Cerita tentangku, tentang orang lain, suka, duka, puisi, kiasan, bahasa indah, petualangan akan kucoba tulis. Untuk menghibur dan semoga bisa menguatkan Aku dan yang mau baca...
Kids
Welcome to my stories..
Just tell me...
Love just for everybody who love each other
Inspiring me very much
Wednesday, January 25, 2006
Pagi ini sahabatnya Deisy yang baru 1 minggu kerja di PT. Bintang Benua di kawasan Kelapa Gading menelepon. Minta dibantu informasi tiket pesawat yang murah.
Dengan senangnya Ita membantu, dan pagi itu dia lewatkan untuk browsing dulu ke Air Asia dan beberapa website air lines lainnya.
Data dari browsing, dia print buat pegangan untuk konfirmasi dengan Deisy.
" Selamat pagi, bisa bicara dengan ibu Ita" suara merdu di telepon .
" Ya non, ini Ita.. gimana, harga tiket aku sudah pegang. Kalau pulang tanggal 27 Malam harga tiketnya 315 ribu, pulang tanggal 31 pagi 365 rb, yang murah pulang dari Surabaya tanggal 31 malam 295 ribu." Jawab Ita jelas.
" Wah mahal banget ya, kalo di airlines lain berapa harganya?" jawab Deisy.
" Ndak ada yang lebih murah nona, air asia masih yang paling murah.." Jawab Ita sambil menginput data Penerimaan Barang di Excel.
" Kalau pulang tanggal 1 february paginya ada ndak..??" tanya Deisy.
" Wah harus browsing lagi, khan tadi dirimu mintanya cuma tanggal 27 berangkat dan pulang tanggal 31, tunggu yach agak lambat neh internetnya." sembari menarikan cunsor mousenya Ita mulai membuka www.airasia.com
" Kalau tanggal 28 berangkatnya berapa harganya.? tanya Deisy lagi.
" Sebentar , aku buka dulu, ndak apal. " nada Ita mulai jengkel, karena kerjaan dia mulai berdatangan dan numpuk di meja.
" Harga kalao tanggal 28 malam, ada yang 286 rb, tanggal 1 february yang pagi 365 ribu, ada yang burah 89 ribu tapi tanggal 3 February malam. " Kata Ita tegas.
" Menurutmu gimana neh Ta, aku khan harus katemu Disenku untuk ngejarin Tesis. Kalau berangkat Sabtu malam, waktuku terbuang. Tapi kalo Jum'at malam tiket pesawatnya mahal banget" Desah Deisy.
" Ya kalo aku, kalo emang duitnya ngepas, ya udah naik kereta aja cari yang Gumarang bisnis cuma 100 ribu, sampai Surabaya Sabtu pagi, habis itu kamu bisa nemuin dosenmu. Sayang duit 300 ribunya" Jawab Ita sambil mulai input data lagi.
" Tapi khan capek, buang waktu di kereta." Kata Deisy lagi.
" Ya terserah sih, katanya ndak punya duit, tapi gaji sudah 3 juta , mestinya lebih itu non. Yach sedikit susah dulu lha. Gimana neh jadi mau dipesenin yang mana..!" Jawab Ita yang mulai jengkel.
" Kalau pakai citilink Garuda murah ndak, bantuin dong cari no telepon travel , aku mau coba tanya ke Pasopati dulu." pinta Deisy lagi.
" Katanya duitnya sudah habis, pulsanya mepet. Gimana sih kamu non, nanti kalo ada-apa mengeluh. Tapi kalo dikasih tahu susah banget. Dari pada kamu repot-repot lagi telp ke Surabaya minta dibokingin tiket dari sana, malah ribet. Sekalian aja tiket PP. Belum tentu juga dapet tiket, malah repot !" Jawab Ita dengan nada yang mulai keras.
"Iya neh, enaknya gimana....?" suara parah di seberang terdengar.
"Ya terserah, kalau aku jalan aja, ambil yang murah. Karena emang duitnya ngepas, capek-capek ndak masalah tapi tujuan tercapai." Jawab Ita dengan santainya, sambil baca web site www.pangrango.com liat celotehan-celotehan pangrangoers.
"Aku pesenin yang airasia dulu buat kamu pulang Surabaya deh, entar malah udah berubah harganya, untuk balik ke Jakarta coba pikir lagi yach, banyak kerjaan nehhh..!" kata Ita santai sambil nyemil kacang atom garuda yang ditaruh di laci keyboardnya.
" Yo wis, lha terus nanti aku ambil tiketnya gimana...?" tanyanya dengan nada gelisah lagi.
" Gampang, ada mesin fax, nanati tak fax-in.. ndak usah dibikin susah non..", jawab Ita sambil mulai menginput keterangan dan data Deisy untuk booking On line pesawatnya
" Jangan fax bos-ku reseh neh, aku males ribut." Jawabnya cepat.
" Yo wis tak kirimin lewat kurir sehari sampai, gampang khan, ya wis nanti tak kabarin lagi. Aku dipanggil bos-ku tuh." Kata Ita sambil menutup gagang telepon.
Ita meluruskan kaki, sambil meneruskan input data untuk booking tiket.
to be continue....
Tuesday, January 24, 2006
Pernikahan yang berhasil.
_____________________
Untuk membangun pernikahan yang berhasil dibutuhkan beberapa faktor
pendukung antara lain:
1. Saling Mendengarkan Kelemahan terbesar dalam berkomunikasi dgn pasangan adalah terlalu
cepat memberikan jawaban.
Jadilah pendengar yang baik terhadap pasangan anda,tanpa memberikan
tanggapan yang terlalu cepat.
Mendengarkan cerita pasangan dapat menekan pertengkaran dan
melanggengkan
pernikahan.
2.Saling menyentuh
Pengamatan saya dalam masyarakat,hal ini jarang dilakukan bila usia
pernikahan sdh mencapai 5 tahun keatas.
Tetapi ada juga pasangan yg berhasil,dimana mereka saling
menyentuh,berangkulan,berpelukan,saling melingkarkan lengan,
duduk bersentuhan saat menonton TV.Pasangan terlihat mesra dan bahagia.
Sentuhan yg tidak bersifat seksual menuntun kepada keintiman yg murni.
3.Saling memberi semangat lewat kata-kata
Memberi semangat adalah makanan bagi hati.Setiap pasangan memiliki simpanan
emosi.
Kita harus memberi semangat bila melihat pasangan kita bersungut-sungut
setelah pulang kerja atau memberi dorongan saat mereka sedih.
Pasangan yang berhasil menciptakan lingkungan yg positif. Mereka tdk pernah
melewatkan kesempatan untuk mengungkapkan rasa syukur.
"Saya suka caramu menata rambutmu"."Masakanmu enak ".Pujian yg jujur,
bukan dibuat-buat spy pasangan senang.Itu sama dengan munafik
4.Saling menerima tanpa syarat
Cinta penerimaan tanpa syarat adalah dasar yg penting dalam pernikahan
yg berhasil.
Kebutuhan paling kuat dari pria/wanita adalah saling dan sungguh2
peduli.
Mereka tdk akan merasa ditolak jika mereka tidak memenuhi seperangkat
standard.
Mereka saling menerima kekurangan dan kelebihan pasangan.
5.Saling berkomitment
Kata"perceraian"dilarang untuk diucapkan,tidak jadi soal seberapa kecewanya
atau marahnya salah seorang dari mereka.
Mereka harus membuat kesepakatan bagaimana "bertengkar secara adil"
didalam situasi penuh damai.
Mereka berusaha membiarkan hal2 kecil berlalu, berkomitmen yang aktif
untuk menginginkan yg terbaik bagi pasangannya,
membantu mereka bertumbuh sebagai seorang pribadi.Pastikan untuk saling
berdoa.
6.Habiskan waktu bersama-sama
Pasangan yg berhasil,menghabiskan waktu bersama-sama,mengembangkan
minat bersama berolahraga,membaca Alkitab atau berbagai permainan.
7.Keuangan diurus bersama untuk masa depan
Masalah keuangan menciptakan lebih banyak stress dalam pernikahan
dibandingkan ancaman lain dari luar.
Jauhkan pemborosan dan berhematlah untuk masa depan.Gaya kehidupan
pasangan memegang peranan penting ,karena menyangkut materi yg harus
dikeluarkan. Bila kita bersikap celebrities,padahal keuangan tdkmendukung,ini memaksa pasangan berhutang untuk memenuhi seleranya.
"Berhutang itu bodoh".Hidup hemat adalah kehendak Tuhan,tetapi hidup
boros membawa kesengsaraan.Jangan disamakan,"hemat itu kikir"
Hemat adalah tdk keberatan mengeluarkan dana untuk kepentingan diri
sendiri,tetapi kikir itu,sangat sulit mengeluarkan dana untuk kebutuhan
diri sendiri.
8.Saling tertawa bersama.
Obat bagi kebosanan dalam pernikahan adalah humor segar.Jika pasangan
anda menceritakan yang lucu,tertawalah.Jika diantara pasangan anda tidak ada
yang lucu,sebaiknya menonton film-film lucu dan hadir diantara teman2
yg lucu.
9.Jadilah sahabat terbaik bagi pasangan
Satu2nya yang dapat anda andalkan sepenuhnya adalah pasangan anda.Jadikan
pasangan anda sebagai prioritas utama.
Pasangan yg berbahagia berpegang untuk menghabiskan waktu bersama-asama
sebagai sahabat.Saling berbagi rahasia.Saling menikmati keberadaan,Sebab
mereka adalah"satu daging"
Arti memiliki

Monday, January 23, 2006
Keputusan akhir...
Kulihat display penelepon, oh ternyata Eva adik pelayananku.
" Iya nona, apa kabar neh, kenapa... " tanyaku sembari mengecilkan volume televisi.
" Kak, bisa jemput Eva di Kampung Melayu. Eva baru ribut sama orang rumah,,," suaranya lirih , sesekali terdengar isakan tangis.
" Nona kenapa, ada apa? " tanyaku kaget.
" Pokoknya jemput dulu deh kak, nanti Eva ceritain di rumah." desaknya dengan suara tersedu-sedu.
" Ya udah kamu tunggu di Rumah makan Padang biasanya itu saja, nanti Stevie yang jemput, mumpung ada mobil nich. Nona ati-ati yach." Jawabku.
" Iya kak..." Jawab Eva lirih.
Ya Tuhan kenapa lagi dengan adikku ini lagi, kenapa tak henti-hentinya keluarganya bermasalah.
" Siapa yang telp ma...?" tanya suamiku yang baru keluar dari kamar mandi
" Eva, ada masalah lagi, dia kabur dari rumah , minta di jemput di Rumah makan biasanya yang di Kampung Melayu itu pa. " Jawabku sambil mematikan televisi.
" Ya udah ayo berangkat sekarang, dari pada dia berubah pikiran pergi ke tempat lain, malah jadi ndak karu-karuan. " Jawabnya sambil mengambil kaos di lemari, dan mulai beranjak ke depan nyalain mobil.
Aku bergegas ganti baju, dan membawa beberapa botol minum dan makanan kecil.
Perjalanan dari Cikarang ke Kampung Melayu, kulewati hampir selama 3 jam, jalanan cukup tersendat, cuma mobil Hardtop Hijau pupus pinjaman Pepen yang tidak bisa lincah nyerobot kiri kanan.
" Itu Eva ma, papa tunggu di mobil saja, biar ndak lama-lama, tukang parkirnya agak reseh tuh.! " kata suamiku sambil menunjuk seorang gadis manies memakai blues putih yang terlihat melamun.
Aku turun dari mobil dan menghampiri gadis manies itu. Belum sempat masuk ke Rumah makan padang itu, gadis itu berlari ke arahku , memelukku sambil menangis.
Ku tutup mulutnya dengan telunjukku, kurangkul dia ke arah mobil.
" Kamu sabar yach non, nanti sampai di rumah kita ngobrol, biar jelas masalahnya." Kataku sambil kubelai rambutnya yang hitam lurus.
Dia menyandarkan kepalanya di bahuku, jemarinya yang lembut memegang erat jemariku.
Di sepanjang jalan Eva mulai menenangkan dirinya, matanya merah, mukanya yang putih tampak basah karena air mata. Ku liat dari kaca spion, sesekali dia menghela nafas.
Tak lama di perjalanan dia mulai tertidur di bahuku.
Sampai di rumah, aku minta dia mandi karena hari sudah mulai gelap. Biar segar dan pikirannya lebih tenang. Sembari kusiapkan nasi goreng untuk makan malam.
Saturday, January 21, 2006
Cinta teralihkan

" Aku salah apa mas..." tanyaku sambil kutatap matanya.
Dia menunduk sambil menghisap rokoknya dalam-dalam, " Kamu ndak salah non, aku yang salah..." Dihisapnya lagi Rokok A Mild merah favoritenya.
" Aku yang masih ndak berani memilih antara kamu dan keluargaku.." katanya sambil memegang tanganku.
" Maaf, aku ndak bisa ceritain dari awal ke kamu. Tapi aku sangat sayang sama kamu, aku ndak bisa memilih. Aku mau kamu membenciku, biar aku lega melepas kamu..." dia mengalihkan pandangan ke arah gunung Arjuna.
" Tapi kenapa kamu menyakiti aku dengan menembak adik-adikku, sahabatku mas... " tanyaku seraya meraih jemarinya.
" Aku ndak tahu lagi gimana caranya, sorry nona. Aku ndak bisa nutupi rasa sayangku ke kamu, aku ndak mau kehilangan kamu. Aku tetap mau kamu jadi adikku..." dipeluknya pundakku dan dibawahnya kepalaku ke bahunya yang bidang.
" Sekarang kamu sudah dapat orang yang perduli bahkan sayang sama kamu, aku lega non. Karena aku tahu dia orang yang rela berkorban buat kamu, ndak seperti aku." kurasakan jarinya meremas jariku keras, kurasakan getaran suaranya.
Kutatap matanya, airmataku mulai mengalir, " Aku ndak sayang sama dia mas, ndak cinta, rasa itu ndak ada, dia cuma pelarianku dan karena rasa kasihan, mas khan tahu dia sudah berulang kali nembak aku sejak dari SMA"
" Aku butuh seseorang yang gantiin mas, karena mas pergi dari ku gitu aja, ndak mau ngomong pas ketemu, tapi belum bilang bubar malah mas nembak Ani. Ani khan udah kayak adikku sendiri mas... kenapa mas ndak bilang kalau papa masalahnya..."
Dia merengkuh badanku dan kepalaku terbenam pada dada bidangnya.
" Maafin mas, non .... mas ndak sanggup cerita waktu itu, yang ada dipikiranku gimana caranya kamu bisa nglepasin mas. Jadi mas berusaha buat kamu benci sama mas."
Dia duduk didepanku, menghapus air mataku " Kamu ngerti khan non, sekarang kamu harus belajar mencintai dia."
" Ndak gampang mas, aku sudah anggap dia sahabat dari dulu." jawabku sambil menghapus air mata dan berusaha tegar.
" Biarin waktu yang berbicara non, aku yakin dia juga akan berusaha membuatmu menyintainya. Tolong buka hatimu yach..... mungkin ini yang terbaik buat kita. Aku yakin kamu akan lebih bahagia bersamanya." katanya dengan berdiri memandang gunung Arjuna yang mulai tertutup kabut. Dibakarnya sebatang rokok A Mild, dihisapnya dengan dalam seolah menutupi kegalauan hatinya juga.
" Mas, boleh aku minta sebatang rokoknya?" tanyaku lirih.
Dia membalikan badannya dan menatapku dengan tajam, " Buat apa...???"
" Aku pingin rokok-an, tau nehh error otaknya" seraya meraih kotak rokok yang ada di sakunya.
Dia mundur selangkah, " Sejak kapan kamu ngerokok non?? " tanyanya dengan pandangan kecewa.
" Sejak mas ndak mau ngomong, dan hindari aku " jawabku lirih sambil mengalihkan pandangan ke ujung sepatu. Sesaat situasi menjadi hening.
" Satu batang saja cukup! Tapi tolong cukup sekali ini saja mas liat kamu ngerokok. " sambil dinyalakannya sebatang rokok dan diberikannya padaku.
Kuambil sebatang rokok itu dan kuhisap dalam-dalam, seolah aku ingin mengusir resah yang ada di hatiku seiring dengan perginya asap rokok itu.
Kulihat dia berjalan ke warung jagung bakar yang tak jauh dari tempat kami nongkrong, dan memesan beberapa jagung bakar.
Rokok tinggal setengah batang ditanganku, ketika dia balik.
Aku terkejut dengan gerakan tangannya yang mengambil rokok yang sedang mulai kuhisap dan menginjaknya dengan sepatu North Star Hijaunya.
" Mas khan udah bilang tadi, cukup sekali tadi mas liat nona ngerokok, sekarang jangan rokokan lagi di depan masya.... Nich gantinya jagung bakar manis pedes senenganmu, jagungnya muda koq, mas yang milih sendiri" sambil diserahkan jagung dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya sudah memegang jagung rasa manies yang sangat pedes kesukaannya.
Sejak saat itu, kucoba merubahkan rasa cintaku untuk memilikinya, menjadi rasa sayang kepada seorang kakak.
Sejak itu ku coba mencintai orang lain yang selama ini mencintai aku. Ternyata tak semudah yang pernah diucapkan.
Bayanganmu terus melintas.
Terkadang ketika kubersamanya, bayanganmu yang selalu melintasi.
Terkadang setiap kali kubersamanya, dalam hatiku itu kamu yang menemani.
Tapi kamu benar mas, seiring dengan waktu segala sesuatu pasti akan berubah, dan kita harus hadapi kenyataan bahwa kita memang tidak bisa bersatu.
Sekarang kau milik orang lain, dan aku juga sudah jadi milik orang lain.
Tapi kenangan sayang dan kisah cinta kita tak akan hilang begitu saja.
Cuma satu doaku. " Semoga kau bahagia dengan kekasihmu, dan Tuhan memberkatimu senantiasa"
Friday, January 20, 2006
Selamat Jalan.... adikku sayang
" Mbak, ada anak Marfin kecelakaan ketabrak Tronton, meninggal" kata Meita maniez yang bloundy waktu papasan di depan Hero Supermarket Lippo Cikarang.
" Siapa non.....?? " tanyaku kaget, sembari menggendong Andrew yang mulai ribut pingin turun dari kereta belanjaan..
" Evi Melinda anak Karpala..." jawab Meita
" Ndak mungkin ..!" kataku keras.
" Beneran mbak, pulang kantor tadi jam 5, didepan Sanyo kejadiannya.." ucap Meita seraya menyakinkan aku.
" Ndak mungkin nona, aku masih sama dia jam 5, kita pulang itu jam setengah enam-an habis ngomongin acara mau jalan ke Sanggabuana besok, ini iek lagi belanja buat keperluan besok" sambil ku tunjuk belanjaan di kereta.
" Coba hubungi yang lain deh mbak.. biar pasti kabarnya" Ujar Meita
" Oke deh non, aku pulang sekarang, aku coba hubungi teman-teman yang lain.." jawabku lemas.
Akhirnya belanja aku selesaikan, dan aku buru-buru pulang.
Sampai rumah, kuliah Handphone penuh dengan miss call, dari teman-teman.
Akhirnya ku coba telp Lia, ndak aktif...
Ku telepon kantor dan sekurity menegaskan bahwa berita kalau epenk bener kecelakaan.
Tanganku lemas, telepon ku taruh.
" Pa, epenk kecelakaan udah ndak ada sekarang " ucapku lirih
Suamiku mengambil telepon, dia memencet nomor Aa Rudi.
" Epenk ada dimana A... oh ya sudah, aku dan iek ke sana sekarang, siapa saja yang sudah disana.. oh gitu, yach udah aku berangkat sekarang."
Akhirnya aku berangkat buru-buru dan kubawa belanjaan dari Hero , yang cuma beli selai dan roti tawar 2 bungkus besar.
" Iek, epenk iek...." teriak Lia sambil memelukku.
" Iya non sabar yach..." jawabku seraya menahan tangis.
Aku harus tegar, aku harus bisa menguatkan Lia dan teman-teman yang terpukul.
Walau hati ini menangis, tapi aku harus tegar, harus lebih kuat.
" Iek, itu pukan epenk khan iek... epenk cuma tidur khan iek" tanya Lia.
" Non, itu Epenk.. epenk udah ndak ada, ikhlasin yach non...sabar" kataku lirih seraya mengelus rambutnya.
" Kenapa epenk iek, dia baik, kenapa bukan gue duluan." seru Lia sambil memukulkan tangannya ke paha dia dengan isakan tangisnya.
" Sabar nona,Tuhan punya rencana sendiri dengan kejadian ini yach.. sabar nona harus kuat, bantu nguatin yang lain" ucapku lirih sambil menghela nafas, menahan tangis.
Ketika Lia mulai tenang, aku coba cari teman-teman yang lain. Ternyata semua lagi ngumpul di depan mushola RS Medika Cikarang.
Sairi, mukanya lesu.. sesekali kuliat dia menggeleng-gelengkan kepala dan menangis. Menutup mukanya dengan tanganya.
Kulihat banyak kekecewaan, kesedihan, perasaan bersalah, kehilangan.
Kuhela nafas dalam-dalam, dalam hati kebertanya " Kenapa ini terjadi pada dia Tuhan, hambamu ini juga sudah capek, kenapa Tuhan lebih dulu panggil dia. Dia yang maniez, yang tegar, yang membuat suasana lebih ceria..."
Kupandang langit, yang saat itu tak berbintang.
Teringat kejadian sore tadi, semua begitu ceria, semua tersenyum, saling bercanda membahas acara pendakian ke Sanggabuana besok.
" Non, ngegodain Ita yook, biar ngiri dia pingin ikut, gara-gara kuliah jadi ndak bisa" ucapku
" Iya mbak iek, bilangin aja, di kampus ndak ada ganteng.." jawab Epenk sambil tersenyum memegang hp untuk sms ke Ita.
" Ehhh, nona dia ngejawab. Siapa tahu ada yang ganteng, biar cepet laku, katanya ndak seneng apa liat adiknya punya cowok... hahhahahha" sambil ku tunjukan sms dari Ita.
" Bales mbak, sudah diseleksi dan disurvai dikampus ndak ada yang ganteng. Kalo ada udah epenk gebet dulu" katanya sambil tertawa kecil.
Hari ini dia cantik sekali, dengan memakai rok coklat muda, sewarna , serasi dengan sepatu dan tasnya. Dengan gaya centilnya yang kesulitan memakai sepatu sandal yang sebentar- sebentar copot.
Ternyata, hari ini terakhir kamu menemani kami non....
Kenangan dan cerita saat kegiatan pendakian denganmu mulai mengalir dari mulut teman-teman sejalan.
Kisah kelucuan, kepanikan, ungkapan kagum, ketabahan, semua terucap.
Epenk belum pernah absen dalam ekspedisi besar Karpala Kalfa, yang tegar, tetap berjuang mencapai puncak tanpa mengeluh.
Tahun ini, kita ndak bisa kumpul bersama merayakan lagi Ulang Tahunmu.
Tapi iek yakin perayaan Ulang Tahunmu di surga lebih indah..
Selamat Jalan adik, patner tersayang...
Kenangan tentangmu ndak pernah hilang, selalu ada didalam hati.
Specialy for Epenk, in memoriam
That’s what friends are for....
itulah artinya sahabat....
(Saya tidak pernah berfikir tentang perasaan ini)
And as far as I’m concerned
(Sejauh saya pahami)
I’m glad I got the chance to say
(Saya senang mendapat kesempatan berkata)
That I do believe I love you
(Bahwa saya begitu mengasihi mu)
And if I should ever go away,
(dan, jika saya harus pergi)
Well, then close your eyes and try,
(tutuplah matamu & cobalah)
To feel the way we do today,
(rasakan cara yang kita alami hari ini)
And then if you can remember,
(dan jika kamu dapat mengingat)
Keep smiling, keep shining, Knowing you can always count on me,
(Tetaplah tersenyum, cerialah, ketahuilah engkau pasti selalu dapat mengandalkanku)
For sure, that’s what friends are for, For good times, and bad times,
(Itulah artinya Sahabat, untuk waktu yang senang dan susah)
I’ll be on your side forevermore, That’s what friends are for,
(Saya akan berada disampingmu sampai kapanpun, itulah artinya Sahabat)
Well, you came and opened me
(Ketika engkau datang dan membuka mata saya)
And now there’s so much more I see
(Dan sekarang lebih banyak yang dapat saya lihat)
And so by the way, I thank you
(Untuk itu saya ucapkan terima kasih)
And, then for the times we’re apart,
(dan pada saat kita berpisah)
Well, then close your eyes and know
(tutup matamu dan ketahuilah)
These words are coming from my heart
(Kata-kata ini datang dari hatiku)
And then if you can remember.
(dan jika kamu dapat mengingat)
And I never thought I’d feel this way
(Saya tidak pernah berfikir tentang
perasaan ini)
And as far as I’m concerned
(Sejauh saya pahami)
I’m glad I got the chance to say
(Saya bahagia mendapat kesempatan
berkata)
That I do believe I love you
(Bahwa saya sayang kamu)
And if I should ever go away,
(dan, jika saya harus pergi)
Well, then close your eyes and try,
(tutuplah matamu & coba)
To feel the way we do today,
(rasakan cara yang kita lakukan hari ini)
And then if you can remember,
(dan jika kamu dapat mengingat)
Well, you came and opened me
(Baiklah, kamu datang & membukakan
saya)
And now there’s so much more I see
(Dan sekarang terlalu banyak yang saya
lihat)
And so by the way, I thank you
(Untuk itu saya ucapkan terima kasih)
And, then for the times we’re apart,
(dan pada saat kita menjadi satu)
Well, then close your eyes and know
(tutup matamu dan ketahuilah)
These words are coming from my heart
(Kata-kata ini datang dari hatiku)
And then if you can remember.
(dan jika kamu dapat mengingat)
Keep smiling, keep shining, Knowing you can always count on me,
(Tetaplah tersenyum, cerah, mengenal kamu selalu dapat mengandalkanku)
For sure, that’s what friends are for, For good times, and bad times,
(Itulah artinya berteman, untuk waktu yang senang dan susah)
I’ll be on your side forevermore, That’s what friends are for,
(Saya akan berada disampingmu sampai kapanpun, itulah artinya teman)
Hidup ini akan Indah pada WaktuNya
My story
As days flew by, we talked again,But you never seemed to care.
Although I made a fast approach,Our friendship grew and grew.
In time I became attached to you.From a hug, I wouldn't let go.
For you, I wrote sweet letters and songs.You were on my mind all day.
It hit me then, what I was in -A unique and precious love.
The minutes without you turned into days,And the seconds with you flew fast.
The times I spent with you,Were what made my heart complete.
And now, we love just the same,As it doubles day by day.
With you, I'm in a whole new world.You bring out the best in me.
Yes, the road ahead gets hard,When things may only seem rough.
Though problems may lie ahead someday,And either of us could be right;
And so, each night, beside my bed,When there's only bright stars to see;
Motivation Poem
A bird and its young had been captured, and Eckermann was amazed to seethat it went on feeding its young inside his house.
What kind of God would push only from outside,letting the cosmos circle round his finger?
If the eye were not sun-like,how could it ever spy the sun?
If through infinity the samething flows, eternally repeating,
Eternal, living action worksto recreate the createdso it never rigidifies.
My Blog List
-
Semangat - Waduh... udah kls 6 .. Ada Unas Nih . Harus semangat, belajar terus . Kalau gk Belajar gk bisa Lulus Sd .12 years ago
-
Gunung Salak - Gunung SalakDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Gunung Salak Gunung Salak, dilihat dari arah Bogor Ketinggian 2.221 m Lokasi Lokasi Jawa Ba...14 years ago
-
Rabu, 12 January 2011 Berani Hidup - Berani Hidup Baca: Filipi 1:20-26 Ayat Mas: Filipi 1:21 Bacaan Alkitab Setahun: Zefanya 1-3 Seorang pemuda Palestina melilit tubuhnya dengan rangkaian bom....15 years ago
-
Awal berkarya - Cafe Siluet... Nama Cafe ini kami dapatkan dari masukan beberapa teman yang berkumpul di rumah pada bulan November 2009. Siluet menurut artinya adalah ...16 years ago
-
Andrew Awal December 2009 - Andrew semakin hari semakin besar, sudah mulai pintar berdebat. Apa karena kita orang tua yang terlalu demokratis.. Minggu 1 di December, Andrew udah mulai ...16 years ago
-
-