Kids

Kids

Welcome to my stories..

Sweet, hate, crying, laugh, smile... angry..
Just tell me...
Love just for everybody who love each other

Inspiring me very much

Hidup ini adalah serangkaian masalah : Bila saat ini kita sedang bergumul dengan sebuah masalah, sebenarnya kita baru saja keluar dari suatu masalah, atau kita sedang bersiap bertemu masalah yang baru. Allah lebih tertarik membuat hidup kita Kudus ketimbang membuat hidup kita bahagia

Wednesday, May 06, 2009

POstingan iek...
Rabu, 6 May 2009

Pagi ini dilalui dengan keceriaan…
Andrew mau bangun pagi, mandinya cepet, maemnya pinter.
Pokoknya lancer deh, dan berangkat pun menyenangkan.

Tapi mulai diperjalanan, awal keresahan..
Setelah lepas kota legenda, muacetttttttt, kendaraan ndak bisa salib tronton yang sudah ada 300 meter didepan kita.
Karena motor dan mobil dari arah berlawanan sudah melaju dengan gila dan tidak bisa diatur. Kalau dipaksain salib, kemungkinan ada korban bisa 99% hehhehe….
1%nya hampir jadi korban...
Motornya rapet begitu, malahan ada yang setor badan di depan tronton …

Kayaknya dulu, segila-gilanya aku balapan di jalan dan di pacuan tidak segila itu buat setor nyawa tiada hasil , tiada arti dan tiada makna huahhaha…

Sampai di tol bekasi timur, juga mulai nich…
Bisnya ndak lewat2, udah 15 menit berjalan.
Ku jalanin dengan melangkahkan kakinya berjalan melawan arus menuju ke BTC dan lanjut terus kearah timur.
15 menit sudah kulewati, terlihat Bis Sinar Jaya 146 melaju perlahan, naik deh ku ke dalam bis itu. Dan akhirnya bobo manis..

Tak terasa ditengah ku terlelap, jam hp sudah menujuk ke pukul 07.00, huaahhaha ku masi di posisi antri di gerbang tol jati bening..
Karena udah ngantuk, akhirnya ku terlelap lagi, sampai akhirnya kondektur menagih ongkos. Ku buka mata lagi, hua kembali ku terperanjat masih antri masuk ke tol dalam kota..

Ya sudah dinikmati saja deh..
Waktu berlalu, ku terlelap lagi, dan terbangun dengan posisi bis sudah keluar tol. Waktu menunjukkan pukul 07.23.
Bis yang berjalan perlahan, akhirnya mneghantarkanku di depan Gudang garam Pulomas, dengan waktu menunjukkan pukul 07.39 hehhe..
Berganti metro mini, dan apa yang terjadi, metromini sampai di per4an cempaka mas, tidak bergerak sama sekali, udah 30 menit berlalu hehhehe….

Ternyata genangan hehhehe..
Sampai kantor jam 08.15an…
Maniez banget dehhh..

Eh ditengah ku pandangi notebook Toshiba portege ini, telepon dari suamiku masuk..
Infonya yaitu “ rambut Andrew dipotong sama belaki, dan papanya ngamuk besar”

Hehhe.. anak2…..

Minggu yang menyejukkan

POstingan iek...
Minggu yang menghiburku.


Hari Sabtu, dilalui dengan beberapa kali luapan emosi hehhe, akhirnya minggu pagi kemarin mencoba mencairkan suasana yang mulai membeku..

Jam 5 pagi, Andrew sudah bangun, cuci muka 2 jari sudah dilakukan.. akhirnya
jalanlah kita menyusurin sawah…




Pagi hari suasana pedesaan terasa banget, lha sekarang emang tinggal di pedesaan heheh..

Akhirnya foto-foto ria…


Berpose dengan Andrew...





Akhirnya kelar jalan dan foto-foto waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi, kita pulang mandi, sarapan, Andrew ke sekolah minggu jam 8.00,tapi pas sampai sudah bagi kelas jadi telaat..
Kita lanjut ibadah pagi jam 09.00, pulang mampir ke pasar, masih kebagian bakso tahu dan mampir ke salon.
Andrew ma papae potong rambut..




Waktu sudah menunjukan pukul 11.30, kita jalan pulang mampir makan soto ayam.
Terus main dehh ke Kalam kopen...

Awal sampai di KK ada tamu keluarga dengan seorang gadis kecil umur 4 tahunan bernama Cahaya, ketika kita sampai papanya belum datang.
Andrew pun berbagi makanan dengan Cahaya.
Waktu papa cahaya datang, ternyata membawa 2 kotak susu bendera cair, ributlah Andrew dan Cahaya tidak mau berbagi.
Akhirnya kita dengan motor Randy pergi ke pasar dan beli sekotak susu milkuat isi 60 murah juga ternyata cuma Rp. 48 ribu, oh pantes dijualnya @ Rp. 1000.

Dan akhirnya Andrew berlaku sebagai pedagang susu milkuat, siapa yang ambil susunya dimintain duit seribu hehheh...

Hari sudah semakin sore.. akhirnya berkebun deh merambahi daun singkong yanng ada..
Ditumis sama teri... ternyata bocah2 tidak nongol juga.
Ya sudah kita nikmati sendiri.




Selesai deh...

Cukup menyejukkan hati…

Lagi keselllllll banget

POstingan iek...
Seminggu ini ku jalani dengan hati yang penuh dengan emosi, bingung, kecewa, ndak tega, sakit hati…
Semua bercampur aduk menjadi satu..

Kekecewaan kelakuan kakakku, yang membuat semua adik-adiknya susah, ibuku jadi sedih. Hidupku jadi serba salah.
Aku capek…. Keinginan untuk menemuinya dan meminta dia menyelesaikan semua masalah yang ada dengan bijaksana masih belum bisa kulakukan.

Semuanya mencegah, semua hanya membiarkan..
Membiarkan dia berubah dan berfikir sendiri akan kelakuannya..
Tapi kalau kelakuannya itu tidak ngerepoti dan bawa-bawa yang lain , mungkin aku tidak akan perduli.

Tapi semua jadi dibuat sakit ati, menderita dan jadi susah semua.
Kemarahanku sering kali kulampiaskan ke suamiku yang selalu mendampingiku.
Sedikit dia bertingkah, akibatnya merembet ke yang lain yang memicu emosiku.

Aku berusaha untuk sabar…
Semua bilang aku harus sabar…
Semua bilang biar Tuhan yang berkerja…
Semua bilang iklaskan…

Kalau semua bilang itu, kenapa kalau cerita ke aku sama nangis dan emosi juga.
Siapa sebenarnya yang dibuat emosi dan sakit hati…

Kenapa orang yang sudah kita perjuangkan, kita dampingi dan kita berikan semua yang bisa sampai kita sendiri susah malah berbalik menusuk kita.

Menusuk semua adiknya dan ibunya…

Salahkah bila aku marah…?/
Salahkan bila aku pingin memukulnya untuk mengingatkan dia bahwa semua orang sudah dibuatnya susah…??

Ya itu adalah pikirannku didalam emosi, dengan main kekerasan dan fisik…
Tapi aku juga ndak segila itu, diapa apain dia kakakku yang lagi ada masalah yang kita sendiri ndak tau masalah diluar urusan uang itu apa…

Aku mau bantu dia, aku mau dia ngomong ayuk diselesaiin.. apa yang kita bisa bantu…
Tapi jangan buat kita semakin susah gini…

Emosiku beberapa hari ini,sering kali mengalahkan segalanya…
Ampuni aku Tuhan… buat aku lebih sabarrrrrrr dan berserah….

Thursday, April 23, 2009

Cerita di Hari Bumi

POstingan iek...
Rabu, 22 April 2009

Hari ini kata teman-temanku adalah Hari Bumi, di Face book dan email isinya selamat hari Bumi semua..
Di hari bumi ini, adalah hari yang menyenangkan buatku…
Pertama ku tidak terlambat ngantor, karena ada tebengan….
Kedua kupulang cepet, sehingga bisa main sama Andrew…

Pas sampai di rumah, ternyata Andrew masih tidur, begitu ku dating dan bersuara dia langsung terbangun dan marah-marah..
Katanya, “ Koq mama udah pulang,khan N mau jemput mama”
Kujawab “ Lha kenapa juga N bobonya sore-sore ndak dari siang, mama khan ud sms papa kalau ud mau sampai, eh papa bilang N lagi bobo ya ud mama pulang sendiri”

Ya akhirnya nangis dehh…

Hari ini ku pulang dengan membawa belanjaan dari koperasi diantaranya kecap bango, nugget, inaco jelly, sambal botol delmonte, roti sosis kesukaan Andrew, Shampo dan deodorant eheh..

Untung ada inaco, jadi cukup meredakan tangis dan kemarahan Andrew.

Di dalam kemasan innaco ada lembar berhadiahnya, dengan mata yang basah tapi sudah tidak terisak,

Dengan cepat dia mengambil koin di vas kecil tempat koinku.. digosoknya dan dia mulai mengeja .. “ C O Co B A Ba L A La G I gi”
“ Koq kalau Andrew yang dapat mesti coba lagi coba lagi sih mama…” katanya sambil membuang kupon gosokan itu sekenanya…
“ Ya itu namanya rejeki, kalau dapat ya disyukuri nak, kalau enggak ya ud. Tapi kita tetep bersyukur bahwa berkat Tuhan tidak pernah berhenti dalam hidup kita.” Kataku sok arief sambil ku pangku Andrew…

Seneng banget rasanya sore itu, dengan cengirannya yang membuat lesung pipit di pipi kirinya terlihat jelas. Indah banget melihat anak-anak tertawa , ceria, manja.

Walau kekesalan berkecamuk dalam hati, ya obat kekuatanku menghadapi hidup ini adalah anak-anakku..

My best Friend, Ria…
Thanks ya selalu jadi tempat sandaran kepalaku ketika ku menangis, thanks ya untuk semuanya..

Thursday, April 16, 2009

I3k yang dulu....

POstingan iek...
Kata Kakakku waktu ku kecil ku cengeng, manja dan penakut.
Kata teman sdku pas ketemu kemarin, ku pendiam tapi pinter hehhe abis rangking terus hehhe,
jadi inget pas jambore di Lamongan liat ular di pohon b3lakang t3nda.
Kata teman smpku ku diem tapi aktif, krn jadi tim voli heheh
Kata Wawan, hadi teman smaku gengku mereka menjulukiku the spoiled girl.
Tapi khan jadi tim Paskibra lho, jadi OSIS juga selama 2 tahun sie Bidang 1.
Lumayan ikutan dampingi adik kelas penataran... jadi inget sempet jadi kakak terfavoorit pas itu dampinginya sama anak yang namanya Andi..
Kata Albert, ku dulu kalem apalagi pas ngajar anak PT...
Kata Masku, ku doyannya makan jagung bakar kalau lagi jalan.
hee jagung bakar ma roti bakar di daerah kodam ya mas

Tapi sekarang..
Semua bilang ku 360 derajat beda...
Dulu kalau diledekin diem, tapi sekarang babat habis hhehe sorri ya mas
Mulai suka bertualang, nekad...Semakin blak-blakan...
Kata mereka ku tambah tegas....

Tahu neh habis ultah malah pada bahas aku yang dulue..
Tapi harapanku esok adalah hari yang terbaik dan terindah buatku...

Terima kasih saudaraku, sahabatku, dan teman2ku semua untuk waktu luang yang telah kita lewati.
GBU all..

Monday, March 30, 2009

Kemping 27-29 Maret 2009

Awalnya...
Kita dengar ada informasi pendakian masal sekalian opsih yang diselenggarakan oleh Avtech.. Mulai dekat harinya, mulai berencana cuti tgl 27 Maretnya..
Pikir punya pikir, dianalisa dan diputuskan...
KEMPING Aja...

Mau cuti, sayang...
Dan juga ndak enak krn minggu depan ku cuti 4 hari..

Hingga akhirnya, tanggal 26 Maret 2009..
06.00, Iek, Stevie dan N..
Sudah mulai melangkahkan kaki beradar menyusuri jalanan pekopen, menuju ke GOR menuju jalan besar.. hingga akhirnya pulang balik menyusuri sungai dan hinggap di Kalam kopen..
08.40 Liat tyson mulai packing, Yasin masih bobo maniez, Jon abis mandi basah..
Ngobrol punya ngobrol, mereka akan berangkat opsih dengan rombongan anak bekasi via PM aliat Plaza Metropolitan.
Akhirnya mampir ke apartemennya Doni..
Ternyata ada seorang mama dengan seorang putri kelas 3 sd dan jagoannya umur 4 tahun, yang akhirnya ku tahu namanya Hani, Lingga dan Rido.
Mau hiking juga gabung sama tim FKPTI, dibawah koordinasi Tyson.
Kompor mulai panas, Yani akhirnya terbakar menemani Hani, Lingga dan Rido
10.00 waktu mulai berjalan, Yani mulai packing..
Ku akhirnya merelakan logistik di rumah untuk dikaryakan sama mereka, karena mereka tidak ada persiapan. Akhirnya kita ber3 turut serta jalan kaki lagi ke PM.
Andrew sangat bersemangat jalan karena ada Rido yang menjadi saingannya..
Sampai di PM puanas banget...
Trontonnya belum datang..
11.45 Tronton datang dan pasukan mulai masuk, absen
Adrew mulai ribut dan ngamuk karena ndak ikutan hiking, jadilah janji disitu kita akan kemping...

27 Maret 2009
18.00 ku baru sampai Bekasi, hari ini bis 9A luama banget, berdiri pula, 43 lama pula..
18.20 sampai rumah, mulai packing-packing, bungkus nasi.
20.00 Sudah mulai gelisah karena Haikal belum dateng juga..
21.00 Haikal dateng, mulai rapi2 perlengkapan.
21.30 Jalan pakai motor anak2 apartemen dianter sampai bekasi timur.

Bis Mayaraya bogor langsung nongol di depan kita..
10.15 Bis sampai di Uki, dan mulai ngetem.. ACnya dimatiin lagi..
Gelisah, mondar2 di Bis , mungkin membuat sopir dan keneknya pusing akhirnya bis melaju mengambil jalur kanan di UKI alias Nyodok..
11.00 kita sudah sampai di Ciawa, turun langsung nemu angkot cisarua..
Ternyata angkotnya mau melaju terus hingga puncak pas...
12.00 Kita sampai di puncak pas.. menunggu angkot cipanas..
10 menit berlalu, muncul sebuah angkot kuning yang sudah tutup, langsung aja dihadang.. akhirnya naik deh.. ternyat bukan kita ber 5 aja, ada 3 orang ibu2 juga naik... Beruntung banget tuh Angkot hehhe..
12.30 kita sampai di per3an Cibodas, menunggu-nunggu akhirnya seorang ojek menghampiri kita dengan menawarkan jasanya 2 ojek 30 ribu, jadi 1 ojek 2 orang..
Huaaaa... mana bisa.. suamiku aja bawa kering segede gambreng isi tenda 2 biji.
Ngoceh hasil tawar tawaran akhirnya 3 ojek @ Rp. 10 rb..
Ku ma Andrew, bawa keril di punggu, keril Gohan ditaruh di depan ojekku.
Gohan dan haikal 1 ojek, tentengan kompor ditaruh di depan ojeknya..
Suamiku dengan keril kulkasnya sendirian hehhe...
12.15 Sudah sampai di Bumi Perkemahan mandalawangi.
Wah sebel banget, yang jaga aki2 itu, ndak bisa nego harga.. Akhirnya @ 20 rb deh.
Pasanng tenda, bikin kopi..
Tidur dehhhhhh


Bersambung deh...

Thursday, March 19, 2009

Never cut your cross

POstingan iek...
Selamat pagi....tetap semangat!






Whatever your cross,
whatever your pain,
there will always be sunshine,
after the rain ....


Perhaps you may stumble,
perhaps even fall,




But God's always ready,
To answer your call ...

He knows every heartache,
sees every tear,
A word from His lips,
can calm every fear ...

Your sorrows may linger,
throughout the night,
But suddenly vanish,
in dawn's early light ...

The Savior is waiting,
somewhere above,
To give you His grace,
and send you His love...






Whatever your cross,
whatever your pain,


"God always sends rainbows ....
after the rain ... "



To get out of difficulty, one must usually go through it!

Wednesday, March 18, 2009

SMILE:GOD LOVE YOU! Jangan Menyerah & Jangan Putus Berharap

POstingan iek...


Di Balik Kepahitan Bacaan hari ini: Ayub 42:1-5
Ayat mas hari ini: Ayub 42:5
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 22-24
Ketika usianya menjelang 17 tahun, Joni Eareckson mengalami kecelakaan—meloncat di tempat dangkal ketika berenang. Ia mengalami lumpuh total; hanya bisa menggerakkan leher. Awalnya ia sa¬ngat putus asa, sempat begitu marah kepada Tuhan. Tetapi berkat dukungan keluarga dan orang-orang terdekatnya, ia lalu “bangkit”. Sampai sekarang Joni tetap lumpuh, tetapi hidupnya telah menginspirasikan keteguhan bagi jutaan orang di seluruh dunia. Ia menjadi pembicara seminar di banyak negara, melukis ratusan lukisan dengan mulutnya, menulis lebih dari 30 buah buku best seller, mendirikan “Joni and Friends”, organisasi internasional untuk para penyandang cacat fisik.

Hal serupa terjadi pada Ayub. Dari hidup yang semula berkelimpahan, kemudian ia kehilangan segala-galanya; harta milik, anak-anak, bahkan kesehatannya (Ayub 1,2). Bisa dibilang, Ayub jatuh dari tempat tinggi ke dasar lembah yang gelap dan sempit. Sungguh menyakitkan. Tetapi justru dari situlah Ayub mengalami sesuatu yang hakiki dalam hidupnya, yaitu mengenal Allah secara pribadi. Dulu ketika hidup makmur berkelimpahan, ia tahu Allah hanya dari “kata orang”, tetapi sekarang, “Mataku sendiri memandang Engkau” (ayat 5).

Mungkin sekarang Anda tengah mengalami kepahitan dan penderitaan hidup, entah apa pun penyebabnya. Jangan kecil hati. Sebab kerap di balik kepahitan dan penderitaan itu tersimpan “mutiara kehidupan”. Seperti yang dialami oleh Joni Eareckson, juga Ayub dalam bacaan kita hari ini. Kuncinya, jangan menyerah dan jangan pu¬tus berharap. Tuhan bisa memakai apa yang tampaknya buruk untuk menyalurkan kebaikan.

Sehabis hujan deras, muncul pelangi



Penulis: Ayub Yahya / renungan harian

Monday, March 16, 2009


POstingan iek...
Jangan "ngambek" berkepanjangan terhadap org yg kamu kasihi

Bagi yg sudah pernah baca,luangkan waktu untuk baca sekali lagi
Ini adalah cerita sebenarnya ( diceritakan oleh Lu Di dan di edit oleh Lian Shu Xiang )

Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga.Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka,tetapi segalanya sudah terlambat. Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami,malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini,setelah 2 tahun menikah,saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama .

Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya,dia adalah satu-satunya harapan nenek,nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah.

Saya terus mengangguk tanda setuju,kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek,agar dia dapat berjemur,menanam bunga dan sebagainya.Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar matahari,tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata :"Mari,kita jemput nenek di kampung".

Suami berbadan tinggi besar,aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yg bidang,ada suatu perasaan nyaman dan aman disana.Aku seperti sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya.Kalau terjadi selisih paham diantara kami,dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan.Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu.
Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah.Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar,sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami:"Istri kamu hidup foya-foya ,buat apa beli bunga? Kan bunga tidak bisa dimakan?" Aku menjelaskannya kepada nenek:"Ibu,rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira."Nenek berlalu sambil mendumel,suamiku berkata sambil tertawa:"Ibu,ini kebiasaan orang kota ,lambat laun ibu akan terbiasa juga."

Nenek tidak protes lagi,tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga,dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu,setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengkan kepala.Setiap membawa pulang barang belanjaan,dia selalu tanya itu berapa harganya ,ini berapa.Setiap aku jawab,dia selalu berdecak dengan suara keras.Suamiku memencet hidungku sambil berkata:"Putriku,kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga yang sebenarnya." Lambat laun,keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.
Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri,di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan.Di meja makan,wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya.Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok,itulah cara dia protes.

Aku adalah instrukstur tari,seharian terus menari membuat badanku sangat letih,aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin.Nenek kadang juga suka membantuku di dapur,tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot,misalnya;dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan,dikumpulkan bisa untuk dijual katanya.Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik,dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik.

Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan pencuci,agar supaya dia tidak tersinggung,aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur.Suatu hari,nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya,dia segera masukke kamar sambil membanting pintu dan menangis.Suamiku jadi serba salah,malam itu kami tidur seperti orang bisu,aku coba bermanja-manja dengan dia,tetapi dia tidak perduli.Aku menjadi kecewa dan marah."Apa salahku?" Dia melotot sambil berkata:"Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu bisa membuatmu mati?"
Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg culup lama,suasana mejadi kaku.Suamiku menjadi sangat kikuk,tidak tahu harus berpihak pada siapa?Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur,setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya,suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap,dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku,seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri?
Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu,aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja.Saat tidur,suami berkata:"Lu di,apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?" sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.Dan dia akhirnya berkata:"Anggaplah ini sebuah permintaanku,makanlah bersama kami setiap pagi."Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu.
Pagi itu nenek memasak bubur,kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku,seakan-akan isi perut mau keluar semua.Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi,sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut.Setelah agak reda,aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam,diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya.Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata.Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!.
Pertama kali dalam perkawinanku,aku bertengkar hebat dengan suamiku,nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh……suamiku segera mengejarnya keluar rumah.

Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek.
Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku.Aku sangat kecewa,semenjak kedatangan nenek di rumah ini,aku sudah banyak mengalah,mau bagaimana lagi?Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau,sungguh sangat menyebalkan.Akhirnya teman sekerjaku berkata:"Lu Di,sebaiknya kamu periksa ke dokter."Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil.Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu.Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan.Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu?
Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku,3 hari tidak bertemu dia berubah drastis,muka kusut kurang tidur,aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya.Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi,pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku.Aku berkata pada diriku sendiri,jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi.Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak.Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi..... mimpiku tidak menjadi kenyataan.Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras.Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk?
Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi,memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian,aku menangis dengan sedihnya.Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci,aku menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya.Aku nenatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata.Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu.Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku.Sungguh lelaki yg sangat picik,dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang.Aku tersenyum sambil menitikan air mata.
Aku tidak masuk kerja keesokan harinya,aku ingin secepatnya membereskan masalah ini,aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung."Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit.Mulutku terbuka lebar.Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya,nenek sudah meninggal.Suamiku tidak pernah menatapku,wajahnya kaku.Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku.Sambil menangis aku menjerit dalam hati:"Tuhan,mengapa ini bisa terjadi?"
Sampai selesai upacara pemakaman,suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku,jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian.Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain,pagi itu nenek berjalan ke arah terminal,rupanya dia mau kembali ke kampung.Suamiku mengejar sambil berlari,nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang.Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian.Jika aku tidak muntah pagi itu,jika kami tidak bertengkar, jika............dimatanya,akulah penyebab kematian nenek.
Suamiku pindah ke kamar nenek,setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol.Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak.Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak.Tetapi melihat sinar matanya,aku tidak pernah menjelaskan masalah ini.Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan salahku.Waktu berlalu dengan sangat lambat.Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain.Dia pulang makin larut malam.Suasana tegang didalam rumah.
Suatu hari,aku berjalan melewati sebuah café,melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam.Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra.Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi.Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya.Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa.Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu.Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku.Suara detak jangtungku terasa sangat keras,setiap detak suara seperti suara menuju kematian.Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka,jika tidak.. mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka.
Malam itu dia tidak pulang ke rumah.Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi.Sepeninggal nenek,rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir.Dia tidak kembali lagi ke rumah,kadang sewaktu pulang ke rumah,aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar.Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya.Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini.Tetapi itu tidak terjadi.........,semua berlalu begitu saja..
Aku mulai hidup seorang diri,pergi check kandungan seorang diri.Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama,hati ini serasa hancur.Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini,tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya.Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah.
"Suatu hari pulang kerja,aku melihat dia duduk didepan ruang tamu.Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja,tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu.2 bulan hidup sendiri,aku sudah bisa mengontrol emosi.Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya:""Tunggu sebentar,aku akan segera menanda tanganinya"".Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku.Aku berkata pada diri sendiri,jangan menangis,jangan menangis.Mata ini terasa sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar.Selesai membuka mantel,aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit.Sambil duduk di kursi,aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya.""Lu di,kamu hamil?"" Semenjak nenek meninggal,itulah pertama kali dia berbicara kepadaku.Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg menglir keluar dengan derasnya.Aku menjawab:""Iya,tetapi tidak apa-apa.Kamu sudah boleh pergi"".Dia tidak pergi,dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan.Perlahan-lahan dia membungkukan badanya ke tanganku,air matanya terasa menembus lengan bajuku.Tetapi di lubuk hatiku,semua sudah berlalu,banyak hal yg sudah
pergi dan tidak bisa diambil kembali."

Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata:"Maafkan aku,maafkan aku".Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa.Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan.Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga.Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya.
Berharap dinding es itu akan mencair,tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.Hanya sewaktu memikirkan bayiku,aku bisa bertahan untuk terus hidup.Terhadapnya,hatiku dingin bagaikan es,tidak pernah menyentuh semua makanan pembelian dia,tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya.Sejak menanda tangani surat itu,semua cintaku padanya sudah berlalu,harapanku telah lenyap tidak berbekas.
Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku,aku segera berlalu ke ruang tamu,dia terpaksa kembali ke kamar nenek.Malam hari,terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli.Itu adalah permainan dia dari dulu.Jika aku tidak perduli padanya,dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit.Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak.Dia lupa........,itu adalah dulu,saat cintaku masih membara,sekarang apa lagi yg aku miliki?

Begitu seterusnya,setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir.Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi,perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak.Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang.Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming.Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar,malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer.Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku.Bagiku itu bukan lagi suatu masalah.
Suatu malam di musim semi,perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras.Dia segera berlari masuk ke kamar,sepertinya dia tidak pernah tidur.Saat inilah yg ditunggu-tunggu olehnya.Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit.Sepanjang jalan,dia mengenggam dengan erat tanganku,menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku.Sampai di rumah sakit,aku segera digendongnya menuju ruang bersalin.Di punggungnya yg kurus kering,aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya.Sepanjang hidupku,siapa lagi yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia?
Sampai dipintu ruang bersalin,dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan,sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya.Keluar dari ruang bersalin,dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia.Aku memegang tanganya,dia membalas memandangku dengan bahagia,tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai.Aku berteriak histeris memanggil namanya.
Setelah sadar,dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya………aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya,tetapi kenyataannya tidak demikian,aku tidak pernah merasakan sesakit saat ini.Kata dokter,kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan,bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjijat.Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter,bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan terburuk.Aku tidak lagi perduli dengan nasehat perawat,aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer.
Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya,aku masih berpikir dia sedang bersandiwara…………Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami."Anakku,demi dirimu aku terus bertahan,sampai aku bisa melihatmu.Itu adalah harapanku.Aku tahu dalam hidup ini,kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan,sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu.Didalam komputer ini,ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi.Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah.
"""Anakku,selesai menulis surat ini,ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun -tahun.Ayah sungguh bahagia.Cintailah ibumu,dia sungguh menderita,dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang yg paling ayah cintai"".
Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK,SD,SMP,SMA sampai kuliah,semua tertulis dengan lengkap didalamnya.Dia juga menulis sebuah surat untukku.""Kasihku,dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini.Maafkan salahku,maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku.Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya.Kasihku,jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini,berarti kau telah memaafkan aku.Terima kasih atas cintamu padaku selama ini.Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannyapada anak kita.Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya""."

Kembali ke rumah sakit,suamiku masih terbaring lemah.Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata:"Sayang,bukalah matamu sebentar saja,lihatlah anak kita..Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya".Dengan susah payah dia membuka matanya,tersenyum..............anak itu tetap dalam dekapannya,dengan tanganya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah.Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata....................
Teman2 terkasih,aku sharing cerita ini kepada kalian,agar kita semua bisa menyimak pesan dari cerita ini.Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis,ingatlah pesan dari cerita ini :"Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara kalian yg saling mengasihi,sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati.Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan:Jika kita tahu besok adalah hari kiamat,apakah kita akan menyesali semua hal yg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi terlambat,pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur hidup.
Copy dari emailnya Yudis pagi ini..

Friday, March 13, 2009

DASAR MEMANJAT TEBING

POstingan iek...
DASAR MEMANJAT TEBING

Sebagian orang berpendapat bahwa kaki merupakan titik utama yang harus diperhatikan dalam memanjat tebing. Sebagai contoh, ketika menaiki anak tangga yang disandarkan di dinding dengan posisi miring. Disini kedua tangan boleh dikatakan hanya berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh. Posisi ini membuat kedua tangan tidak menerima beban berat tubuh.

Jika kekuatan kedua tangan dipergunakan untuk menaiki anak tangga, artinya memberi beban pada keduatangan tanpa peduli akan tumpuan kedua kaki di anaktangga yang sudah stabil, maka dalam jarak yang tidakterlalu jauh tenaga akan terkuras habis dan tangan menjadi tegang.

Prinsip ini juga berlaku pada waktu memanjat tebing. Kebanyakan pemula cenderung mempergunakan kedua tangan sebagai titik tumpuan yang utama tanpa percaya pada kedua kaki sebagai penumpu berat tubuh di tebing. Yang perlu diperhatikan oleh para pemula ketika memanjat tebing ialah kombinasi antara kekuatan tangandengan penempatan titik keseimbangan. Gunakan sebaik mungkin setiap hold (pegangan, pijakan) yang ada.




Batasi penggunaan tangan hanya untuk pengatur keseimbangan tubuh. Kecuali pada tempat tertentu yang menuntut kekuatan tangan semata. Penempatan kaki yang baik bukan saja menghemat tenaga, tapi juga menjadikan gerakan si pemanjat lebih indah dipandang mata.

Sebagai pemula, berlatihlah di tebing yang tidak terlalu curam dan rendah. Untuk menjaga keamanan, pastikan bahwa batuannya tidak labil, tidak mudah runtuh. Berlatihlah secara teratur dan hati-hati; ini yang penting diperhatikan. Biasanya pemula cenderung untuk tergesa-gesa dalam bergerak di tebing, akibatnya sering terjadi kecelakaan. Selain itu, pemula cenderung untuk memanjat tebing yang tinggi karena dianggap mudah tanpa menghiraukan sistem pengaman pemanjatan (belaying system). Mereka. pemula, bangga jika dapat mencapai puncak tebing lewat rute mudah tanpa tali pengaman. Padahal inilah kecenderungan yang salah dan berbahaya.



Pada waktu berlatih, pelajarilah cara penempatan kaki pada hold dan crack (rekahan di permukaan tebing). Pertimbangan pertama dalam hat penempatan kaki adalah gerakan selanjutnya. Penempatan kaki yang "pas" akan membantu keseimbangan dan memantapkan ge rakan selanjutnya. Pertimbangan kedua, melalui insting sehingga kita dapat bergerak dengan alami dari hold dan crack yang satu ke yang lain. Gerakan insting ini hanya dapat terangkai dengan baik apabila dilatih terus-menerus dan teratur.

My Blog List

Radithya Bintang Peterson

Radithya Bintang Peterson
Terlahir 1 April 2002 di Rumah Sakit Anissa Cikarang Bekasi, dengan berat 36 kg, panjang 50 cm, yang punya arti Anak yang menjadi Matahari Bintang dan Bulan yang menerangi sekitarnya

Andrew Gerrethz Peterson

Andrew Gerrethz Peterson
Terlahir 3 Oktober 2003 di Rumah Sakit Hosana medika Lippo Cikarang Bekasi, yang mempunyai Arti Anak lelaki yang dinantikan untuk menjadi pemimpin besar dan bercahaya seperti Bulan dimalam gelap untuk sekitarnya