedihannya.


Ku tahu pengabdian ibu semasa bapak sakit, sangat membuatku malu pada diriku sendiri.

Apa yang ku lakukan buat ibu dan bapakku saat itu. Nothing..

Membersihkan pup bapak saja aku muntah, walau ku ingin sekali bisa membersihkan.

Tapi setiap kali meliat pupnya yang berbentuk butiran hitam ku selalu muntah.


Ibuku begitu kuat menghadapinya, mengangkat bapak yang sudah tidak bisa ke kamar mandi, terbaring lemah di tempat tidur, memandikannya, membuang air seni, membersihkan pupnya.

Mencuci baju, mengurus adit yang akan sekolah.

Ku hanya punya 4 jempol yang bisa diacungkan buat beliau.

Ibuku yang hebat.


Beban yang berat juga semakin menumpuk di pundaknya ketika mengetahui kakakku terkasih melakukan kesalahan di kantornya.

Cacian, makian, tagihan dari berbagai bank menghimpitnya setiap hari.

Ku tahu ibu setiap malam menangis, walau ku tak melihatnya.

Tapi apa yang ku lakukan...?? Nothing


Sudah 4 bulan berlalu dari hari ini Mba yani pergi, kemarin dia menelepon ibu dengan isak tangisnya. meminta ampunan atas perbuatannya ke ibu.


Apa yang kurasakan, ku ingin sekali mencarinya.

Ku tak tahu apa yang akan ku lakukan saat ku menemuinya.


Pukulan, tamparan, tendangan, makian, atau pelukan karena ku juga sangat merindukannya dan kuatir akan keberadaannya.

Terkadang kekecewaan akan kelakuannya sangat menyakitkan.


Tapi satu hal yang kutau pasti.

Ibuku selalu memaafkan, ku tahu ibuku kehilangan, ku tahu ibuku merelakan, tapi di hati kecilnya selalu ada doa buat kami semua anak-anaknya, walau kami sering menyakitinya.


Cuma 1 yang kuinginkan.

Ibu selalu tersenyum buat kami, walau hatimu sakit.

Biarkan kami mencoba untuk membuatmu tersenyum.


We love u mom.. always love u





POstingan iek...


Siang ini, ku mendapatkan kiriman email dari rekan sekerjaku, dan membuatku terharu, hatiku serasa ditusuk pedang bermata dua.

Karena sampai sekarang ku masih belum bisa berbakti dan menyenangkan hati ibuku..
Bahkan ku sering kali, membuatnya menangis karena kuatir, kecewa, dan marah.

Maafkan aku ibu, karena ku berusaha tidak menambah bebanmu, dan ku mau kau bahagia..

IBU....

Aku lahir dari perut ibu.. (bukan kata org...memang betulKAN.... ..)
Bila dahaga, yang susukan aku....ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku....ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut....Ibu
Bila bangun tidur, aku cari....ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ....ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati....ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah....ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu
Bila nakal, yang memarahi aku....ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma.....ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....ibu
Bila takut, yang menenangkan aku....ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....ibu
Aku selalu teringatkan ....ibu
Bila sedih, aku mesti telepon....ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... ..ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu
Bila takut, aku selalu panggil... "ibuuuuu! "
Bila sakit, orang paling risau adalah....ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga....ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku....ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau.... ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ini... ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. ...ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu memberi bekal.....ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku.....ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku...ibu
Yang selalu memuji aku....ibu
Yang selalu menasihati aku....ibu
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta
persetujuan. ....ibu

Aku ada pasangan hidup sendiri....
Bila senang, aku cari....pasanganku
Bila sedih, aku cari....ibu
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada.....ibu
Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat....ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu

Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"
Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu... ibu ingat aku
Setiap saat... aku akan telepon pasanganku
Entah kapan... aku ingin telepon ibu
Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu


Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya......
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya....... .
Berapa banyak yang sanggup membuang belatung dan membersihkan luka kudis ibunya....
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....


Renungkan: "Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja... masih ingatkah kau pada ibu? tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah". Berderai air mata jika kita mendengarnya. ....... Tapi kalau ibu sudah tiada....... ... IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....

Mungkin saat ini ku hanya bisa berdoa untukmu ibu.

Wednesday, July 15, 2009

Dasar Kesetiaan adalah Kasih

Setia dalam Kekosongan

Bacaan hari ini:
HYPERLINK "http://www.renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2009-07-15

Ada uang abang disayang, tidak ada uang abang ditendang." Inilah sebuah ungkapan yang menyatakan ketidaksetiaan. Tak mudah memang untuk setia, apalagi jika kesetiaan tidak hanya untuk diucapkan, tetapi perlu dibuktikan. Ada tiga penguji kesetiaan. Pertama, waktu. Seberapa lama kita bisa setia? Kedua, jarak. Kita bisa setia saat dekat, tetapi bagaimana jika kita terpisah jauh? Ketiga, keadaan. Kalau lagi senang kita akan setia, tetapi bagaimana jika dalam keadaan yang sulit?
Rut adalah seorang yang setia. Waktu Naomi dan keluarganya baru datang ke Moab, mereka adalah keluarga yang memiliki harta. Jadi, boleh dikatakan Rut menikah dengan anak dari keluarga yang lumayan berada—Alkitab tidak menyebut berapa banyak kekayaan Naomi, tetapi ada pernyataan bahwa Naomi "pergi dengan tangan penuh" (1:21). Akan tetapi, setelah Elimelekh dan kedua anaknya meninggal dunia, Naomi jatuh miskin—"tetapi dengan tangan kosong Tuhan memulangkan aku". Di sinilah kesetiaan Rut diuji dan ia berhasil. Rut tidak meninggalkan Naomi dalam "kekosongannya".
Mudah sekali untuk setia kepada orang yang banyak harta benda dan tinggi kedudukan. Sebaliknya, sulit sekali untuk setia kepada orang yang sedang jatuh atau tidak punya apa-apa lagi. Rut bisa tetap setia karena dasar kesetiaannya adalah kasih, bukan harta. Oleh sebab itu, jikalau kita mau menjadi orang yang setia, baik kepada istri atau suami, pelayanan, bahkan kepada Tuhan, kita harus mengubah dasar kesetiaan kita. Biarlah kasih yang selalu menjadi alasan mengapa kita setia.
Jangan biarkan kesetiaan kita ditentukan oleh harta, tetapi tentukanlah kesetiaan kita oleh kasih

Wednesday, May 27, 2009

Motivation today..

POstingan iek...


Hadapi masa lalumu tanpa sesal.
Tangani saat sekarang dengan percaya diri.
Bersiaplah untuk masa depan tanpa rasa takut.
Peganglah iman dan tanggalkan ketakutan.

Orang bijak berkata, 'Hidup harus menjadi sebuah proses perbaikan yang terus berlanjut, membuang kejahatan dan mengembangkan kebaikan...Jika engkau ingin menjalani hidup tanpa rasa takut, engkau harus memiliki hati nurani yang baik sebagai tiketnya...

Hal yang terindah adalah melihat seseorang tersenyum... .
Tapi yang terlebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya! !

Thanks Yudis 4 this..

Friday, May 15, 2009

Karakter ku yang mana yaa...

POstingan iek...

KOLERIS pada umumnya mempunyai:
KEKUATAN:* Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif* Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan* Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target* Bebas dan mandiri* Berani menghadapi tantangan dan masalah* "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini".* Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat* Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas* Membuat dan menentukan tujuan* Terdorong oleh tantangan dan tantangan* Tidak begitu perlu teman* Mau memimpin dan mengorganisasi* Biasanya benar dan punya visi ke depan* Unggul dalam keadaan darurat
KELEMAHAN:* Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)* Senang memerintah* Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai* Menyukai kontroversi dan pertengkaran* Terlalu kaku dan kuat/ keras* Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik* Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci* Sering membuat keputusan tergesa-gesa* Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain* Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan* Workaholics (kerja adalah "tuhan"-nya)* Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf* Mungkin selalu benar tetapi tidak populerkalau

MELANKOLIS:
KEKUATAN:* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)* Sensitif* Mau mengorbankan diri dan idealis* Standar tinggi dan perfeksionis* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)* Hemat* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)* Kalau sudah mulai, dituntaskan.* Berteman dengan hati-hati.* Puas di belakang layar, menghindari perhatian.* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi* Sangat memperhatikan orang lain
KELEMAHAN:* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)* Mengingat yang negatif & pendendam* Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan* Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan* Hidup berdasarkan definisi* Sulit bersosialisasi* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)* Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)* Memerlukan persetujuankalau

PLEGMATIS:
KEKUATAN:* Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh* Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik* Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana* Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)* Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi* Penengah masalah yg baik* Cenderung berusaha menemukan cara termudah* Baik di bawah tekanan* Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan* Rasa humor yg tajam* Senang melihat dan mengawasi* Berbelaskasihan dan peduli* Mudah diajak rukun dan damai
KELEMAHAN:* Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru* Takut dan khawatir* Menghindari konflik dan tanggung jawab* Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)* Terlalu pemalu dan pendiam* Humor kering dan mengejek (Sarkatis)* Kurang berorientasi pada tujuan* Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri* Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat* Tidak senang didesak-desak* Menunda-nunda / menggantungkan masalah.kalau

SANGUINIS:
KEKUATAN:* Suka bicara* Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif* Antusias dan ekspresif* Ceria dan penuh rasa ingin tahu* Hidup di masa sekarang* Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)* Berhati tulus dan kekanak-kanakan* Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)* Umumnya hebat di permukaan* Mudah berteman dan menyukai orang lain* Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian* Menyenangkan dan dicemburui orang lain* Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)* Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan* Menyukai hal-hal yang spontan
KELEMAHAN:* Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)* Membesar-besarkan suatu hal / kejadian* Susah untuk diam* Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)* Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele* RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)* Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)* Mudah berubah-ubah* Susah datang tepat waktu jam kantor* Prioritas kegiatan kacau* Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas* Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya* Egoistis* Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama* Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money".

Thursday, May 14, 2009

Hukum Tabur -Tuai









POstingan iek...

HUKUM TABUR-TUAI DALAM IMAN KRISTEN


Written by Yohanes B. M.

Pembahasan tema “Kita menuai dari apa yang kita tabur” (What we sow, what we reap) mengesankan suatu pembahasan yang mengarah kepada konsep hukum karma yang umumnya dihayati oleh umat Hindu atau Budha. Sebab bukankah hanya agama Hindu atau juga Budha yang sangat terkenal dengan hukum karma? Sebab karma dalam agama Hindu dihayati sebagai: “The total effect of a person's actions and conduct during the successive phases of the person's existence, regarded as determining the person's destiny, especially, in his next incarnation”. Hukum karma dipahami sebagai suatu akibat menyeluruh dari seluruh dan perbuatan seseorang yang dilakukan selama hidupnya, yang mana hasil dari perbuatannya tersebut akan menentukan nasib dirinya khususnya dalam inkarnasi pada kehidupan seseorang di masa mendatang. Mungkin itu sebabnya selaku orang Kristen jarang mengulas hukum “tabur-tuai” karena dengan tegas iman Kristen menyatakan bahwa tidak ada inkarnasi pada masa mendatang setelah seseorang meninggal. Dalam konteks ini iman Kristen memang tidak sejalan dengan ajaran agama Hindu atau Budha soal kehidupan di masa mendatang. Sebab dalam iman Kristen setelah kematian, seseorang tidak mengalami inkarnasi (kelahiran kembali) lagi, tetapi dia harus mempertanggungjawabkan di hadapan pengadilan Allah atas apa yang telah dia lakukan dan imani sepanjang dia hidup. Sebaliknya agama Hindu atau Budha umumnya berpikir secara siklis, yang mana kehidupan seseorang di masa kini menentukan kualitas inkarnasinya di masa mendatang. Tetapi bagaimana sikap iman Kristen dan sikap agama Hindu atau agama-agama lain dengan hukum “apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai”? Sesungguhnya hukum “tabur-tuai” merupakan hukum yang telah dikenal secara umum dan alamiah dalam kehidupan ini. Lima puluh tahun sebelum Kristus lahir, seorang filsuf bangsa Romawi yaitu Marcus T. Cicero, berkata, “As you have sown so shall you reap” (sebagaimana kamu telah menabur, demikian pula kamu akan menuainya). Alam juga mengajarkan hal yang sama. Kita hanya menuai buah mangga ketika kita menabur benih atau biji buah mangga, dan tidak mungkin kita menuai buah yang lain.
Hukum Tabur-Tuai Di Alkitab Manakala kita memperhatikan dengan cermat beberapa bagian dari ayat-ayat Alkitab, kita juga menjumpai ide yang hampir senada.


Di II Kor. 9:6 rasul Paulus berkata: “Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga”.


Dalam hal ini rasul Paulus menempatkan hukum “tabur-tuai” dalam konteks bagaimana jemaat Makedonia yang tetap menunjukkan kemurahan hati dan kasih mereka walaupun mereka saat itu sedang menghadapi kekurangan dan kemiskinan. Atas dasar itu rasul Paulus mengharapkan pula kemurahan hati jemaat di Korintus untuk ambil bagian secara tulus dalam pekerjaan Tuhan. Juga di Gal. 6:7 rasul Paulus berkata: “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu”.


Di surat Galatia ini, rasul Paulus dengan tegas menyatakan bahwa Allah akan menghukum setiap orang menurut tindakan atau perbuatannya. Apabila orang tersebut menabur dalam hidup ini berbagai hawa-nafsu dan keinginan duniawi, maka dia juga akan menuai kebinasaan; sebaliknya apabila seseorang menabur dalam keinginan Roh, maka dia akan menuai hidup yang kekal. Dari ayat-ayat Alkitab tersebut sangat jelas bahwa hukum “tabur-tuai” bukanlah konsep Hinduisme atau suatu agama tertentu. Tetapi konsep hukum “tabur-tuai” sebenarnya juga telah diberlakukan dalam Alkitab sejak awal. Bahkan Allah yang bernama Yahweh adalah Allah yang cemburu, sehingga Dia akan menghukum setiap orang yang beribadah atau menyembah kepada illah lain. Perhatikan Kel. 20:5-6, Allah berfirman: “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku”.


Yahweh yang penuh anugerah dan kasih itu juga Allah yang dapat membalas kesalahan dan dosa kepada umatNya dengan hukuman yang begitu berat apabila mereka menyimpang dari kehendakNya. Kecenderungan umat Kristen adalah terlalu sering hanya menekankan segi kerahiman Allah, yaitu kasih-karunia dan anugerah pengampunanNya, sehingga kita kurang memberikan tempat yang proporsional kepada pembalasan atau hukuman Allah yang lahir dari keadilanNya. Itu sebabnya kita hanya mengedepankan anugerah Allah yang begitu agung sehingga Dia bersedia membenarkan umat yang berdosa karena iman kepada Kristus. Tetapi pada sisi lain kita masih kurang memperhatikan segi tanggungjawab manusia dalam menyikapi anugerah pengampunan yang dikaruniakan di dalam iman kepada Kristus. Karena kita terlalu menekankan anugerah Allah yang begitu agung dengan mengabaikan keadilan dan kekudusanNya, maka tidak mengherankan jikalau banyak orang Kristen kemudian menempatkan makna anugerah Allah tersebut menjadi anugerah yang murah (the cheap grace). Akibatnya mereka kurang menunjukkan sikap tanggungjawab yang optimal dan serius terhadap anugerah Allah yang telah berkenan membenarkan mereka dalam iman kepada Kristus. Fenomena ini menunjukkan telah terjadi suatu kesalahpahaman yang sangat besar terhadap makna anugerah pengampunan Allah di dalam Kristus. Anugerah Allah justru dipertentangkan dengan tanggungjawab perbuatan manusia. Padahal seharusnya makna anugerah Allah menjadi nyata dan efektif ketika diwujudkan tanggungjawab perbuatan; dan pada pihak lain tanggungawab perbuatan menjadi berarti dan benar di hadapan Allah ketika didasari oleh kuasa anugerah Allah yang menyelamatkan. Sehingga sangatlah tepat ketika rasul Yakobus berkata: “Sebab sama seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yak. 2:26).




Hukum Tabur-Tuai Sebagai Sikap Etis Tanggungjawab Manusia Hukum “tabur-tuai” menjadi tidak Alkitabiah atau bertentangan dengan iman Kristen ketika hukum “tabur-tuai” dihayati sebagai jalan keselamatan untuk memperoleh hidup yang kekal. Dengan pemahaman tersebut orang-orang akan berlomba-lomba untuk menabur berbagai perbuatan baik, kebajikan, amal, ibadah dan berbagai hal yang mulia dengan tujuan untuk memperoleh pahala atau dapat menuai keselamatan dari Allah. Makna perbuatan baik (menabur hal-hal yang baik) pada akhirnya hanya dijadikan oleh manusia sebagai sarana untuk mencapai suatu tujuan (menuai hal-hal yang baik) bagi kepentingan dirinya sendiri. Dengan perkataan lain, orang melakukan perbuatan baik atau menabur yang baik karena dia takut menerima atau menuai karma yang buruk. Itu sebabnya mereka mencoba dan berjuang untuk mengumpulkan berbagai perbuatan baik sebagai pahala agar mereka dapat berkenan di hadapan Allah. Namun satu hal yang sangat prinsip sering dilupakan oleh manusia, yaitu bahwa hakikat dan kodrat manusia telah jatuh di bawah kuasa dosa. Sehingga manusia di hadapan Allah pada hakikatnya tidak mampu berbuat benar, walaupun mungkin dia mampu berbuat baik atau melakukan banyak amal di hadapan sesamanya. Dengan perkataan lain, dalam iman Kristen sebenarnya manusia tidak mungkin mampu menyelamatkan dirinya melalui perbuatan baik dan berbagai kebajikan yang dia lakukan. Status keberdosaan manusia telah menjadikan kita lumpuh, najis, dan tidak berdaya untuk berkenan di hadapan Allah. Itu sebabnya seluruh umat manusia membutuhkan Juru-selamat, yang telah hadir di dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Melalui iman kepada Kristus, kita yang gagal, lemah, najis dan berdosa dibenarkan serta diampuni oleh Allah. Jika demikian, bagaimanakah kita selaku orang percaya menyikapi hukum “tabur-tuai”? Sejauh hukum “tabur-tuai” dihayati sebagai bentuk tanggungjawab manusia beriman kepada anugerah pengampunan Allah yang menyelamatkan, sesungguhnya hukum “tabur-tuai” dapat memberikan landasan etis yang kokoh agar kita makin bijaksana dalam menyikapi makna dan tujuan kehidupan ini. Pepatah mengatakan: “Sow a thought you reap an act. Sow an act, you reap a habit. Sow a habit, you reap a character. Sow a character, you reap a consequence”


(taburlah gagasan maka kamu akan menabur tindakan. Taburlah tindakan maka kamu akan menabur kebiasaan. Taburlah kebiasaan, maka kamu akan menabur karakter. Taburlah karakter maka kamu akan menabur nasib).


Sesungguhnya dalam kehidupan ini kita seperti seorang yang sedang merajut serat-serat dari kabel-kabel kehidupan, sehingga ketika serat-serat dari kabel-kabel itu menjadi jalinan yang kokoh maka kita tidak mampu untuk memutuskannya. Itu sebabnya ketika “kabel-kabel keburukan” yang kita rajut menjadi semakin kuat, maka kita tidak akan mampu untuk memutuskan sampai akhir hayat hidup kita. Tetapi sebaliknya ketika kita merajut serat-serat dari “kabel-kabel kebenaran dan kebaikan” maka dalam kepribadian kita akan terbentuk suatu nilai diri yang mulia dan tidak mudah dipatahkan oleh lingkungan yang buruk dan tidak kondusif. Dengan demikian kualitas diri kita sebenarnya terbentuk dalam proses kehidupan yang sangat panjang, yaitu apakah kepribadian kita benar-benar terbentuk secara murni dari hukum “tabur-tuai” yang positif, ataukah hukum “tabur-tuai” yang buruk; atau mungkin campuran dari hukum “tabur-tuai” yang baik dan buruk. Realita hidup menunjukkan bahwa umat manusia hanya berada dalam kemungkinan hukum “tabur-tuai” yang buruk” dan hukum “tabur-tuai” campuran dari yang baik dan yang buruk. Sebab tidak ada seorangpun yang mampu berbuat baik dan benar sejak dia lahir sampai akhir hidupnya, kecuali satu pribadi bernama Yesus Kristus. Karena itu oleh malaikat Allah, Yesus disebut: “kudus, Anak Allah” (Luk. 1:35). Surat Ibrani juga menyatakan tentang diri Kristus, yaitu: “Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibr. 4:15). Sehingga dengan iman kepada Kristus, kita dilayakkan dan dibenarkan di hadapan Allah karena pengorbanan diriNya. Kita juga dikaruniakan oleh kuasa Roh Kudus untuk mematahkan serat-serat kuasa dosa yang telah melilit dan membelenggu kehidupan kita begitu kuat, sehingga kita dimampukan untuk hidup sebagai ciptaan baru, yaitu sebagai anak-anak Allah. Hukum “Tabur-Tuai” Dalam Ciptaan Baru Manakala kita hidup dalam prinsip hukum “tabur-tuai” menurut pola dan ukuran dari dunia ini, maka kehidupan kita saat ini hanya merupakan rangkaian pembalasan dari berbagai perbuatan buruk dan jahat dari nenek-moyang kita. Para leluhur kita sebagai manusia secara faktual teologis dan moral telah melakukan begitu banyak hal yang buruk, dan kita semua mewarisi pula berbagai sifat dan karakter yang buruk tersebut. Kemudian kita mewariskan DNA kita pula kepada anak-anak kita, lalu diwariskan pula kepada para cucu sampai kepada generasi mendatang. Dengan pola pewarisan sifat, karakter atau DNA manusia turun-temurun maka kehidupan manusia akan terus terjebak kepada hukuman dan pembalasan Allah yang tiada habis-habisnya. Siapakah di antara kita yang dapat mengklaim memiliki DNA yang baik dan unggul? Rasul Paulus berkata: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Rom. 3:23). Apabila kehidupan ini hanya ditentukan oleh situasi keberdosaan manusia, maka kita semua dalam kehidupan saat ini dan selanjutnya hanya dapat memetik dan menuai hukuman/murka Allah. Dalam keadilan dan kekudusanNya, Allah akan memberi pembalasan dan hukuman terhadap segala hal yang telah dituai oleh umat manusia. Sebab semua orang telah gagal melakukan atau menabur apa yang baik dan benar serta berkenan di hadapan Allah; sehingga semua orang hanya menuai apa yang telah dia tabur. Melalui berbagai agama, Allah berkenan menyatakan kehendak dan firmanNya agar manusia dapat melepaskan diri dari kuasa dosa. Namun firman Allah yang diwahyukan kepada agama-agama yang ada sepanjang zaman telah terbentur oleh tembok yang kokoh, yaitu suatu kenyataan teologis, yaitu bahwa semua manusia berada di bawah kuasa dosa; sehingga tidak ada seorangpun yang mampu melakukan firman Allah tersebut. Hidup manusia akan tetap berada dalam lingkaran hukum “tabur-tuai” yang mana manusia hanya menuai hal-hal yang buruk karena manusia selalu menabur hal-hal yang buruk dan jahat. Itu sebabnya Allah pada akhirnya memilih cara yang khusus dan unik, yaitu dengan mengaruniakan Kristus agar kita dibenarkan oleh kehidupan dan kematianNya. Surat Ibrani berkata: “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan naabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada” (Ibr. 1:1-2). Jadi dengan pengorbanan dan kematian Kristus di atas kayu salib, Allah secara definitif telah mematahkan “karma” dari hukum “tabur-tuai” agar manusia dapat hidup dalam damai-sejahtera dengan Allah dan dengan sesama serta dirinya. Melalui Kristus, Allah telah menyediakan keselamatan kepada setiap orang agar mereka dapat hidup sebagai ciptaan yang baru. Rasul Paulus berkata: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (II Kor. 5:17). Jadi iman kepada Kristus seharusnya ditandai oleh sikap pertobatan sebagai transformasi spiritualitas dan kehidupan yang baru. Transformasi spiritualitas hidup tersebut bagi orang yang percaya bukan hanya sebagai suatu kemungkinan tetapi diimani sebagai suatu jaminan, bahwa di dalam Kristus kita dimampukan untuk menjadi ciptaan baru. Rahasia kekuatan dari transformasi spiritualitas ciptaan baru tersebut terletak pada realita teologis dan iman yaitu bahwa Kristus telah menebus kita dari cara hidup kita yang sia-sia yaitu cara hidup yang telah kita warisi dari nenek-moyang kita. Makna dari penebusan Kristus adalah bahwa Dia telah ditetapkan oleh Allah untuk menggantikan atau menebus segenap dosa termasuk pula dosa warisan yang tidak mampu kita pikul dengan kekuatan kita sendiri. Sehingga ketika kita ditebus oleh kematian Kristus, sesungguhnya segenap dosa warisan dari nenek-moyang kita telah dipatahkan oleh Kristus; sehingga dalam perjalanan hidup ke depan kita tidak lagi memikul beban dosa yang begitu berat. Itu sebabnya penulis surat Petrus berkata: “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat” (I Petr. 1:18-19). Dengan demikian iman Kristen menempatkan pengorbanan dan kematian Kristus sebagai penentu keselamatan yang definitif bagi seluruh umat manusia. Sebab tanpa darah dan kematian Kristus, umat manusia akan tetap terus memikul segenap dosa warisan dari nenek-moyang mereka sehingga tidak tersedia kemungkinan bagi umat manusia untuk memperoleh keselamatan dari Allah. Perspektif Yang Baru Dari “Hukum Tabur-Tuai” Kristus adalah sumber dan kekuatan dari transformasi hidup, sehingga dengan hidup di dalam Kristus, kita dikaruniakan memiliki perspektif yang baru untuk menyikapi kehidupan ini secara lebih arif dan benar. Melalui kematianNya, kita telah dibebaskan dari kutuk dosa sehingga kita dipulihkan dan dijadikan sebagai anak-anak Allah. Anugerah keselamatan dari Allah ini menjadi titik balik yang menentukan sehingga kita tidak lagi menghabiskan enersi spiritualitas, akali-budi, dan kekuatan manusiawi yang ada untuk berdamai dan berkenan di hadapan Allah. Tetapi di dalam Kristus, kita dibimbing dan dimampukan oleh kuasa anugerah Allah untuk hidup yang baru. Itu sebabnya rasul Paulus berkata: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Ef. 2:8-9). Namun apakah setelah itu kita boleh menyerahkan segala kewajiban dan tanggungjawab etis kita kepada Kristus? Pertanyaan tersebut perlu direnungkan secara mendalam dan serius, karena begitu banyak orang Kristen yang terlalu mudah berkata bahwa “Kristuslah yang akan menentukan kehidupan mereka” atau mereka gampang berkata: “kini kami hidup dengan anugerah keselamatan dari Kristus” tetapi dengan pengertian: mereka ingin melepaskan diri tanggungjawab etis dengan melalaikan makna hukum “tabur-tuai” secara etis! Memang di Ef. 2:8-9 rasul Paulus menyatakan bahwa kita diselamatkan karena kasih karunia Allah yang terjadi bukan karena hasil usaha dan pekerjaan kita. Namun buah keselamatan dari anugerah Allah tersebut kemudian dinyatakan oleh rasul Paulus pada ayat berikutnya, yaitu: “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Ef. 2:10). Jadi dalam Ef. 2:10, rasul Paulus menegaskan bahwa setelah kita menerima anugerah keselamatan dari Allah yang telah dikerjakan oleh Kristus, maka kini kita wajib untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya. Jadi setiap orang Kristen pada hakikatnya tetap terikat oleh hukum “tabur-tuai” yaitu apakah mereka menabur hal-hal yang benar dan mulia sebagai respon mereka terhadap anugerah keselamatan Allah; ataukah sebaliknya justru mereka menabur hal-hal yang buruk dan jahat karena mereka sama sekali tidak menghargai anugerah keselamatan Allah. Manakala mereka menyadari dirinya sebagai buatan atau ciptaan Allah yang baru, maka mereka akan merajut setiap serat kebenaran firman dan hikmat Allah agar terbentuk suatu pola hidup iman yang makin sehat dan menjadi berkat bagi sesamanya. Kepada mereka yang telah memiliki spiritualitas diri sebagai ciptaan baru yang diwujudkan dengan melakukan berbagai pekerjaan baik, maka pastilah mereka juga akan menuai hal-hal yang benar dan mulia. Tetapi kepada mereka yang hanya menjadikan kekristenan sekedar suatu predikat atau simbol belaka tanpa disertai tindakan dan perbuatan yang seharusnya, maka mereka juga akan menuai dari apa yang telah mereka tabur. Dengan demikian nama atau label “kekristenan” yang dinyatakan dalam sakramen baptis-sidi tidak secara otomatis menyelamatkan apabila tidak disertai oleh perbuatan sebagai manifestasi dari tanggungjwab imannya. Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata: “Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga” (Mat. 7:21). Hukum “tabur-tuai” tetap berlaku bagi setiap umat Kristen. Bahkan hukum “tabur-tuai” menjadi lebih dituntut secara kualitatif etis kepada umat Kristen, karena mereka telah menerima anugerah keselamatan Allah melalui pengorbanan Kristus. Ibr. 10:26-27 berkata: “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka”. Jadi tidaklah benar ajaran yang menyatakan bahwa setiap orang Kristen pasti diselamatkan! Pernyataan tersebut sangat berbahaya dan menyesatkan, sebab selain tidak bersikap realistis terhadap perilaku buruk/jahat dari oknum-oknum yang beragama Kristen; pernyataan tersebut juga tidak memberi motivasi yang sehat dan menyadarkan umat untuk sungguh-sungguh melaksanakan tanggungjwab etis dan imannya secara konkrit. Namun kepada setiap orang Kristen yang hidup secara berkualitas, dan memiliki spiritualitas serta integritas yang tinggi dan etis sebagaimana yang diajarkan oleh Kristus, maka pastilah mereka akan memperoleh keselamatan dan hidup yang kekal. Padahal di sinilah tuntutan Kristus yang paling berat. Sebab makna hukum “tabur-tuai” tidak lagi dihayati sebagai rangkaian perbuatan dan akibatnya secara lahiriah atau ritual keagamaan belaka . Orang Kristen tidak hanya dituntut untuk melakukan kehendak Allah sebagaimana yang diperintahkan dalam Sepuluh Firman, tetapi mereka juga dituntut sempurna secara batiniah dalam spiritualitas mereka. Dalam hal ini kita diajar oleh Tuhan Yesus agar tidak melakukan kekerasan fisik, tetapi juga kita dilarang oleh Tuhan Yesus untuk marah dan berkata-kata yang jahat sebab dianggap sama dengan tindakan membunuh. Tuhan Yesus berkata: “Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata keapdamu: setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala” (Mat. 5:21-22). Perspektif yang baru dari Kristus tentang hukum “tabur-tuai” adalah terletak pada kecermatan Kristus terhadap sumber yang terdalam dari hati manusia, yang mana dalam sumber mental tersebut terletak seluruh akar dari berbagai perbuatan jahat. Itu sebabnya setiap orang Kristen dipanggil untuk selalu hidup cermat, jeli, kritis dan mengutamakan segi kedalaman serta kematangan spiritualitasnya agar hidup mereka dapat terus-menerus diterangi oleh Roh Kudus. Sebab apabila mereka hanya benar melakukan tuntutan firman Allah secara fisik, mereka masih harus diadili oleh Allah karena belum melakukan tuntutan firman Allah secara rohaniah sebagaimana yang telah diajarkan dan diteladani oleh Tuhan Yesus Kristus.

Wednesday, May 13, 2009

Kenakalan seorang Radithya Bintang ke 2


POstingan iek...

Rabu, 13 may 2009

Awalnya ku hanya sms karena perlu nomor pelanggan rekening telepon rumah surabaya. Karena tak sabar menunggu jawaban sms yang sudah hampir 10 menit terkirim belum dijawab-jawab. Akhirnya ku telepon anakku Radithya Bintang.

Ternyata dia masih di rumah kakakku di Sidoarjo. Dan yang terima adalah mas bambang.
Terdengarlah kabar Mas Adit nonjok anak perempuan tetangga sebelah rumahnya.

Awalnya karena berebut sepedanya Mas Andar dan ndak dikasih sama anak perempuan itu tadi, kemudian mas Adit dicubit.
Tapi balasannya mas Adit nonjok anak perempuan itu.

Ku jadi marah... akhirnya ku ngomong sama Adith.
Ku tanya kenapa anak laki nonjok anak perempuan, dan mas adit menjawab dengan memberi cerita kejadiannya.
Ku ulangi lagi pertanyaanku, kenapa anak lagi nonjok anak perempuan.

Ku jadi ingat setiap kalil ku pulang, ngobrol berdua sama adith..
Ada 4 hal yang selalu kutekankan.
1. Jangan lupa berdoa
2. Jaga Orang tua
3. Jaga adik
4. Jaga perempuan

Karena aku mau dia jadi Laki-laki yang menghargai dan menjaga perempuan.
Bukan karena aku perempuan yang memang selalu ingin dijaga.

Tapi aku mau anakku jadi anak yang bertanggung jawab.
Moga Tuhan berikan hikmatNya untuk kami..

Monday, May 11, 2009

"Everything Happens For A Reason"


POstingan iek... email dari Malaika



"Everything Happens For A Reason"


Semoga bermanfaat ...................
JALAN DENGAN KEONG

Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.
Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak,
Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit
Aku mendesak, menghardik, memarahinya,
Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf,
Serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !"
Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka.
Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.

Wednesday, May 06, 2009

POstingan iek...
Rabu, 6 May 2009

Pagi ini dilalui dengan keceriaan…
Andrew mau bangun pagi, mandinya cepet, maemnya pinter.
Pokoknya lancer deh, dan berangkat pun menyenangkan.

Tapi mulai diperjalanan, awal keresahan..
Setelah lepas kota legenda, muacetttttttt, kendaraan ndak bisa salib tronton yang sudah ada 300 meter didepan kita.
Karena motor dan mobil dari arah berlawanan sudah melaju dengan gila dan tidak bisa diatur. Kalau dipaksain salib, kemungkinan ada korban bisa 99% hehhehe….
1%nya hampir jadi korban...
Motornya rapet begitu, malahan ada yang setor badan di depan tronton …

Kayaknya dulu, segila-gilanya aku balapan di jalan dan di pacuan tidak segila itu buat setor nyawa tiada hasil , tiada arti dan tiada makna huahhaha…

Sampai di tol bekasi timur, juga mulai nich…
Bisnya ndak lewat2, udah 15 menit berjalan.
Ku jalanin dengan melangkahkan kakinya berjalan melawan arus menuju ke BTC dan lanjut terus kearah timur.
15 menit sudah kulewati, terlihat Bis Sinar Jaya 146 melaju perlahan, naik deh ku ke dalam bis itu. Dan akhirnya bobo manis..

Tak terasa ditengah ku terlelap, jam hp sudah menujuk ke pukul 07.00, huaahhaha ku masi di posisi antri di gerbang tol jati bening..
Karena udah ngantuk, akhirnya ku terlelap lagi, sampai akhirnya kondektur menagih ongkos. Ku buka mata lagi, hua kembali ku terperanjat masih antri masuk ke tol dalam kota..

Ya sudah dinikmati saja deh..
Waktu berlalu, ku terlelap lagi, dan terbangun dengan posisi bis sudah keluar tol. Waktu menunjukkan pukul 07.23.
Bis yang berjalan perlahan, akhirnya mneghantarkanku di depan Gudang garam Pulomas, dengan waktu menunjukkan pukul 07.39 hehhe..
Berganti metro mini, dan apa yang terjadi, metromini sampai di per4an cempaka mas, tidak bergerak sama sekali, udah 30 menit berlalu hehhehe….

Ternyata genangan hehhehe..
Sampai kantor jam 08.15an…
Maniez banget dehhh..

Eh ditengah ku pandangi notebook Toshiba portege ini, telepon dari suamiku masuk..
Infonya yaitu “ rambut Andrew dipotong sama belaki, dan papanya ngamuk besar”

Hehhe.. anak2…..

My Blog List

Radithya Bintang Peterson

Radithya Bintang Peterson
Terlahir 1 April 2002 di Rumah Sakit Anissa Cikarang Bekasi, dengan berat 36 kg, panjang 50 cm, yang punya arti Anak yang menjadi Matahari Bintang dan Bulan yang menerangi sekitarnya

Andrew Gerrethz Peterson

Andrew Gerrethz Peterson
Terlahir 3 Oktober 2003 di Rumah Sakit Hosana medika Lippo Cikarang Bekasi, yang mempunyai Arti Anak lelaki yang dinantikan untuk menjadi pemimpin besar dan bercahaya seperti Bulan dimalam gelap untuk sekitarnya