Kids

Kids

Welcome to my stories..

Sweet, hate, crying, laugh, smile... angry..
Just tell me...
Love just for everybody who love each other

Inspiring me very much

Hidup ini adalah serangkaian masalah : Bila saat ini kita sedang bergumul dengan sebuah masalah, sebenarnya kita baru saja keluar dari suatu masalah, atau kita sedang bersiap bertemu masalah yang baru. Allah lebih tertarik membuat hidup kita Kudus ketimbang membuat hidup kita bahagia

Tuesday, May 02, 2006

Opsih GPO 2006



Sekilas Cerita perjalanan dan repot Opsih GPO (Gede Pangrango Operation) 24-26 Maret 2006

24 Maret 2006

19.45 - 20.45 Berangkat dari Cikarang - bekasi
21.10 - 22.00 Bekasi - Kampung Rambutan
(Gabung dengan rekan dari Wounded Knee)
22.30 - Kampung Rambutan - Cipanas

25 Maret 2006
02.00 Tiba di Pos GPO
03.00 Camp di Camping Ground
( Hujan deres, uangin kenceng.... tenda rembes... kedinginan brbrbrbbebb )
09.15 Masih gerimis, tapi sudah mulai persiapan acara pembukaan
( Buka tenda, rekan-rekan dr WK ( Wounded Knee. tendanya bocor dan peralatan basah semua, sleeping kita basah kuyup)
09.30 - 10.15 Acara pembukaan
- Sambutan dari Panitia
- Sambutan dari Pengelola TNGP
- Penggabungan team
- Penyelasan Mekanisme pelaksaan Opsih
( Pembersihan baru dilakukan pada hari Minggu setelah acara diskusi, berubah dari rencana semula yang dimulai dari bawah per
shelter, kemudian dikumpulkan shelter, kemudian peserta melanjutkan ke puncak, dan saat turun dari SK sampah dibawa turun
karena cuaca yang tidak mendukung, sehingga opsih dimulai dari Surya Kencana kebawah)
10.15 Mulai perjalanan muncak
Karena kondisi sleeping, tenda team kita basah, akhirnya kita sedikit mengangin-anginkan yang basah di pondokan di Camping
Ground tersebut, sekalian masak .
13.00 Baru team Karpala dan team Wounded Knee jalan. Kloter terakhir.
Perjalanan dilalui dengan cukup banyak break, dan masak , dan yang pasti makan.
Cuaca sudah mulai cerah dan mendukung perjalanan team
Tapi kalo sudah pas break, anginnya berhembus suangat dingin...
Perjalanan baru mulai dipercepat, ketika patokan menunjukkan angka HM 38 ( semangat lagi... karena tinggal sedikit lagi kurang 600 meter mendaki.)
Karena di HM 43, sudah merupakan jalan terindah alias bonus dan sudah selangkah ke Surya kencana
19.00 Baru sampai Surya kencana dan kita base di Alun-alun timur di lembah dekat banget dengan mata air...
Pasang tenda, makan, dan tidur!!!

26 Maret 2006
06.30 Team sudah bangun, masak nasi, mie (pasti), sarden, roti bakar, kentang goreng, nugget, susu, kopi wedang jahe, teh + roti marie
Saat masak, yang lain mulai menjemur perlengkapan yang basah karena cuaca pagi itu cukup panas.
Hasilnya sleeping bag yg semula basah kuyup, akhirnya bisa kering juga
08.00 Makan bersama dan foto-foto
08.45 -09.30 Mulai pembongkaran tenda, pembagian tugas, bongkar tenda dan yang bersih-bersih perlatan makan.
Tenda sudah rapi, perlatan bersih, dan akhirnya siap packing kembali
09.30 - 11.30 Gabung dengan team yang lain, mulai dialog.


Hasil Dialog yang teringat , sbb :
Project Kereta Gantung, usulan dari jaman Ibu Tien ( banyak ditolak, karena bisa merusak ekosistem pada saat project pelaksanaan dan recovery AMDALnya membutuhkan waktu yang sangat lama, tidak cukup 5 tahun . Jadi ditolak )
Project Mercusuar, didukung, karena bisa menjadi sarana pengawasan Gede Pangrango sendiri, dan juga bisa menjadi petunjuk buat para pendaki yang kehilangan arah / tersesat.
Bagaimana caranya biar Gede Pangrango tetep indah dan bersih :
Membuat suatu prosedure (ex. seperti di semeru), swipping Keril pendaki, menghitung jumlah perbekalan yang sekiranya akan menjadi sampah, sehingga pendaki saat turun nanti harus membawa kembali sampah sejumlah data dari perbekalan.
Jadi, siap-siap buat pendakian ke G. Gede, sebungkus permen aja nantinya akan dihitung. Dan ada konsekuensinya. ( bisa
jadi disuruh balik nyariin sampah yang ketinggalan, jadi kita harus benar-benar sadar bahwa kebersihan tersebut berasal dari
masing-masing pribadi pendaki)
Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan , mengurangi sampah dan kerusakan alam di kawasan Wisata Gede
Pangrango tersebut. ( Jadi kita juga ndak boleh protes, karena hasilnya juga nantinya buat kenyamanan kita saat pendakian )
Tidak ada alasan bahwa sampah organik seperti bungkus mie kita terbakar saat masak, karena itu sudah merupakan suatu
kesalahan, sampah non organik (plastik), walaupun dibakar tidak akan terurai, dan tetap akan jadi sampah.
Rutinitas penutupan Gede - Pangrango untuk menjaga kestabilan alam, dan pemulihan alam / ekosistem jalur pendakian. Yang setidaknya saat didaki akan terjadi kerusakan, bisa karena pohon tersebut terinjak, kena dampak terbakar saat kita memasak, penguraian kotoran organik yang ditinggalkan oleh pendaki.
Pelaksanaan Opsih bersama antara GPO ( pos Gunung Putri ) dan team Montana ( Pos via Cibodas) dilaksanakan setahun 3 kali. Untuk pelaksanan kedepan akan dishedule kan dan diinformasikan jauh-jauh hari sebelumnya.
4. Jadual OPSIH via Cidodas oleh PIhak Montana dilaksanakan pada tanggal 21-23 April 2006,
pihak Montana dalam kesempatan dialog tersebut mengundang semua peserta termasuk
Karpala kalfa. ( Even ini seperti even Save Pangrango tahun 2005, yang Karpala Kalfa sempat
gabung dengan Milis Pangrango.com dan turut aktif dalam kegiatan tersebut).

11.45 - 14.10 Pendaki mulai turun dan operasi semut
sekitar 250 peserta Opsih, dibagi menjadi 5 kelompok. Karpala Kalfa dan Team dari Wonded Knee tergabung dalam kelompok 4.
Penyapuan dan Opsih, dibagian shelter Simpang Meleber.
Setelah sampai Simang Meleber, Karpala Kalfa melanjutkan turun dari Putri dengan rem blong, cukup cepat sekitar 1 jam.
( Maklum spesialisasi turun)
14.30 - 15.55 Tiba di Pos GPO, minum teh hangat manis dan kacang hijau yang sudah disediakan panitia, sembari menunggu rekan-rekan dari Wounded Knee yang masih tertinggal di belakang
16.00 - 16.45 Packing ulang, dan persiapan turun ke tempat Angkot, terus makan bakso dan sate, minum es teh, baru turun ke Cipanas
17.00 - 19.10 Perjalanan Dari Cipanas - Terminal Kampung Rambutan
19.20 - 20.20 Terminal Kampung Rambutan - Bekasi Timur
20.50 - 21.30 Bekasi Timur - Cikarang


Demikian sekilas Report perjalanan Opsih Gede Pangrango Operation 24 - 26 Maret 2006.

Tuesday, April 11, 2006

Ujung Genteng 2006

Ujung Genteng 8-10 April 2006

7 April 2006
Jam 9 malem-an Iek sms-in Anton dari Wounded Knee, nanyain besok jadi ndak ke Ujung Genteng. Jam 10-an sms dibales, WK ( Wounded Knee) jadi jalan. Start jam 8 pagi dari Puri Cinere Depok.
Karena sms tadi pulsa terakhir, akhirnya iek ndak jawab. Tapi iek putusin ikutan jalan ke Ujung Genteng , ngeteng.. ngajak Andrew.. jagoanku umur 2,5 tahun.
Siap-siap, ternyata keril ndak ada, dibawa hiking ke Sanggabuana, akhirnya pake Travel bag aja. Prepare baju Andrew, bekal dan tas monyetnya.

8 April 2006
Pukul 06.30 Andrew udah bangun dan siap-siap jalan. Jam 7. 15 pagi, petualangan bersama Andrew dengan acara ngeteng dimulai.
Dari Villa Mutiara Cikarang, iek naik angkot 17 arah Cikarang dan turun di pertigaan Tol Cikarang. Ganti mobil L 300 jurusan UKI.
Pukul 07.35 L 300 meluncur menuju UKI, tiba di UKI mulai pencarian bis arah Sukabumi.
Dapet bis jurusan Sukabumi, duduk depan sekitar pukul 8.30.
Ditengah perjalanan pas sampai daerah Cibubur Anton dan Amzi telepon tentang posisi kita, akhirnya dari hasil telepon, keputusannya ketemuan di Monumen Tugu Kujang Bogor, jadi iek turun Ciawi, dari Ciawi meluncur ke Monumen Tugu Kujang
Pukul 10.10 menit-an iek udah nyampai Tugu Kujang.
Menunggu rombongan motorcycle dari Team Wounded Knee..
Sekitar pukl 10.30, rekan-rekan WK dating, istirahat dan perapihan tentengan, diiket disana sini di sisi motor-motor biar lebih nyaman dijalan.
Pukul 11.00 kita mulai jalan, nyamperin Dewi dan Oding yang nunggu di Gramedia.
Route touring kita lewat daerah Stasiun Batu Tulis, Cijeruk dan ikut arah rute ke Sukabumi, istirahat Cuma pas perbukitan sekalian makan siang.
Sory ndak apal nama daerah yang dilalui. Terus nemuin jembatan melengkung daerah Babagan. Perjalanan terus hingga sampai daerah Cibitung, Cikarang..
Mampir toko, beli air minum dan isi bensin ( lupa nama daerahnya),
Mampir ke rumah saudara Pak Asep, untuk istirahat, solat.
Terus lanjut lagi..
Pas sudah masuk wilayah pantai, kita disambut oleh café remang-remang.
Pas nyampai Ujung Gentengnya sekitar pukul 19.00-an ( kalo ndak salah). Sampai vila yang asyik banget.. pas dipinggir pantai..
Karena udah teler banget, pantat ud puanas, habis makan mie.. Iek dan Andrew habis mandi terus bobo maniez..
Ada beberapa yang tetap jalan ke pangumbahan tempat penyu bertelor, tapi lagi apes…

9 April 2006
Acara pagi dibuat jalan-jalan di pantai, foto-foto menikmati alam..
Sarapan dengan ikan bakar dan sambal kecap dan sambal enak…

Sekitar pukul 17.00, kita mulai siap-siap jalan ke arah pangumbahan tempat penyu bertelor.. cuaca cukup gerimis dan panas..
Sesekali Andrew mau jalan, karena jalannya luambat, dan sudah mulai tertinggal jauh sama rekan-rekan yan lain. Akhirnya Andrew digendong. Lumayan perjalanan lebih dari ½ jam..
Pas sampai di wilayah penyu.. pasirnya lembut banget, tapi matahari sudah mulai hilang dan bulan juga masih enggan bangun.
Ndak bawa senter dan ndak boleh nyalain cahaya, karena takut penyunya ndak mau naik.

Sampai di gubuk pos II, kita istirahat, sampai tertidur, terus ada info kalo ada penyu naik. Tahu-tahu, ada sekitar 100 orang keluar dari arah pos.. walahhh.. pantai yang semula sepi jadi berisik….

Dan dapet kabar lagi, penyunya balik ndak jadi bertelur.. akhirnya nunggu lagi..
Iek n Andrew tidur lagi di suwung di pinggir pantai..

Sekitar jam 23-an, ada info di pos 3 ada penyu , akhirnya kita grubak-grubuk siap-siap.
Gila dari pos 2 ke tempat penyu, jalan juga hampir 20 menit-an deh..
Udah jalanya berat karena pasirnya ambles terus.. gendong Andrew yang lagi bobo…
Lumayan buat latihan beban, itung-itung kerir di depan deh…

Tak lama setelah sampai di dekat area penyu itu bertelor, kita ndak boleh langsung ke arah penyunya, tapi nunggu aba-aba dulu.
Baru ada tanda-tanda dari penjaga pantainya. Brullll.. langsung pada lari ke arah penyunya.

Pas iek liat penyunya, dia sudah mulai nutupi telornya, maklum bawa beban jadi liatnya terakhir..

Pokoknya asyik deh…
Setelah itu pulang… Makasih banget buat Anton yang mau Bantu gendongin Andrew…
Maaf yach nambahin beban di depan 17 lg hehehheh…
Abis sampae rumah, mandi Ganti baju n bobo manis…

10 April 2006
Pukul 5 pagi, abis solat subuh, kita sudah mulai packing persiapan pulang…
Foto-foto dan shoot rame-rame…
Pukul 8.00 kita sudah mulai jalan setelah sarapan..
Perjalanan yang sangat memanaskan pantat… jalan terus, istirahatnya ndak ada yang indah…
Baru indah istirahatnya pas kita singgah di rumah om-nya pak Juri..
Lumayan bisa selonjoran tidur, makan salak bahkan makan siang.
Abis itu jalan lagi, sampai terminal BaranangSiang Bogor sekitar pukul 17.50, iek dan Andrew berpisah dengan teman-teman WK.. mereka melanjutkan perlanan ke arah Depok.
Disini Iek sangat lega, karena suda terbebas dari siksaan sepeda motor…

Iek n Andrew naik bis jurusan Bogor- Cikarang,
Sampai terminal Cikarang sekitar pukul 20.15
Terus naik angkot 17 arah Cikarang – Cibarusah..
Turun Villa Mutiara.. sampai rumah pukul 21.30..
Mandi dan bobo..

11 April 2006
Bangun jam 7.15, mandi langsung ngantor telat 5 menit sampai kantor jam 7.35 heheh
Terus bikin cerita ini..

Ucapan Terima kasih untuk :
Rekan-rekan Wounded Knee.. ini perjalanan yang sangat menyenangkan buat iek n Andrew, terima kasih buat bantuannya, nemenin Anderw yang ndak bisa diem.
Special untuk OM Arief yang goncengin Iek n Andrew yang cukup sabar dengan serewet dan tingkah Andrew selama di motor, dan iek yang sering mengeluh karena pantat yang sudah panas.. heheh..
Buat Anton, Dewi, Novi, Tatik ( buat cerita lucunya), Pak Juri, Pak Asep, Oding, Mas Fery..
Makasih buat semuanya..

Ditunggu acara selanjutnya touring ke Yogya pas Lebaran Nanti…

Tapi kalo ke Ujung Genteng lagi, sudah cukup sekali aja deh iek naik sepeda motornya heheh..
Okey keep in Touch PEPES CLUB…..

Wednesday, March 08, 2006

Belajar dari sebuah kupu-kupu



”Suatu hari, Muncul celah kecil pada sebuah kepompong; seorang pria duduk dan memperhatikan calon kupu2 tsb berjuang keras selama berjam2 untuk mendorong tubuhnya keluar melalui lobang kecil tersebut.”
Kemudian, tampaknya usaha tsb sia sia, berhenti dan tidak ada perkembangan yang bararti.

Seolah olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik , dimana tidak bisa berkelanjutan.

Kemudian, tampaknya usaha tsb sia sia, berhenti dan tidak ada perkembangan yang bararti.

Seolah olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik , dimana tidak bisa berkelanjutan.

Pria itu tetap memperhatikan dan berharap , tidak lama lagi, sayap tersebut akan terbuka, membesar dan berkembang menjadi kuat untuk dapat mendukung badan kupu2 itu sendiri.
Semua yg diharapkan pria itu tidak terjadi !

Kenyataanya, kupu kupu tersebut malah menghabiskan seluruh hidupnya merayap dengan tubuhnya yg lemah dan sayap yg terlipat.

Kupu kupu tsb tidak pernah bisa terbang

Apa yang pria itu lakukan, dengan segala kebaikan dan niat baiknya, dia tidak pernah mengerti, bahwa perjuangan untuk mengeluarkan badan kupu2 dari kepompong dengan cara mengeluarkan seluruh cairan dari badannya adalah suatu proses yang dibutuhkan, sehingga sayapnya dapat berkembang dan siap untuk terbang begitu keluar dari kepompong tersebut,sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh TUHAN.

Seringkali, Perjuangan adalah sesuatu yg kita butuhkan dalam hidup ini

Jika TUHAN memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan,hal ini akan membuat kita lemah.. Kita tidak akan sekuat seperti apa yang kita harapkan, dan tidak akan pernah terbang seperti kupu2 itu.

Kita meminta Kekuatan...dan TUHAN memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kita menjadi kuat.

Kita meminta kebijaksanaan...dan TUHAN memberikan kita masalah2 yg harus kita pecahkan.

Kita meminta kemakmuran...dan TUHAN memberikan otak dan kekuatan untuk bekerja.

Kita meminta Keberanian...dan TUHAN memberi kita rintangan untuk kita hadapi.

Kita meminta Cinta...dan TUHAN memberikan orang2 yg dalam kesulitan untuk kita bantu.

Kita meminta pertolongan...dan TUHAN memberi kita kesempatan

“ Kita tidak menerima apa yang kita inginkan....,
Tapi kita menerima apa yang kita butuhkan. "

Jalanilah hidup tanpa ketakutan, hadapi semua masalah dan yakinlah bahwa kita dapat mengatasi semua itu.


Warna Persahabatan... (sama seperti corak warna di kuku-kupu itu..)


Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar
Semua menganggap dirinyalah yang terbaik
yang paling penting
yang paling bermanfaat
yang paling disukai

HIJAU berkata: "Jelas akulah yang terpenting.
Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan.
Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan.
Tanpa aku, semua hewan akan mati.
Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas ...."

BIRU menginterupsi :
"Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas.
Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan.
Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan.
Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"

KUNING cekikikan :
"Kalian semua serius amat sih?
Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia.
Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning.
Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum.
Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."

ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya :
"Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan.
Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia.
Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya.
Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam.
Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."

MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak :
"Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan!
Aku adalah warna bahaya dan keberanian.
Aku berani untuk bertempur demi suatu kuasa.
Aku membawa api ke dalam darah.
Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan.
Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."

UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu :
Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan.
"Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan.
Raja, Pemimpin dan para Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan.
Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku."

Akhirnya NILA berbicara
lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama :
"Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam.
Kalian jarang memperhatikan ada aku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal.
Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut.
Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan superioritas dirinya.
Perdebatan mereka menjadi semakin keras.
Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan.
Guruh menggelegar.
Hujan mulai turun tanpa ampun.
Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.


Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara :
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing ingin mendominasi yang lain.
Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda?
Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!"

Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang kemudian berkata :

"Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri
sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam
kedamaian.

Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok."
Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah
kita MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain.
MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK
KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBERIAN ITU,
LEWAT KEKUATAN VISI KITA, KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ....

Persahabatan itu bagaikan pelangi :
Merah bagaikan buah apel, terasa manis di dalamnya.
Jingga bagaikan kobaran api yang tak akan pernah padam.
Kuning bagaikan mentari yang menyinari hari-hari kita.
Hijau bagaikan tanaman yang tumbuh subur.
Biru bagaikan air jernih alami.
Ungu bagaikan kuntum bunga yang merekah.
Nila-lembayung bagaikan mimpi-mimpi yang mengisi kalbu.

Friday, February 10, 2006

Puisi si Little Missie...
Terlahir dari sebuah angan tanpa bayang
Maya tanpa bentuk pastinya
Kadang tertangkap oleh mata
Namun tak jarang ia tenggelam dalam gelap
ANgan penuh cintah dan keindahan
Apa guna jika tanpa bayang
Apa daya jika hanya hembusan semata
Tidak disertai dengan bentuk dan rupa
Apakah sama halnya dengan sebuah cinta Buta...??
Yang tak dapat dilihat atau memang tak ingin melihat
Hanya disertai keinginan untuk selalu bersama
Tanpa perhitungan apa yang akan dihadapi
Mungkin sebuah angan ada benarnya
Tanpa sebuah realisasi dengan bayangan
Sehingga dapat kuhindari resiko
Yang tentunya akan kuhadapi....

Thursday, February 09, 2006

Eson Pahatonka II


EVEN PAHATONKA II
Desa Kukuk Sumpung Rumpin Bogor

30 January 2006
Pukul 16.45, bersama 16 rekan lainnya, dengan disupport 2 kendaraan dari manajement kita berangkat menuju Desa Kukuk Sumpung.
Perjalanan kami dari Cikarang, melewati tol Cikampek keluar Tol Cawang untuk menjemput salah satu rekan kami yang sudah menunggu di Halte Cawang Uki.
Jam menunjukan pukul 18.30 ketika kita memasuki pemberhentian Sentul, beristirahat untuk Solat, makan malam dan isi bensin.
Perjalan dilanjutkan sekitar pukul 19.15, mobil melaju dengan kecepatan sekitar 70 km/jam. Keluar Tol Jagorawi sekitar pukul 19.30, ambil arah ke kanan melewati depan Terminal Barangsiang, Tugu Kujang, dan menyusuri kebun Raya.
Hingga sampai pertigaan arah Darmaga IPB kita ambil ke kanan, lewat Stasiun Bogor, dan Jembatan merah. Perjalan dari Jembatan Merah hingga Pasar Lw Liang kami tempuh sekitar 1.5 jam . Tiba di pasar Lw liang sekitar pukul 21.00.
10 meter dari pasar Lw Liang ada pertigaan , kita ambil arah ke kiri.
Aspal jalan tidak cukup bagus, dan mulai mulus setelah memasuki hutan karet.
Sekitar 30 menit kami melaju, tiba di desa Gobang, eh kebabalasan ternyata, harus balik ke Desa Gobang Kletek tempat Pak Sadeli Kambing, putar baik.

Akhirnya tiba di lokasi parkir sekitar pukul 21.45.
Tempat parkir agak susah, tanah licin.

Dengan dijemput rekan-rekan panitia, akhirnya kami bergabung dengan peserta yang lain.
Kondisi jalan tanah basah,lengket dan licin. Jadi yang memakai sandal harus rela menjinjing sadalnya bila ingin sandalnya aman alias tidak putus.

Setelah Tim Karpala Kalfa, mengumpulkan peralatan, sebagian pasang tenda, walaupun panitia sudah menyediakan tenda, tapi mohon maaf kita pilih punya kita sendiri hehhehe..

Acara api unggun, peserta dikumpulkan.
Maaf, jam-jamnya iek ndak perhatian, maklum gelap dan emang ndak bawa jam tangan hehehe..
Acara pembukaan, ada kata sambutan dari ketua panitia an Anton dan ketua Serikat pekerja Puri Cinere.
Menyanyikan beberapa lagu kebangsaan, terus ucapan salam ke alam….

Terus ada beberapa game,
Ada game dan yang dikerjain dapet Door price.. lumayan kaos dan topi.

Sekitar jam 12 malam-an, acara selesai kita istirahat

31 January 2006
Pukul 05.00 iek udah bangun, goreng nugget , panggang roti, bikin susu, kopi dan the, terus lanjut bikin indomie untuk sarapan.
Pukul 06.15 panitia sudah teriak-teriak untuk kita kumpul di lapangan parkir dan persiapan ke Bakti Sosial.
Yach udah kita mulai jalan.

Jalan kaki dengan pemandangan sawah di kiri kanan,
Terus lewati jembatan gantung.
Dari jembatan gantung sekitar 20 meter, ada sekolahan yang cukup memprihatinkan kondisinya. Atap yang sudah rusak, kaca-kaca candela yang sudah pada pecah, bangku yang sudah tidak layak pakai…

Setelah mengambil beberapa foto sekolahan tersebut, kita melanjutkan perjalanan lagi.
Perjalanan sekitar 2,5 jam.. jalanan cukup indah, bonus banyak..
Cuma licin, karena tanah liat yang basah…
Ndak heran sih, celana jadi semakin coklat warnanya…

Akhirnya sampailah kita di desa Kukuk Sumpungnya.

Penduduk yang kami lihat mayoritas adalah anak balita.
Data yang iek terima saat ngobrol dengan Bapak Sadeli Kambing, ternyata di desa Kukuk Sumpung terdapat 90 KK, dan total jumlah penduduknya sekitar 900 orang.

Penghasilan penduduk bergantung dari hasil tanah garapan di gunung, yaitu bertanam pisang / buah musiman seperti duren dan rambutan.
Penduduk menanam padi juga untuk makanan pokok mereka dan singkong.

Sampai di Desa Kukuk Sumpung, sekitar jam 9.10.
Panitia sudah mulai mengumpulkan sumbangan dikumpulin di tengah lapangan.
Anak kecil segitu banyaknya , ada sekitar 100 anak kecil pada berkumpul di sekitar lapangan.

Karena jadi bahan tontonan anak-anak kecil sama penduduk Kukuk Sumpung lebih baik kita bikin tontonan yang asyik beneran..
Ngumpulin anak-anak kecil…
Belajar berhitung 1- 10, terus bahasa Inggrisnya…
Hualaahhhhh ruame tenan….
Berhasil juga ngerjain anak-anak kecil dengan ngajari mereka nyanyi Topi Saya Bundar dengan dikasih gerakan.. Ngerjainnya kita bikin gerakan yang salah.
Saat kata-kata topi, tapi kita bikin lingkaran bundar..
Hihhii.. lucu banget… karena semuanya ngikutin gerakan kita…
Enggak ada yang bener…..
Ulang lagi nyanyinya.. dibikin gerakan salah, masih juga salah..
Heheheh.. susah banget ngertinya …

Dari komunikatif sebentar waktu itu, jumlah anak yang sekolah kelas 6 SD Cuma 6 orang, dari sekitar 100 anak kecil yang ngumpul, kelas 5 ndak ada, kelas 3 sd sekitar 10 orang.
SMP ndak ada, untuk yang kelas 6 aja mereka sekolahnya harus turun dulu, perjalanan sekitar 2 jam kalau turun, dan balik lagi ke Kukuk Sumpungnya 3 jam.
Prihatin banget sih…

Terus mulai deh kita bagi-bagiin mie instan… masing-masing anak dapet 1 dulu..
Gila… Cuma dikasih mie dan permen kelihatan banget mereka seneng sekali.
Disisi lain panitia membagikan susu yang ndak banyak ke beberapa ibu yang punya Batita… Sama beberapa bubur instan…

Terus mulai pembagian beberapa hewan ternak, untuk membantu memproduktifkan penduduknya, bukan cuma produktif anak doang, tapi bisa berproduktif untuk yang lain.
Heheheh..
Habis 1 KK, ada gadis usianya masih 12 tahun, sudah punya anak 2, yg no 1 umur 2 tahun, yang kecilnya 1,5 tahun. Dan udah hamil muda lagi…
Iek aja yang punya anak 2, selisih 1.5 tahun aja udah bingung sekarang, gimana nanti nyekolain dan ngasih makannya. Yang kecil aja, 1 dus susu 400 gram bisa Cuma 2-3 hari.

Terus Acara pembagian buku dan alat Tulis untuk yang sekolah, dibagiin didampingi sama ketua desanya, karena dia yang tahu mana penduduk yang punya anak sekolah.
Ada datanya kalo ndak salah, tapi panitia yang pegang.

Sekitar pukul 11-an, teman-teman Karpala Kalfa sudah mulai turun gunung.
Di perjalanan, ada yang nyangkut di sungai untuk berfoto-foto ria dan main air…
Termasuk Ketuanya, padahal udah tahu kakinya bonyok n luka, masih aja dijeburin ke sungai.. Tahan banting bokkk….
Salut deh sama Pak Ketua… Mr. Anton

Sampai di Base came, udah disediain Flying Fox…
Beberapa peserta baksos yg sudah balik, nyobain flying fox-nya.. keren…
Dan Makan siang pakai sate kambing…
Enak tenan….

Ternyata dikasih berkat sama Tuhan siang itu dengan hujan yang cukup deras…
Hehehheheh…
Setelah hujan agak reda, akhirnya kita berkemas pulang..
Sekitar jam 15.00 Team Dari Karpala Kalfa balik ke Jakarta.


Nb.
Ada kerinduan untuk bisa berkarya dan berbagi pengalaman kepada penduduk di Desa Kukuk Sumpung, mungkinkan ada pelopor / rekan-rekan dari Wonded Knee dan SR Puri Cinere kembali berkarya di sana.
Jangan lupa kabar-kabari yach…

Take Care…
Tuhan memberkati semuanya

Finish, 5 February 2006. 12.03
“iek”



Ke
UJUNG GENTENG
Surade , Jampang Kulon
Jawa Barat


D1, “ jalan bareng “
Explore Indonesia pada tanggal 18 November 2005 lalu mengadakan perjalanan “ jalan bareng “ kelokasi eksotik di kawasan Ujung Genteng, yang jauhnya hanya 5 jam perjalanan dari Jakarta . Perjalanan melalui jalan tol bogor , keluar di pintu tol Ciawi, lalu menyusuri jalan ke kota Sukabumi, dan dari pertigaan Cibadak belok kekanan menuju kota Pelabuhan Ratu, kira kira 7 kilometer sebelum kota nelayan terbesar di jawa barat tersebut jalan belok kekiri melewati jembatan gantung besar menuju kota kecil Surade dekat kota Jampang Kulon, melewati hutan dan perkebunan teh.


Perjalanan malam
Meeting point kami di Gedung Sarinah Thamrin didepan Resto Bakmi GM, berangkat sekitar jam 19:00 langsung memasuki jalan Tol selepas kawasan Semanggi, tiba di Ujung Genteng sekitar jam 12 malam , kami langsung check in di Cottage Pak Ujang yang baru dan ber ac, karena explore Indonesia sudah berkali kali menggunakan fasilitas tersebut maka harga sewanya relatif lebih murah dari pada cottage cottage lainnya yang langsung menghadap pantai yang sangat membiru .
Kami yakin para peserta yang rata rata kerja kantoran mengalami kelelahan selama perjalanan, oleh sebab itu tanpa banyak bicara langsung tidur di kamarnya masing masing .


D2 , Air terjun Cikaso
Pagi hari Tour leader dari explore Indonesia : Mahrun , sudah membangunkan peserta untuk sarapan nasi goreng dari dapurnya pak Ujang, dan sekitar jam 8 pagi mobil dari explore Indonesia sudah bergerak perlahan menyusuri jalan batu di tepi pantai Ujung Genteng menuju Kawasan kota Surade , air terjun yang konon banyak sekali fotografer ke sana , yaitu Air terjun Cikaso. Perjalanan hanya memakan waktu ½ jam perjalanan dengan jalan lebih kecil menurun melalui perkampungan asri, dan tiba di pinggir sungai Cikaso.

Untuk menuju air terjun kesohor tersebut dilanjutkan dengan naik sampan bermotor berukuran kira kira 7 meter dan lebar 2 meter, berkapasitas sekitar 15 orang, sungai Cikaso sendiri adalah sungai yang cukup lebar dengan kiri kanan pepohonan lebat berbukit bukit sangat eksotis, airnya berwarna kehijauan cerah
, tenang namun indah luar biasa

Perjalanan menuju air tejun Cikaso hanya memakan waktu sekitar 10 menit dengan menggunakan sampan tersebut, memasuki pertigaan sungai yang lebih keci dimana airnya lebih jernih kehijauan, kemudian harus berjalan kaki sedikit, nampak dibalik pepohonan yang rimbun air terjun yang membuat peserta menjeri jerit dan langsung buka baju untuk mandi.


Muara sungai Cikaso

Nyaris 3 jam lebih para peserta berendam di air terjun Cikaso, padahal matahari berada tepat diufuk atas sana, mungkin karena perut mereka sudah keroncongan, mau tidak mau dengan enggan mereka beranjak juga, dan sampan pun bergerak lagi, tetapi dipertengahan jalan tukang sampan menawarkan perjalanan ke Muara, kami tidak menolak, dan perjalanan yang memakan waktu lebih dari 1 jam tersebut begitu menggembirakan, setibanya di Muara terlihat dengan jelas Laut selatan yang begitu menggelora, minum air kelapa dan makan pisang goreng di warung warung pinggir muara, lumayan untuk mengganjal perut, dan perjalanan kembali ketempat semula, jam sudah menunjukan sekitar pukul 15:00, kami pun makan sate kambing disalah satu warung makan di dekat terminal Surade .


Romantic Sunset Site

Pukul 5 sore mobil rombongan memasuki jalan berpasir kecil dan meliuk lliuk masuk perkampungan, melewati dua muara kecil untuk menyaksikan sunset di pantai Big Rock lokasi para turis surfing, dekat pantai Pangumbahan tempat lokasi penyu bertelor, sekali lagi para peserta menjeri jerit melihat lokasi pantainya yang indah luar biasa, sunyi tanpa orang, bersih tanpa sampah dan polusi dan merekapun kembali berenang ditepi pantai. Mahrunpun sibuk mengupas dan menyiapkan buah mangga, para pesertapun menyantapnya sambil menatap Sunset, sungguh indah, romantis dan tak terlupakan .


Santap Ikan Bakar di Pasar Nelayan Ujung Genteng

Sehabis mandi sekitar jam 19:00 malam kami menuju pasar Nelayan di Ujung Genteng , letaknya pun hanya berjarak 10 menit dengan mobil , Pasar tradisonal tersebut penuh dengan ikan segar segar , cumi, udang, lobster, Para peserta pun membeli secukupnya,

ditimbang lalu di bungkus dibawa ke warung warung bakar ikan didekatnya, kemudian dibumbui untuk di bakar ataupun di goreng mentega . Untuk menjadi matang memang membutuhkan kesabaran, tetapi begitu makanan datang kamipun menyantapnya tidak lebih dari 15 menit.

Penyu raksasa bertelur

Pantai Pangumbahan Ujung Genteng terkenal dengan lokasi penyu raksasa bertelur, tempatnya sangat ideal bagi penyu penyu raksasa berukuran bisa mencapai 2 meter lebih tsb. Apabila musim raya bertelur yang konon 10 tahun sekali, penyu penyu raksasa tersebut yang jumlahnya bisa mencapai ratusan bertelur di sepanjang pantai yang landai dan sangat cantik .

Penyu raksasa tersebut bertelur pada malam hari diatas sekitar jam 10 an malam, mereka jalan perlahan lahan timbul dari lautan, mengintip dan mengendap endap apakah ada gerakan gerakan dari manusia, apabila ada, jangan harap penyu tersebut naik kedarat, tetapi bila tidak ada orang, penyu tersebut mengendap endap ke daratan untuk menggali lubang, dan jangan salah, lama mereka menggali lubang bisa memakan waktu sekitar 1 jam, lalu yang ajaibnya apabila mereka bertelur penyu raksasa itu menangis mengeluarkan air mata

Peserta explore indonsia tiba di Pantai Pangumbahan sudah malam sekali, maklum sehabis makan mereka terlelap tidur, baru sekitar jam 12 an, kami bangun dan bergegas menuju lokasi Penyu bertelur tersebut, setelah melapor ke Penjaga yang perempuan seorang diri itu maka kami diantar ke pantai Pangumbahan dan disana kami ternganga karena melihat dengan jelas puluhan jejak penyu bertelur disepanjang pantai, kami sedikit terlambat namun kami tetap sabar penyu berikutnya yang hendak bertelur. Pernah suatu saat ada penyu keluar dari lautan, tetapi karena salah satu peserta dari kami berlari mendekati, maka penyu itupun kembali ke dalam lautan, akhirnya sekitar jam 1 malam baru kami mendapatkan penyu sedang menggali lubang , sungguh suatu pemandangan yang menajubkan .

D3 , Pantai Big Rock

Sebenarnya pagi hari ini adalah free time , dimana para peserta bisa bermalas malasan di cottage sambil menunggu makan siang lalu kembali ke Jakarta, tetapi yang dipilih para peserta adalah mandi di pantai Big Rock dan sepanjang pagi hari yang cerah tersebut merekapun ber sun bathing dan asik melihat para surfer berselancar di tepi pantai yang begitu indah, sehabis makan siang di pantai Pelabuhan ratu rombongan pun kembali menuju Jakarta , explorasi ke lokasi yang eksotis sungguh membuat para peserta sibuk mengatur tujuan liburan berikutnya nya, the next exotic destination .

refernsi from. milis

Ujung genteng

Ujung Genteng......,
Mungkin baru kali ini mendengar namanya, juga cukup lucu bila diartikan secara umum. Sebetulnya Ujung Genteng adalah daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat, terletak ±210 Km dari kota Jakarta. Ujung Genteng masuk wilayah pemerintahan Kabupaten Sukabumi. Perkiraan perjalanan antara 5~6 jam dari Kota Jakarta, memang dirasakan sangat lama karena harus melalui kota kecil seperti Cicurug yang terkenal macet & juga Cibadak yang kotanya cukup ramai, lalu melalui jalan menanjak & berbelok-belok sepanjang ±13 Km, namun memiliki pemandangan yang indah di sisi kiri jalan, yaitu pesisir pantai palabuhan ratu yang terlihat jelas dari atas bukit Bagbagan. Baru nanti melewati kota kecil Kiara Dua lalu Jampang Kulon & terakhir Surade.
Keunikan pantai Ujung Genteng yaitu kita bisa menikmati matahari terbit juga matahari terbenam, mungkin sangat cocok bagi yang suka dengan Fotografi. Pantainya masih cukup bersih dengan khas pesisir pantai selatan yang terkenal bersih airnya. Dipesisir pantai tidak terdapat ombak karena sudah tertahan oleh beting karang yang berada sekitar 500m sebelum garis pantai. Pada saat pasang air laut memenuhi pantai dengan kedalam 0,5 ~ 1 meter, sangat cocok untuk berendam, bermain perahu karet, juga aktifitas lain seperti kolam luas dengan air yang berarus tenang.
Didaerah Ujung Genteng sendiri terdapat banyak tempat menarik, seperti melihat langsung penyu hijau (Chelonia Mydas) bertelur, menggali lubang untuk telurnya, menutup lubang untuk telurnya, juga anda bisa menyentuh penyu hijau tersebut. Ada juga lokasi dimana anda bisa berselancar yang menurut beberapa orang mancanegara merupakan tempat yang bagus karena masih bersih & ombaknya cukup menantang. Untuk yang suka memancing di Ujung Genteng merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh para pemancing dari daerah lain yang menurut mereka ikannya lebih banyak & cukup bervariasi, Konon juga masih banyak ikan Marlinnya. Bagi yang suka dengan ketenangan bisa dirasakan di pantai Ujung Genteng ini, apalagi garis pantai yang panjangnya mencapai ±6 Km dan menghadap arah barat, begitu indah bila dinikmati pada saat matahari terbenam. Juga yang suka bertualang dengan kendaraan 4WD, Trail Bike & MTB didaerah Ujung Genteng tempatnya cukup menarik.
Mungkin itu sekilas gambaran mengenai daerah Ujung Genteng. Untuk lebih detail mengenai lokasi, transportasi, kondisi, akomodasi, obyek menarik & kumpulan foto.

Wednesday, January 25, 2006

" Sebel banget hari ini, katanya mau hidup tirakat, seadanya dan fight buat hidup di Jakarta, hh masih nekat pulang Surabaya naik pesawat. " gerutu Ita

Pagi ini sahabatnya Deisy yang baru 1 minggu kerja di PT. Bintang Benua di kawasan Kelapa Gading menelepon. Minta dibantu informasi tiket pesawat yang murah.
Dengan senangnya Ita membantu, dan pagi itu dia lewatkan untuk browsing dulu ke Air Asia dan beberapa website air lines lainnya.
Data dari browsing, dia print buat pegangan untuk konfirmasi dengan Deisy.

" Selamat pagi, bisa bicara dengan ibu Ita" suara merdu di telepon .
" Ya non, ini Ita.. gimana, harga tiket aku sudah pegang. Kalau pulang tanggal 27 Malam harga tiketnya 315 ribu, pulang tanggal 31 pagi 365 rb, yang murah pulang dari Surabaya tanggal 31 malam 295 ribu." Jawab Ita jelas.
" Wah mahal banget ya, kalo di airlines lain berapa harganya?" jawab Deisy.
" Ndak ada yang lebih murah nona, air asia masih yang paling murah.." Jawab Ita sambil menginput data Penerimaan Barang di Excel.
" Kalau pulang tanggal 1 february paginya ada ndak..??" tanya Deisy.
" Wah harus browsing lagi, khan tadi dirimu mintanya cuma tanggal 27 berangkat dan pulang tanggal 31, tunggu yach agak lambat neh internetnya." sembari menarikan cunsor mousenya Ita mulai membuka www.airasia.com
" Kalau tanggal 28 berangkatnya berapa harganya.? tanya Deisy lagi.
" Sebentar , aku buka dulu, ndak apal. " nada Ita mulai jengkel, karena kerjaan dia mulai berdatangan dan numpuk di meja.
" Harga kalao tanggal 28 malam, ada yang 286 rb, tanggal 1 february yang pagi 365 ribu, ada yang burah 89 ribu tapi tanggal 3 February malam. " Kata Ita tegas.
" Menurutmu gimana neh Ta, aku khan harus katemu Disenku untuk ngejarin Tesis. Kalau berangkat Sabtu malam, waktuku terbuang. Tapi kalo Jum'at malam tiket pesawatnya mahal banget" Desah Deisy.
" Ya kalo aku, kalo emang duitnya ngepas, ya udah naik kereta aja cari yang Gumarang bisnis cuma 100 ribu, sampai Surabaya Sabtu pagi, habis itu kamu bisa nemuin dosenmu. Sayang duit 300 ribunya" Jawab Ita sambil mulai input data lagi.
" Tapi khan capek, buang waktu di kereta." Kata Deisy lagi.
" Ya terserah sih, katanya ndak punya duit, tapi gaji sudah 3 juta , mestinya lebih itu non. Yach sedikit susah dulu lha. Gimana neh jadi mau dipesenin yang mana..!" Jawab Ita yang mulai jengkel.
" Kalau pakai citilink Garuda murah ndak, bantuin dong cari no telepon travel , aku mau coba tanya ke Pasopati dulu." pinta Deisy lagi.
" Katanya duitnya sudah habis, pulsanya mepet. Gimana sih kamu non, nanti kalo ada-apa mengeluh. Tapi kalo dikasih tahu susah banget. Dari pada kamu repot-repot lagi telp ke Surabaya minta dibokingin tiket dari sana, malah ribet. Sekalian aja tiket PP. Belum tentu juga dapet tiket, malah repot !" Jawab Ita dengan nada yang mulai keras.
"Iya neh, enaknya gimana....?" suara parah di seberang terdengar.
"Ya terserah, kalau aku jalan aja, ambil yang murah. Karena emang duitnya ngepas, capek-capek ndak masalah tapi tujuan tercapai." Jawab Ita dengan santainya, sambil baca web site www.pangrango.com liat celotehan-celotehan pangrangoers.
"Aku pesenin yang airasia dulu buat kamu pulang Surabaya deh, entar malah udah berubah harganya, untuk balik ke Jakarta coba pikir lagi yach, banyak kerjaan nehhh..!" kata Ita santai sambil nyemil kacang atom garuda yang ditaruh di laci keyboardnya.
" Yo wis, lha terus nanti aku ambil tiketnya gimana...?" tanyanya dengan nada gelisah lagi.
" Gampang, ada mesin fax, nanati tak fax-in.. ndak usah dibikin susah non..", jawab Ita sambil mulai menginput keterangan dan data Deisy untuk booking On line pesawatnya
" Jangan fax bos-ku reseh neh, aku males ribut." Jawabnya cepat.
" Yo wis tak kirimin lewat kurir sehari sampai, gampang khan, ya wis nanti tak kabarin lagi. Aku dipanggil bos-ku tuh." Kata Ita sambil menutup gagang telepon.

Ita meluruskan kaki, sambil meneruskan input data untuk booking tiket.

to be continue....

Tuesday, January 24, 2006


Pernikahan yang berhasil.
_____________________

Untuk membangun pernikahan yang berhasil dibutuhkan beberapa faktor
pendukung antara lain:
1. Saling Mendengarkan Kelemahan terbesar dalam berkomunikasi dgn pasangan adalah terlalu
cepat memberikan jawaban.
Jadilah pendengar yang baik terhadap pasangan anda,tanpa memberikan
tanggapan yang terlalu cepat.
Mendengarkan cerita pasangan dapat menekan pertengkaran dan
melanggengkan
pernikahan.

2.Saling menyentuh
Pengamatan saya dalam masyarakat,hal ini jarang dilakukan bila usia
pernikahan sdh mencapai 5 tahun keatas.
Tetapi ada juga pasangan yg berhasil,dimana mereka saling
menyentuh,berangkulan,berpelukan,saling melingkarkan lengan,
duduk bersentuhan saat menonton TV.Pasangan terlihat mesra dan bahagia.
Sentuhan yg tidak bersifat seksual menuntun kepada keintiman yg murni.

3.Saling memberi semangat lewat kata-kata
Memberi semangat adalah makanan bagi hati.Setiap pasangan memiliki simpanan
emosi.
Kita harus memberi semangat bila melihat pasangan kita bersungut-sungut
setelah pulang kerja atau memberi dorongan saat mereka sedih.
Pasangan yang berhasil menciptakan lingkungan yg positif. Mereka tdk pernah
melewatkan kesempatan untuk mengungkapkan rasa syukur.
"Saya suka caramu menata rambutmu"."Masakanmu enak ".Pujian yg jujur,
bukan dibuat-buat spy pasangan senang.Itu sama dengan munafik

4.Saling menerima tanpa syarat
Cinta penerimaan tanpa syarat adalah dasar yg penting dalam pernikahan
yg berhasil.
Kebutuhan paling kuat dari pria/wanita adalah saling dan sungguh2
peduli.
Mereka tdk akan merasa ditolak jika mereka tidak memenuhi seperangkat
standard.
Mereka saling menerima kekurangan dan kelebihan pasangan.

5.Saling berkomitment
Kata"perceraian"dilarang untuk diucapkan,tidak jadi soal seberapa kecewanya
atau marahnya salah seorang dari mereka.
Mereka harus membuat kesepakatan bagaimana "bertengkar secara adil"
didalam situasi penuh damai.
Mereka berusaha membiarkan hal2 kecil berlalu, berkomitmen yang aktif
untuk menginginkan yg terbaik bagi pasangannya,
membantu mereka bertumbuh sebagai seorang pribadi.Pastikan untuk saling
berdoa.

6.Habiskan waktu bersama-sama
Pasangan yg berhasil,menghabiskan waktu bersama-sama,mengembangkan
minat bersama berolahraga,membaca Alkitab atau berbagai permainan.

7.Keuangan diurus bersama untuk masa depan
Masalah keuangan menciptakan lebih banyak stress dalam pernikahan
dibandingkan ancaman lain dari luar.
Jauhkan pemborosan dan berhematlah untuk masa depan.Gaya kehidupan
pasangan memegang peranan penting ,karena menyangkut materi yg harus
dikeluarkan. Bila kita bersikap celebrities,padahal keuangan tdkmendukung,ini memaksa pasangan berhutang untuk memenuhi seleranya.
"Berhutang itu bodoh".Hidup hemat adalah kehendak Tuhan,tetapi hidup
boros membawa kesengsaraan.Jangan disamakan,"hemat itu kikir"
Hemat adalah tdk keberatan mengeluarkan dana untuk kepentingan diri
sendiri,tetapi kikir itu,sangat sulit mengeluarkan dana untuk kebutuhan
diri sendiri.

8.Saling tertawa bersama.
Obat bagi kebosanan dalam pernikahan adalah humor segar.Jika pasangan
anda menceritakan yang lucu,tertawalah.Jika diantara pasangan anda tidak ada
yang lucu,sebaiknya menonton film-film lucu dan hadir diantara teman2
yg lucu.

9.Jadilah sahabat terbaik bagi pasangan
Satu2nya yang dapat anda andalkan sepenuhnya adalah pasangan anda.Jadikan
pasangan anda sebagai prioritas utama.
Pasangan yg berbahagia berpegang untuk menghabiskan waktu bersama-asama
sebagai sahabat.Saling berbagi rahasia.Saling menikmati keberadaan,Sebab
mereka adalah"satu daging"

My Blog List

Radithya Bintang Peterson

Radithya Bintang Peterson
Terlahir 1 April 2002 di Rumah Sakit Anissa Cikarang Bekasi, dengan berat 36 kg, panjang 50 cm, yang punya arti Anak yang menjadi Matahari Bintang dan Bulan yang menerangi sekitarnya

Andrew Gerrethz Peterson

Andrew Gerrethz Peterson
Terlahir 3 Oktober 2003 di Rumah Sakit Hosana medika Lippo Cikarang Bekasi, yang mempunyai Arti Anak lelaki yang dinantikan untuk menjadi pemimpin besar dan bercahaya seperti Bulan dimalam gelap untuk sekitarnya